BREAKING NEWS | RAGAM | OLAHRAGA | KRIMINAL | NASIONAL | INTERNASIONAL | ADVERTORIAL

NASIONAL

Kamis, 13 September 2018 15:20
SEMINAR NASIONAL
Kata Mendagri, Paling Enak Zaman Soeharto. Kok Bisa?
Seminar Nasional PPRA LVII Lemhannas RI dihadiri Mendagri Tjahjo Kumolo.

PROKAL.CO, JAKARTA – “Paling enak zaman Soeharto. Dulu, kalau membahas undang-undang dan tidak ada titik temu di antara fraksi, tinggal menghadap Soeharto. Apa pun kata pak Harto, ya semua ikut. Tidak ada yang berani membantah Pak Harto,” sebut Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo, saat menjadi pembicara pembuka dalam Seminar PPRA LVII Lemhannas RI, Kamis (13/9) di Gedung Lemhannas RI Jakarta. Tjahjo menyampaikan hal itu bukan berarti ingin mengajak kembali ke era itu, namun hanya untuk membandingkan betapa dinamika politik saat ini sangat berbeda jauh dengan kondisi di era orde baru tersebut.

Dalam seminar berjudul “Penataan Partai Politik untuk Memperkuat Sistem Pemerintahan Presidensial di Indonesia” itu, Mendagri menggambarkan betapa dinamika demokrasi di Indonesia begitu pesat. Mendagri berharap seminar ini bisa melahirkan pemikiran bagaimana membangun sistem pemerintahan presidensial yang lebih efektif dan efisien.

Menurutnya, tema seminar ini memerlukan perenungan sangat dalam. “Zaman dulu, yang selalu menjadi rujukan adalah seminar TNI AD, sebagai proses konsolidasi di era Soeharto. Sementara Lemhannas dibentuk di era Bung Karno diharapkan mampu melahirkan calon pimpinan yang punya wawasan komperhensif dan integral. Tapi juga tergantung garis tangan,” sebut Tjahjo yang juga pernah menempuh pendidikan di Lemhannas tersebut.

Membangun sistem tata kelola pemerintahan dan politik tidak mudah. Semua harus mencermati gelagat atau format yang tepat untuk demokrasi, misalnya di Papua. “Antara Lemhannas, Wantannas, LIPI. Forum Rektor, hingga perguruan tinggi, tidak ada kesimpulan yang sama. Apalagi bicara sistem pemerintahan,” bebernya.

Contoh lain, keinginan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti yang berharap Angkatan Laut bisa berada di bawah kendalinya, supaya bisa menembak kapal pencuri ikan. Hal tersebut tentunya tidak bisa dilakukan. Sebab harus ada sistem pemerintahan yang jelas dan tegas.

Sementara itu, Pilkada serentak di Indonesia menurut Tjahjo sudah berjalan dengan baik dan aman. “Meski sempat ada pernak-pernik misalnya di Kalimantan Utara juga Kalimantan Tengah,” katanya. Ia menyampaikan, penduduk di Kaltara hanya 800 ribu, sementara pemilih tidak sampai sampai 400 ribu. Masih kalah dengan penduduk Kabupaten Bogor 2 juta penduduk, namun dinamika politiknya juga tinggi. Begitu juga dinamika politik daerah lain. Semuanya, menurut Mendagri adalah hal lumrah.

Ia juga menggambarkan, di masa lalu bahkan perolehan suara 3 partai, bisa diatur sejak setahun sebelum Pemilu. Saat ini, di era reformasi, dinamika politik Indonesia pun tak kalah menarik, ketika calon tunggal kalah dengan kotak kosong. “Apresiasi buat TNI dan Polri yang bisa mengawal Pemilu dengan damai. Di pelosok dan ujung pulau pun aman,” katanya.

Dikatakan, partisipasi politik masyarakat saat ini meningkat menjadi 74 persen. Harapannya dalam pemilihan presiden 2019 mendatang partisipasi politik masyarakat juga ada peningkatan. “Amerika, Australia dan Singapura masih rendah. Indonesia sudah lebih tinggi sejak dilakukan pilkada serentak,” katanya.

Tjahjo juga mengajak masyarakat untuk menolak politik uang, apa pun bentuknya. “Walau ngga bisa dibuktikan. Semua calon lebih baik adu konsep dan adu gagasan. Tidak saling hujat,” sambungnya. Dijelaskan, sistem deteksi dini saat ini perlu semakin digerakkan di Indonesia dengan baik dalam rangka keutuhan negara ini.

“Pileg dan pilpres saya yakin aman saja. Ribut di media sosial itu biasa. Sekat partai tidak ada. Sekat fraksi pun tidak ada. Makanya sampai ada korupsi berjamaah. Namun deteksi dini tetap harus dilakukan,” bebernya.

Gubernur Lemhannas Letjen (purn) Agus Widjojo menyampaikan, seminar ini sebagai salah satu sumbangsih pemikiran peserta PPRA LVII untuk bangsa dan negara. “Semoga ada hal baru, pemikiran baru, yang bisa diberikan terkait penataan partai politik,” sebutnya. (eff)


BACA JUGA

Minggu, 18 November 2018 21:57

Pasca Gempa, Kemendikbud Dorong Percepatan Pemulihan Kegiatan Belajar Mengajar di Sulteng

PALU-- Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy kembali mengunjungi…

Minggu, 18 November 2018 21:49

Pemerintah Dukung Asah Bakat Anak Lewat Menggambar

JAKARTA--Seorang anak yang memiliki bakat menggambar, sebaiknya harus didukunh penuh…

Selasa, 13 November 2018 12:46

Uji Coba di 8 Kota, Kemendikbud Dorong Perluasan Transaksi BOS Non Tunai

  SAMARINDA-- Untuk mengimplementasikan Nawacita dalam konteks kedaulatan keuangan yakni…

Selasa, 06 November 2018 22:59

Kemendikbud - UNICEF Luncurkan Laporan Garis Acuan TPB

JAKARTA--Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) bekerja sama dengan The United…

Senin, 05 November 2018 16:58

RIRN Prioritaskan Bidang Kesehatan dan Obat-Obatan

JAKARTA—Selama 72 tahun Indonesia merdeka, Indonesia belum memiliki cetak biru…

Senin, 05 November 2018 16:43

Ajang IPS Forum 2018, Sejumlah Menteri dan Kepala Daerah Bakal Unjuk Prestasi

JAKARTA – Sejumlah menteri, gubernur, dan kepala daerah akan menjadi…

Senin, 05 November 2018 16:13

Luncurkan Varian Baru, Bidik Konsumen Milenial

JAKARTA—PT. Asia Sejahtera Perdana Pharmaceutical (ASPP) sebagai produsen salah satu…

Rabu, 31 Oktober 2018 15:01

Direktur Teknik Lion Air Dibebastugaskan, Imbas Jatuhnya JT 610

JAKARTA- Direktur teknik dan pegawai teknis Lion Air yang menangani pesawat…

Selasa, 30 Oktober 2018 21:44

Jadi Penumpang Lion Air JT 610, Impian Gadis Cantik Ini Jadi Pengusaha Bidang Pariwisata Buyar

JAKARTA- Tragedi jatuhnya pesawat Lion Air JT 610 jenis Boeing…

Selasa, 30 Oktober 2018 21:03

Presenter Televisi Ini Sempat Tumpangi dan Posting tentang Lion Air JT 610, Ini Tanggapan KNKT..

JAKARTA- Presenter olahraga, Conchita Caroline, benar telah menumpangi pesawat Lion…

Tersinggung Postingan di Medsos, Tiga Pemuda Kelai.. Satu Tewas Ditikam Pakai Kikir

Susah Dapatkan Solar di Balikpapan, Ini yang Mau Dilakukan Para Pengusaha Truk

Ditinggal Pemilik, Rumah di Cluster de Valley Balikpapan Regency Nyaris Ludes Terbakar

Banjir di Perumahan Sosial karena Sungai di Graha Indah Meluap, Jalan Beller Waspada

Si.Se.Sa Hadir di Balikpapan, Tawarkan Fashion Syar'i Design Terbaru dan Berkualitas

Kencani PSK di Manggar Sari Bayar Pakai Uang Palsu, Mahasiswa Ini Dilaporkan ke Polisi

Kartu Nikah Segera Diberlakukan di Balikpapan, Poligami Sah Juga Dapat

Sudah Dua Tahun Menikah, Wanita Ini Masih Perawan

Pemerintah Tetapkan Libur Nasional dan Cuti Bersama untuk Tahun 2019, Catat Nih Tanggal dan Bulannya..

Hujan Deras Guyur Balikpapan, Perumahan Sosial Batu Ampar Kebanjiran
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .