BREAKING NEWS | RAGAM | OLAHRAGA | KRIMINAL | NASIONAL | INTERNASIONAL | ADVERTORIAL

NASIONAL

Kamis, 11 Oktober 2018 16:10
Polda Metro Jaya Proses Dugaan Berita Bohong Ratna Sarumpaet, Ini Respons Kompolnas..
-

PROKAL.CO, JAKARTA- Diprosesnya kasus penyebaran berita bohong yang diduga dilakukan Ratna Sarumpaet dengan adanya penetapan tersangka, pemanggilan saksi-saksi, serta pengumpulan alat-alat bukti adalah suatu hal yang biasa.

Sekretaris Kompolnas, Bekto Suprapto, mengatakan, hal tersebut menunjukkan berjalannya hukum di negara indonesia. "Equality before the law atau kesetaraan di hadapan hukum, menjadikan semua orang di Indonesia wajib mematuhi hukum. Tak terkecuali pejabat tinggi, tokoh, maupun figur publik," ujar Bekto,dalam keterangan tertulisnya. 

Kompolnas mengapresiasi Polda Metro Jaya yang menerapkan prinsip equality before the law dengan memanggil tokoh-tokoh penting di Indonesia untuk menjadi saksi kasus Ratna Sarumpaet.

Bekto mengatakan, pihaknya sangat menyayangkan ketika Polda Metro Jaya menerapkan prinsip itu justru ada yang menuding Polri berpihak.

Bahkan ada pula yang menuntut Kapolri Tito Carnavian untuk dicopot dengan tudingan bahwa Kapolri melakukan tindakan korupsi dan kasusnya pernah diperiksa KPK. 

Kompolnas menganggap bahwa tudingan terhadap Kapolri adalah tudingan yang serius dan harus dapat dibuktikan kebenarannya. Di sisi lain, Kompolnas sebagai pengawas fungsional Polri sudah melakukan klarifikasi kepada penyidik Polda Metro Jaya dan Propam Polri terkait kasus yang dituduhkan kepada pribadi Kapolri. "Hasil klarifikasi yang dilakukan Kompolnas ini menunjukkan bahwa apa yang dituduhkan tidak terbukti," ujar Bekto.

Selain Kompolnas, lanjut Bekto, KPK juga sudah menyatakan bahwa dalam kasus yang dituduhkan kepada pribadi Kapolri, perusakan buku tidak terbukti. "Hal ini diperkuat dengan pemeriksaan rekaman CCTV di KPK, saksi-saksi, dan pemeriksaan pengawas internal KPK," sebutnya. 

Lebih lanjut, Polda Metro Jaya juga sudah melakukan penyelidikan tentang tuduhan adanya aliran dana kepada Kapolda Metro Jaya waktu itu kepada pihak-pihak yang terkait dengan masalah tersebut. Hasilnya, semua menyatakan bahwa tuduhan tersebut tidak benar.

Dari kejadian tersebut, Kompolnas berharap Polri tetap bertindak profesional dan mandiri dalam menangani kasus Ratna Sarumpaet. Termasuk mengungkap siapa saja yang terkait dengan tindak pidana penyebaran berita bohong. Dengan mengedepankan prinsip equality before the law dan asas praduga tak bersalah. 

Kompolnas juga berharap Kepada pihak-pihak yang sudah menyebarkan berita bahwa pribadi Kapolri sudah menerima aliran dana, tetapi ternyata tidak dapat dibuktikan, maka Polri tidak boleh ragu-ragu untuk menegakkan hukum kepada siapa saja yang sudah menyebarkan berita bohong sesuai dengan hukum yang berlaku. "Kompolnas juga menghimbau kepada siapapun Warga Negara Indonesia untuk dapat mematuhi hukum yang berlaku di Indonesia," pungkasnya. (pro)


BACA JUGA

Kamis, 23 Mei 2019 11:24

Kisruh Diklat Kepsek, Inilah 5 Kesepakatan Kemendikbud dengan Forum Rektor PTNU

  JAKARTA--Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) menerima masukkan dari Forum…

Rabu, 22 Mei 2019 12:49

Polri: Petugas Keamanan Dipastikan Tak Dibekali Peluru Tajam

JAKARTA- Adanya korban jiwa dalam aksi massa yang digelar sejak…

Jumat, 10 Mei 2019 20:27

Bahas DPA , Ubah Pola Pikir Masyarakat dalam Penegakan Hukum Kejahatan Korporasi

JAKARTA—Asisten Khusus Kejaksaan Agung Republik Indonesia , Asep N. Maulana…

Sabtu, 04 Mei 2019 22:48

Kemendikbud Gandeng Kemenag Tangkal Radikalisme

    JAKARTA—Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy mengungkapkan…

Jumat, 03 Mei 2019 12:15

Zonasi Pendidikan Cegah Jual Beli Kursi dan Pungli

SISTEM zonasi dalam penerimaan peserta didik baru (PPDB) merupakan strategi…

Kamis, 02 Mei 2019 23:49

Menristekdikti Usulkan Anggaran Riset Capai Rp 10 Triliun

  DEPOK—Pada peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2019 , Menteri…

Kamis, 02 Mei 2019 17:16

Genjot APK Usia Sekolah Prioritaskan Wilayah 3T

  JAKARTA—Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy mengungkapkan bahwa…

Rabu, 01 Mei 2019 21:58

Kemendikbud Siap Gelar Pelatihan Guru Berbasis Zonasi

  JAKARTA--Guna mempercepat peningkatan kualitas guru, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan…

Selasa, 30 April 2019 19:35

Kemdikbud Tetapkan 3 Fokus Pembangunan Manusia di Sektor Pendidikan

  JAKARTA--Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) telah menetapkan peta jalan…

Jumat, 29 Maret 2019 01:54

Kepsek dan Pengawas Sekolah Diminta Lebih Visioner

JAKARTA--Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy mengungkapkan bahwa saat…

Bank Mandiri Utamakan Kepedulian Sosial

Kisruh Diklat Kepsek, Inilah 5 Kesepakatan Kemendikbud dengan Forum Rektor PTNU

Wajib Ada Pembuktian Perkara Pokok

WhatsApp dan Medsos Sementara Dinonaktifkan, Ini Penjelasan Pemerintah..

Unjuk Rasa di Kantor Bawaslu Balikpapan Berjalan Damai, Pendemo Bubar dengan Tertib

Polri: Petugas Keamanan Dipastikan Tak Dibekali Peluru Tajam

Safari Ramadhan, Direksi PLN Serahkan Zakat PLN Senilai Rp 100 Juta

Perlu Bantuan saat di Pelabuhan Semayang, Pemudik Bisa Datang ke Posko Ini..

H- 13 Lebaran, Pelabuhan Semayang Masih Sepi Pemudik

Tebarkan Kebaikan, Salonpas Dorong Sinergi Kolaboratif Anak Muda
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*