BREAKING NEWS | RAGAM | OLAHRAGA | KRIMINAL | NASIONAL | INTERNASIONAL | ADVERTORIAL

RAGAM

Minggu, 07 Oktober 2018 12:46
Seberapa Besar Keuntungan dari Kepulauan Derawan
Firman Wahyudi

PROKAL.CO, v align="left">

Catatan: Firman Wahyudi,  Wartawan Kaltim Post

 

Beberapa bulan lalu, saya mendapatkan pesan dari rekan saya yang juga pengusaha travel wisata ke Pulau Derawan, di Samarinda.

Tak sekadar mengirimkan ucapan saling memaafkan, saya juga menanyakan bisnis travel yang baru beberapa lama digelutinya. Menurutnya, bisnis travelnya cukup lancar.

Sekali trip setiap orang dikenakan biaya Rp 2,5 juta untuk 3 hari 2 malam untuk berlibur di kepulauan yang terkenal dengan keindahan alam bawah lautnya itu.

Ongkos tersebut sudah termasuk tiket pesawat pulang-pergi Balikpapan-Tarakan, akomodasi dan penginapan selama di Derawan, konsumsi, serta trip wisata mengunjungi Pulau Maratua, Kakaban, dan Sangalaki. Sangat murah menurut saya.

Namun yang menjadi pertanyaan, kenapa harus dari Tarakan? Bukan Balikpapan-Berau. Padahal, Kepulauan Derawan berada di Kabupaten Berau.

Teman saya itupun menjawab bahwa tiket pesawat rute Balikpapan-Berau lebih mahal ketimbang Balikpapan-Tarakan. Padahal jika dihitung untuk ongkos akomodasi perjalanan darat serta ongkos penyeberangan dari Kampung Tanjung Batu-Derawan, lebih murah dibanding biaya sewa speedboat dari Tarakan-Derawan.

Dia menuturkan, seandainya harga tiket pesawat Balikpapan-Berau relatif stabil, dia lebih memprioritaskan rute Balikpapan-Berau untuk menuju Derawan. Untuk tiket Balikpapan-Tarakan, ia mendapatkan harga Rp 320 ribu sekali jalan, namun Balikpapan-Berau minimal Rp 450-Rp 550 ribu untuk tiket termurah.

Pada tahun 2010, saya bersama teman-teman saya dari Balikpapan pernah mengikuti travel wisata ke Derawan menggunakan agen travel di Tarakan. Memang lebih murah, walaupun harus menikmati perjalanan laut menggunakan speedboat selama 3 jam.

Selama di Tarakan, saya bersama teman-teman menginap di sebuah hotel dan membeli oleh-oleh buat keluarga di sebuah pasar tradisional di sana.

Pengeluaran saya selama di Tarakan boleh dibilang lebih besar ketimbang yang saya habiskan di Derawan. Di pulau wisata itu, saya hanya membeli ikan asin khas Derawan yang memang terkenal rasa gurihnya, dan beberapa perhiasan cinderamata.

Bisa dibayangkan, jika ribuan wisatawan yang berkunjung ke Derawan melalui Tarakan, dan sebagian besar uang hasil jerih payah yang mereka kumpulkan, dihabiskan di satu-satunya kotamadya di daerah utara Kaltim itu.

Siapa yang lebih diuntungkan, Tarakan atau Berau yang notabene pemilik Pulau Derawan? Boleh jadi Pemkab Berau memperoleh retribusi pajak daerah dari hasil kunjungan itu. Namun seberapa besar pajak yang diterima? Apakah travel-travel wisata lokal meraup keuntungan sebanding dengan travel-travel wisata dari Tarakan? Apakah kecamatan-kecamatan sekitar juga mendapatkan imbas peningkatan ekonomi dari tingginya kunjungan wisata itu?

Harus diakui, angka kunjungan wisata ke Pulau Derawan sangat tinggi. Namun yang perlu menjadi catatan, apa keuntungan yang didapat pemerintah daerah dan masyarakatsebanding dengan kunjungan wisata itu?

Bisnis pariwisata, tidak hanya menjual sebuah ikon wisata sekadar untuk dinikmati. Namun, bagaimana caranya agar para wisatawan bisa menghabiskan budget anggaran wisata mereka di daerah itu. Tanjung Redeb sebagai ibu kota kabupaten, seharusnya pun mendapatkan untung dari tingginya kunjungan wisata itu.

Saya teringat ucapan mantan Wali Kota Balikpapan, Imdaad Hamid. “Balikpapan itu kota bagi pendatang dan kota jasa, jangan sampai mereka meraup keuntungan di sini, tapi berinvestasi atau menghabiskan uangnya di daerah asalnya. Makanya kami bekerja sama dengan investor mengembangkan bisnis perhotelan, perumahan, apartemen, pusat perbelanjaan, termasuk memperbaiki tempat wisata lokal. Ini untuk mencegah agar uang yang mereka dapat juga dihabiskan di Balikpapan.”

Bisa dibilang, kondisi Kabupaten Berau mirip dengan Balikpapan. Lalu, bagaimana usaha pemerintah agar warga pendatang maupun warga asli daerah mau menghabiskan uangnya di Berau.

Sebagaimana kita ketahui, masih banyak orang-orang berduit di Berau ini plesiran hingga ke Jakarta atau daerah lainnya hanya sekadar menyegarkan diri. (*)


BACA JUGA

Selasa, 23 Oktober 2018 14:44

Kepala Disdikbud Balikpapan Bantah Ada Intimidasi Suntik Vaksin MR, Ini Manfaatnya untuk Kesehatan..

BALIKPAPAN - Kabar adanya intimidasi dari pemerintah Balikpapan terkait penyuntikan vaksin Measle-Rubella…

Jumat, 19 Oktober 2018 21:11

Cerita Pengungsi Palu di Balikpapan, Terima Bantuan Wajib Bawa Surat dari Lurah

BALIKPAPAN - Duapuluh satu hari sudah bencana gempa dan tsunami menerjang kawasan Palu, Donggala dan…

Minggu, 14 Oktober 2018 16:40

Korda IJTI Balikpapan Resmi Dilantik, Ini Susunan Pengurusnya..

BALIKPAPAN - Kepengurusan Koordinasi Daerah (Korda) Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) resmi…

Sabtu, 06 Oktober 2018 08:34

Kerajaan Inggris Kirim Bantuan ke Indonesia, Totalnya Capai Rp 60 Miliar

BALIKPAPAN- Bantuan dari negara sahabat untuk korban gempa dan tsunami di Palu mulai berdatangan di…

Jumat, 05 Oktober 2018 11:41

Datang ke Spektra Meriah Nusantara, Ada Promo Spesial Beli Gadget, Elektronik, dan Furniture

BALIKPAPAN- Event Spektra Meriah Nusantara kembali hadir di Balikpapan. Setelah sukses digelar di beberapa…

Kamis, 04 Oktober 2018 10:31

Rudi Taufana Isi Kekosongan Komisioner Komisi Informasi

Samarinda, Rudi Taufana ditetapkan menjadi komisioner Komisi Informasi Provinsi Kaltim periode 2016-2020…

Rabu, 03 Oktober 2018 17:57

Kekerasan Pada Perempuan dan Anak di Kaltim Masih Tinggi

Samarinda – Kekerasaan seksual diranah  personal  (orang terdekat dalam keluarga) tahun…

Rabu, 03 Oktober 2018 17:31
Pariwisata

Kunjungan Wisatawan ke Kaltim Turun

Samarinda, Jumlah kunjungan wisatawan mancanegara ke Kaltim pada bulan Agustus 2018, mengalami penurunan…

Selasa, 02 Oktober 2018 20:40

Tim Reaksi Cepat Pertamina Hulu Mahakam Bertolak ke Palu

BALIKPAPAN - PT Pertamina Hulu Mahakam (PHM), selaku operator Wilayah Kerja Mahakam, dengan dukungan…

Selasa, 02 Oktober 2018 19:19

Batik Harus Dilestarikan dan Banggakan

SAMARINDA.,            Sebanyak 150  wanita dari Persit Kartika Chandra…

Kepala Disdikbud Balikpapan Bantah Ada Intimidasi Suntik Vaksin MR, Ini Manfaatnya untuk Kesehatan..

Cerita Pengungsi Palu di Balikpapan, Terima Bantuan Wajib Bawa Surat dari Lurah
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .