BREAKING NEWS | RAGAM | OLAHRAGA | KRIMINAL | NASIONAL | INTERNASIONAL | ADVERTORIAL

NASIONAL

Minggu, 16 September 2018 16:35
Efektif Berikan Pendampingan, KKN Dorong Kemajuan KTM

Bantu Pemerintah Petakan Potensi Unggul di Kawasan Transmigrasi

Mendes PDTT, Eko Putro Sandjojo saat melepas mahasiswa KKN di UGM beberapa waktu lalu. (foto : dok/Kemendes PDTT)

PROKAL.CO, JAKARTA—Pengembangan masyarakat di kawasan transmigrasi bukanlah suatu hal yang mudah yang harus dilakukan oleh pemerintah. Karenanya, dalam hal ini pemerintah mengakui bahwa program transmigrasi tidak akan berjalan baik tanpa adanya pendampingan yang profesional dan handal.

Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT), Eko Putro Sandjojo mengungkapkan, dengan hadirnya  pendampingan dan pembinaan permukiman transmigrasi dapat menjadi momentum perubahan bagi pembangunan transmigrasi di Indonesia. Sehingga, program transmigrasi mampu program andalan dalam memajukan perekonomian daerah.

“Pasalnya, peran pendamping sangat penting dalam mempercepat keberhasilan kemandirian lokasi transmigrasi,” terang Eko saat ditemui  beberapa waktu   lalu.

Pendampingan ini salah satunya dengan menerapkan program Kuliah Kerja Nyata (KKN) mahasiswa di desa-desa di seluruh Indonesia.  KKN ini bisa memberikan pendampingan kepada masyarakat desa baik di bidang administrasi, teknik sipil, pertanian, dan bidang lainnya termasuk bidang pemberdayaan ekonomi seperti pengelolaan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), pengelolaan desa wisata dan lain sebagainya.

Berdasarkan data Kemendes PDTT, penyelengaraan transmigrasi selama ini telah memberikan manfaat yang besar bagi tumbuh berkembangnya wilayah potensial di Tanah Air menjadi pusat-pusat pertumbuhan baru di beberapa daerah. Yakni, terbentuknya kota-kota baru menjadi 2 ibu kota provinsi, 104 ibu kota kabupaten, 385 kecamatan, dan lebih dari 1.185 Desa.

Direktur Jenderal Pengembangan Kawasan Transmigrasi (Dirjen PK Trans) M Nurdin menjelaskan, mahasiswa KKN sangat strategik untuk membantu percepatan dan pendampingan serta pemberdayaan desa secara tematik dan integratif. "Bila ada 4.000-an universitas yang melakukan KKN tematik di desa-desa, khususnya desa tertinggal maka akan sangat bermanfaat untuk kemajuan dan mendukung nawacita ke-3," katanya.

Direktur Pengembangan Sosial Budaya Transmigrasi Dewi Yuliani menjelaskan, KKN yang dilaksanakan bersama perguruan tinggi ini merupakan KKN tematik. Temanya adalah merevitalisasi kawasan transmigrasi. Kehadiran mahasiswa ini memberikan masukan kepada Kemendes PDTT dari lapangan, dan membantu  memberikan bimbingan dan pendampingan kepada masyarakat transmigrasi. “Ini alasan kami menggandeng perguruan tinggi atau akademisi karena objektif dalam  memberikan masukan,” terang Dewi.

Dia mengatakan, KKN ini akan dilaksanakan secara berkelanjutan.  Menurutnya, dalam mengembangkan SDM masyarakat ini tidak bisa instan atau hanya satu kali jadi. Selain itu, pendampingan ini fokusnya kepada masyarakat di semua aspek kehidupan sosialnya.

Di tahun pertama KKN,  lanjut Dewi, mahasiwa mengidentifikasi masalah  dan kebutuhan apa saja yang ada di kawasan transmigrasi agar bisa lebih maju. Tahun kedua, sasaran program apa saja yang bisa diterapkan. Lalu tahun ketiga, adalah masa penerapan. 

“Jadi yang sudah kita lakukan degan Universitas Gadjah Mada (UGM) dan Universitas Tanjungpura Pontianak itu tahun depan akan dilanjutkan dengan rombongan yang berikutnya. Tahun selanjutnya, kampusnya masih sama, karena memang kedua kampus itu yang sejak tahun pertama sudah memiliki data-datanya.  Setelah selesai tahun pertama ini, maka tahun kedua akan terlihat apa saja rekomendasi yang harus dilakukan Kemendes PDTT, khususnya Ditjen PKTrans. Kemudian, mahasiswa juga melihat dan mengevaluasi apakah rekomendasi sudah berjalan atau tidak,” paparnya.

KKN ini disebar di seluruh Kawasan Perkotaan Baru (KPB) atau Kota Terpadu Mandiri (KTM) yang kondisi perkembangannya ‘setengah kota’.  Oleh sebab itu,  dengan adanya KKN ini diharapkan  perkembangannya diupayakan dapat lebih dipercepat.

“Tahun ini dilaksanakan di 10 lokasi. Setiap lokasi 20-30 mahasiswa. UGM itu bisa 30 mahasiswa per lokasi, karena mereka di seluruh Indonesia menurunkan totalnya  6.000 mahasiswa.  Kerjasama dengan perguruan tinggi ini kemungkinan juga akan bertambah,” ujarnya.

Sementara itu, tak kalah pentingnya adalah peningkatan kapasitas mental dan spiritual warga transmigrasi.  Alasannya, jika seseroang pindah ke tempat baru mereka perlu kekuatan mental agar bisa bertahan. “Biasanya begitu mereka sampai di lokasi, mereka membentuk kelompok pengajian, membangun tempat ibadah, dan menentukan tokoh keagamaan,” kata Dewi.

Dewi menambahkan, program ini sudah berjalan sejak  hari pertama transmigran datang . Bahkan,  Kemendes PDTT juga menyediakan insentif bagi Dai/Daiyah atau pembimbing keagamaan setiap bulannya. Tokoh-tokoh keagamaan yang diturunkan di kawasan transmigrasi ini direkomendasikan dan dipilih oleh masing-masing Pemda yang sebelumnya sudah diberikan pelatihan atau pembekalan selama 5 hari di balai pelatihan masyarakat Kemendes PDTT. “Ini sudah berlangsung sejak 2016. Tapi pada saat itu baru di 3 lokasi. “Tahun ini 10 lokasi. Tahun depan 11 lokasi,” sebutnya.

Selain itu, para tokoh keagamaan atau Dai/Daiyah Pada dai ini juga diarahkan untuk kewirausahaan. Pemerintah juga berharap para Dai/Daiyah ini bisa menjadi agen ekonomi.

“Dalam hal ini kita juga kerjasama dengan lembaga keagamaan untuk dapat menjelaskan materi pembekalannya,” imbuhnya. (*/sar/pro)  

 

loading...

BACA JUGA

Minggu, 16 Juni 2019 17:52

Strategi Perguruan Tinggi Ciptakan Entrepreneur Handal

    JAKARTA--Dalam rangka menanamkan jiwa dan semangat kewirausahaan di…

Senin, 27 Mei 2019 17:09

Jumlah Guru Rendah, Profesi Guru Kurang Diminati ?

JAKARTA--Meski pemerintah sudah mengeluarkan Undang - Undang no.14 tahun 2015…

Senin, 27 Mei 2019 17:04

PGRI Minta Peningkatan Akses Pendidikan Bermutu

JAKARTA--Ketua Umum Pengurus Besar Pesatuan Guru Republik Indonesia (PB PGRI),…

Sabtu, 25 Mei 2019 21:50

PTS Didorong Kembangkan Prodi Pariwisata

  LABUAN BAJO--Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad…

Sabtu, 25 Mei 2019 03:18

Duh, Anak dari Keluarga Perokok Berpeluang Menderita Stunting

JAKARTA--Banyak orangtua saat in yang tidak terlalu memperhatikan gizi anak-anaknya.…

Kamis, 23 Mei 2019 11:24

Kisruh Diklat Kepsek, Inilah 5 Kesepakatan Kemendikbud dengan Forum Rektor PTNU

  JAKARTA--Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) menerima masukkan dari Forum…

Rabu, 22 Mei 2019 12:49

Polri: Petugas Keamanan Dipastikan Tak Dibekali Peluru Tajam

JAKARTA- Adanya korban jiwa dalam aksi massa yang digelar sejak…

Jumat, 10 Mei 2019 20:27

Bahas DPA , Ubah Pola Pikir Masyarakat dalam Penegakan Hukum Kejahatan Korporasi

JAKARTA—Asisten Khusus Kejaksaan Agung Republik Indonesia , Asep N. Maulana…

Sabtu, 04 Mei 2019 22:48

Kemendikbud Gandeng Kemenag Tangkal Radikalisme

    JAKARTA—Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy mengungkapkan…

Jumat, 03 Mei 2019 12:15

Zonasi Pendidikan Cegah Jual Beli Kursi dan Pungli

SISTEM zonasi dalam penerimaan peserta didik baru (PPDB) merupakan strategi…

Putri Bos Hotel di Balikpapan Tewas Jatuh dari Bangunan Lantai 8

PT Etam Bersama Lestari Raih Proper Biru

Deklarasi Menolak Kerusuhan di Kaltim, Kapolda Tak Ingin Kejadian di Jakarta Terulang

KOMPAK..! Mengenakan Ikat Kepala, Warga Kaltim Deklarasi Menolak Kerusuhan

BANGKIT PERSIBA BALIKPAPAN! Takluk atas PSIM Yogyakarta, Bangkit Hadapi Laga Selanjutnya

Pemkab Paser Jalin Kerja Sama di Bidang Pertanahan dan Pertanian

Deklarasi Tolak Kerusuhan, Puluhan Ribu Warga dan Tokoh Masyarakat Siap Gabung

Laris Manis, Persiba Balikpapan Kedatangan Dua Sponsor Lagi

BRAAAKK..Kejadian Lagi! Truk Nabrak Motor di Turunan Rapak

Gubernur Ajak Ubah Mindset Pengelolaan Lingkungan
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*