BREAKING NEWS | RAGAM | OLAHRAGA | KRIMINAL | NASIONAL | INTERNASIONAL | ADVERTORIAL

NASIONAL

Minggu, 28 Oktober 2018 17:59
Kejar Target, Penyelesaian Proyek Tol Balikpapan-Samarinda Pakai Bantuan TMC

Kemristekdikti Bakal Siapkan Anggaran Riset Khusus Pengembangan TMC

Menristekdikti, Mohammad Nasir (kiri) didampingi Deputi Bidang Teknologi Pengembangan Sumber Daya Alam, Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (TPSA – BPPT) Hammam Riza (kanan) dan Pelaksana Harian (Plh) Kepala BPPT Wimpie A. Noegroho (berdiri baju putih) saat meninjau alat penyemaian Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) untuk mengatasi kebakaran hutan di kantor BNPB Palembang, Sumatera Selatan, Sabtu (27/10). (foto : dok/humas Kemenristekdikti)

PROKAL.CO,  

 

PALEMBANG—Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) berencana segera  mengembangkan Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC). Teknologi yang kerap dikenal sebagai alat pengendali  hujan ini sebenarnya sudah dioperasikan di beberapa daerah untuk mengkondisikan cuaca agar mengarah sesuai dengan yang dibutuhkan oleh manusia.

Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir mengungkapkan, pihaknya akan menyiapkan dan mengalokasikan anggaran khusus untuk pengembangan teknologi yang satu ini. Menurutnya, TMC menjadi suatu teknologi yang sangat dibutuhkan di Indonesia saat ini.

 

“Alat ini sudah ada dan sering digunakan untuk mengendalikan hujan. Sehingga mampu mencegah banjir parah dan tidak terjadi kekeringan yang berkepanjangan . Dalam waktu dekat saya juga sudah menginstruksikan agar Ditjen Risbang (Riset dan Pengembangan) mengalokasikan anggaran tersendiri untuk pengembangan riset di bidang ini,” terang Nasir saat melakukan kunjungan kerja ke kantor Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) di Palembang, Sabtu (27/10).

 

Nasir mengatakan, pengembangan alat TMC yang diproduksi oleh BPPT dan dimanfaatkan oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) ini juga akan melibatkan perguruan tinggi di seluruh daerah. Sehingga, alat ini juga berfungsi untuk mengatasi kebakaran hutan di masing-masing  ada di daerah. “Maka itu, kami juga akan meminta perguruan tinggi ke depannya bisa berkontribusi menyelesaikan masalah daerahnya lewat riset,” ujar Nasir.

 

Menariknya, Pelaksana Harian (Plh) Kepala BPPT Wimpie A. Noegroho membeberkan, pengoperasian TMC ini  ternyata juga pernah dilakukan di Balikpapan dan Samarinda. Salah satunya, untuk menyelesaikan proyek pembangunan jalan tol Balikpapan-Samarinda.

 

“Sesuai instruksi Presiden, proyek tersebut memang harus rampung tepat waktu. Maka kami diminta bantuan untuk mengatasinya. Akhirnya kita pelajari pola cuaca di Balikpapan dan Samarinda dan mengamati volume awan di sana,” kata Wimpie.

 

Dijelaskan, proses pengamatan kondisi awan di Balikpapan dan Samarinda ini dapat dilakukan dengan waktu singkat. Kemudian, BPPT mulai melakukan persiapan penyemaian. “Ketika data pengamatan kondisi awan itu selesai, maka awan-awan hujan  yang  saat itu mengarah ke daratan Samarinda dan Balikpapan, kita semai, dan kita bawa awan-awan tersebut mengarah ke laut. Sehingga, hujan turun di laut. Akhirnya proses pembuatan jalan tol Balikpapan – Samarinda bisa dipercepat,” pungkasnya.

 

Deputi Bidang Teknologi Pengembangan Sumber Daya Alam, Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (TPSA – BPPT) Hammam Riza mengungkapkan, pengoperasian TMC ini sebenarnya meniru proses alamiah di dalam awan. Yakni, sejumlah partikel higroskopik yang dibawa degan pesawat sengaja ditambahkan langsung ke dalam awan jenis Cumulus (awan hujan) agar proses pengumpulan tetes air di dalam awan segera dimulai. “Dengan  berlangsungnya proses ini dapat ditentukan tetes air secara lebih efektif sesuai kebutuhan kita,” imbuhnya.

 

Hammam Riza juga menerangkan,  operasi yang dilakukan ini sebenarnya sebuah fokus dari riset nasional. Di dalam rencana induk riset nasional 2017-2045, kata dia,  teknologi kebencanaan menjadi isu aktual. Karenanya, TMC ini kegiatan prioritas riset nasional. “Di dalam perjalanannya, BPPT akan terus melakukan mitigasi bencana khsuusnya kebakaran hutan dan lahan,” jelasnya.  (sar/pro)

 


BACA JUGA

Jumat, 15 Februari 2019 11:59

Seleksi PPPK, 305 Pemda Serahkan Usulan ke Kementerian PANRB

JAKARTA – Sebanyak 305 pemerintah daerah telah menyampaikan usulan pengadaan…

Jumat, 15 Februari 2019 11:54

Dorong Pemerataan Pendidikan, PIP Bantu Pemda Wujudkan Wajar 12 Tahun

DEPOK—Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional 2015-2019 mengamanatkan pembangunan pendidikan…

Jumat, 15 Februari 2019 11:45

PIP Efektif Pangkas Angka Putus Sekolah

DEPOK—Program Indonesia Pintar (PIP) merupakan bantuan yang diberikan Pemerintah Indonesia…

Rabu, 13 Februari 2019 23:41

Penetapan Zonasi Sekolah dalam Proses Perampungan

  DEPOK--Penetapan zonasi sekolah sudah memasuki proses perampungan. Data Direktorat…

Rabu, 13 Februari 2019 23:34

Pemerintah Kabupaten Landak Akan Tindak Tegas Pelaku Pungutan Dana PIP

  DEPOK--Pemerintah Kabupaten Landak, Kalimantan Barat, berkomitmen mendukung Program Indonesia…

Selasa, 22 Januari 2019 23:30

Politala Bebaskan UKT bagi Mahasiswa Miskin Berprestasi

JAKARTA--Program pemberian beasiswa merupakan  bentuk kepedulian sosial dari perusahaan kepada…

Selasa, 22 Januari 2019 16:02

Kenalkan Kekayaan Literasi, Indonesia Bawa 450 Judul Buku dan 12 Penulis Ternama

  JAKARTA--Kegiatan pameran buku bertaraf internasional London Book Fair (LBF)…

Kamis, 17 Januari 2019 16:07

MenPANRB : Public Trust, Elemen Penting Guna Penegakan Supremasi Hukum

JAKARTA—Pemerintahan yang kuat harus mendapatkan kepercayaan dari masyarakat agar dapat…

Kamis, 17 Januari 2019 15:56

Mahasiswa KKN Diminta Peduli Kondisi Sosial Masyarakat

JAKARTA—Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) melalui Direktorat …

Sabtu, 22 Desember 2018 14:02

Fokus Revitalisasi Politeknik, Dongkrak Lulusan Bermutu

BANDUNG—Target sasaran Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemristekdikti) pada…

Truk Termundur di Kilometer 1,5 Hantam Plang dan Mobil Parkir Depan Mini Market

Lomba Akuntansi Meriahkan Pembukaan Festival of Stiepan Volume 2

Gerakan Indonesia Bersih akan Diikuti Kaltara Bersih

Review FS, Tim Korsel Kunjungi KIPI

Pemprov Kaltara Bentuk Tim Pengawasan Lintas Batas Negara

Cerita Peserta Autonation Modified Show; Beli Mobil Rp 90 Juta, Modifikasi Habis Ratusan Juta

Penampakan Mobil-Mobil Modifikasi Keren Mejeng di Plaza Balikpapan

Warga Asing Penghuni Rudenim Mau Kabur, Naik ke Atap dan Nantang Polisi

AYOO..! Weekend Ini Seru-Seruan di Festival of Stiepan Volume 2, Ada Fourtwnty

Ini yang Dilakukan Manajemen Persiba Agar Pemainnya Tak Kabur Lagi
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*