BREAKING NEWS | RAGAM | OLAHRAGA | KRIMINAL | NASIONAL | INTERNASIONAL | ADVERTORIAL

NASIONAL

Sabtu, 22 September 2018 02:04
Pemerintah Didesak Terbitkan Aturan Baru

Tuntaskan Masalah Guru Honorer

PROKAL.CO,  

JAKARTA--Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) mendesak pemerintah untuk segera menerbitkan aturan baru untuk menuntaskan permasalahan guru honorer di Indonesia. Ketua Umum PGRI , Unifah Rosyidi mengatakan, regulasi ini nantinya khusus mengatur tentang Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) bagi guru. 

 

"Isi regulasinya tentu harus menegaskan bahwa pemerintah menjamin guru honorer berusia 35 tahun bisa mengkuti tes CPNS dan sertifikasi guru. Ini juga harus dibarengi dengan revisi UU ASN," kata Unifah di Gedung PGRI, Jakarta, Kamis (20/9) lalu. 

 

Dengan revisi UU ASN, kata Unifah, juga diharapkan dapat memperkuat jaminan pemerintah kepada guru untuk memberikan peluang atau kesempatan yang sama kepada honorer dalam mengikuti rekruitmen CPNS. 

 

Kemudian, menurut Unifah di  dalam PP PPPK juga harus disederhanakan. Utamanya, dapat menegaskan bahwa kontrak hanya sekali termasuk dengan adanya jaminan kesehatan dan ketenagakerjaan. 

 

Adapun diinformasikan bahwa pada Jumat (21/9), PGR telah bertemu dengan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenPANRB) Syafruddin. Di dalam akun twitter resmi PBPGRI tertulis  "Audiensi dg MenPan tentang penyelesaian honorer. Respon pemerintah sangat luar biasa," tulis tweet PGRI. 

 

Ditulis pula, dalam pertemuan langsung antara Ketua Umum PB PGRI, Unifah Rosyidi dengan MenPANRB tersebut juga ada tiga poin yang berhasil dibawa pulang Unifah beserta para pengurus PGRI usai pertemuan tersebut.

 

Ketiga poin kesepakatan tersebut adalah, pemerintah menyetujui perubahan Undang-undang Aparatur Sipil Negara (ASN), penyelesaian honorer dengan PPPK (Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja) akan segera dilaksanakan, dan perjanjian kerja satu kali.  (sar/pro)

 

JAKARTA--Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) mendesak pemerinta untuk segera menerbitkan aturan baru untuk menuntaskan permasalahan guru honorer di Indonesia. Ketua Umum PGRI , Unifah Rosyidi mengatakan, regulasi ini nantinya khusus mengatur tentang Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) bagi guru. 

 

"Isi regulasinya tentu harus menegaskan bahwa pemerintah menjamin guru honorer berusia 35 tahun bisa mengkuti tes CPNS dan sertifikasi guru. Ini juga harus dibarengi dengan revisi UU ASN," kata Unifah di Gedung PGRI, Jakarta, Kamis (20/9) lalu. 

 

Dengan revisi UU ASN, kata Unifah, juga diharapkan dapat memperkuat jaminan pemerintah kepada guru untuk memberikan peluang atau kesempatan yang sama kepada honorer dalam mengikuti rekruitmen CPNS. 

 

Kemudian, menurut Unifah di  dalam PP PPPK juga harus disederhanakan. Utamanya, dapat menegaskan bahwa kontrak hanya sekali termasuk dengan adanya jaminan kesehatan dan ketenagakerjaan. 

 

Adapun diinformasikan bahwa pada Jumat (21/9), PGR telah bertemu dengan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenPANRB) Syafruddin. Di dalam akun twitter resmi PBPGRI tertulis  "Audiensi dg MenPan tentang penyelesaian honorer. Respon pemerintah sangat luar biasa," tulis tweet PGRI. 

 

Ditulis pula, dalam pertemuan langsung antara Ketua Umum PB PGRI, Unifah Rosyidi dengan MenPANRB tersebut juga ada tiga poin yang berhasil dibawa pulang Unifah beserta para pengurus PGRI usai pertemuan tersebut.

 

Ketiga poin kesepakatan tersebut adalah, pemerintah menyetujui perubahan Undang-undang Aparatur Sipil Negara (ASN), penyelesaian honorer dengan PPPK (Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja) akan segera dilaksanakan, dan perjanjian kerja satu kali.  (sar/pro)


BACA JUGA

Selasa, 11 Desember 2018 00:33

Penerapan Sistem Zonasi Harus Konsisten

JAKARTA—Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) saat ini tengah menggodok grand…

Senin, 10 Desember 2018 02:24

Hadapi Era 4.0 , Perguruan Tinggi Tinggalkan Metode Pembelajaran Konvensional

JAKARTA--Kemajuan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) di era revolusi industri…

Kamis, 06 Desember 2018 19:21

DPD RI Segera Bentuk Tatib Terkait Evaluasi Perda

JAKARTA—Kewenangan DPD RI melakukan pemantauan dan evaluasi atas Rancangan Peraturan…

Kamis, 06 Desember 2018 19:13

Senator Papua Prihatin Kasus Penembakan di Nduga

JAKARTA—Anggota DPD RI Provinsi Papua Carles Simaremare merasa prihatin atas…

Rabu, 05 Desember 2018 14:21

Dinilai Tidak Rasional, Guru Honorer Tolak PP Baru Soal P3K

JAKARTA—Peraturan Pemerintah (PP) no.49 Tahun 2018 tentang pengangkatan pegawai honorer…

Selasa, 04 Desember 2018 15:48

Atasi Kesenjangan, Teknologi Jadi Kunci Pemerataan Pendidikan

BALI--Kepala Pusat Teknologi Informasi dan Komunikasi Pendidikan dan Kebudayaan (Pustekkom)…

Selasa, 04 Desember 2018 14:16

Hanya 40 Persen Guru non TIK Melek Teknologi

  BALI—Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) saat ini terus berupaya…

Selasa, 04 Desember 2018 13:46

Kemendikbud Siapkan Pendidikan 4.0 untuk Indonesia

BALI—Sebagai wujud mentransformasikan pendidikan memasuki revolusi industri keempat, Kementerian…

Senin, 03 Desember 2018 00:28

Ajang World Skill Asia, Indonesia Sabet Juara Umum

  JAKARTA--Lagi-lagi, siswa-siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) kembali mengharumkan nama…

Minggu, 02 Desember 2018 23:55

PGRI Sambut Positif PMP Bakal Diajarkan Kembali di Sekolah

BOGOR--Ketua Umum PGRI, Unifah Rosyidi menyambut baik adanya wacana dari…

CEK NIH..! Prakiraan Cuaca dari BMKG saat Perayaan Natal dan Malam Tahun Baru

CBR 150 R Terbaru Launching di Kaltim, Satu-satunya Dilengkapi Emergency Stop Signal

Satu Lagi, Remaja Pemeran Video Mesum di Balikpapan Diamankan

Rambah Seluruh Provinsi, Beri Kurikulum Teknik Sepeda Motor Honda di SMK 3 Tanjung Selor

Yamaha FreeGo, Bagasi Lebih Lebar, Isi Bahan Bakar Tak Perlu Buka Jok

Senggol Ibu Hamil, Pengendara Ini Tewas Terlindas Truk di Kariangau

Sidang Keempat Kasus Tumpahan Minyak, Saksi Ungkap Penyebab Kematian Korban

Dikenal Pendiam, Pemuda Gantung Diri di Gunung Empat Sebelumnya Pernah Coba Bunuh Diri

Hujan Sejam, Tiga Wilayah di Balikpapan Tergenang Air

Kebakaran di Somber! Pabrik Tahu-Tempe Terbakar
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .