BREAKING NEWS | RAGAM | OLAHRAGA | KRIMINAL | NASIONAL | INTERNASIONAL | ADVERTORIAL

NASIONAL

Jumat, 07 September 2018 20:40
Beda Tantangan, Transmigrasi Kembangkan Model Investasi
Mendes PDTT, Eko Putro Sandjojo saat memberikan arahan pada Sosialisasi Peraturan Presiden RI No 50 Tahun 2018 tentang Koordinasi dan Integrasi Penyelenggaraan Transmigrasi di Hotel Bidakara, Jakarta, Jumat (7/9). (Foto : dok/ Humas Kemendes PDTT)

PROKAL.CO, JAKARTA—Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Eko Putro Sandjojo mengatakan, perbedaan tantangan dan pesatnya perkembangan zaman menyebabkan pentingnya perubahan model pengembangan transmigrasi. Menurutnya, model bisnis pengembangan transmigrasi harus diubah dari pendekatan yang bergantung pada sektor pertanian menuju sektor industri, salah satunya dengan model investasi.

 “Di masa lalu untuk meningkatkan pendapatan masyarakat, karena kita masih bergantung pada sektor pertanian karena sektor industri belum berkembang, sehingga transmigran dikasih tanah untuk diolah menjadi lahan pertanian. Tapi beda dengan sekarang, bisnis modelnya harus diubah,” ujarnya saat memberikan arahan pada Sosialisasi Peraturan Presiden RI No 50 Tahun 2018 tentang Koordinasi dan Integrasi Penyelenggaraan Transmigrasi di Hotel Bidakara, Jakarta, Jumat (7/9).

Ia mengatakan investasi merupakan salah satu faktor penunjang pertumbuhan ekonomi di samping konsumsi dan ekspor. Investasi di kawasan transmigrasi menurutnya, tidak hanya akan membantu meningkatkan pertumbuhan ekonomi kawasan transmigrasi saja. Namun, juga membantu pertumbuhan ekonomi di desa sekitarnya.

“Ekspor sekarang lebih susah, jadi sekarang bagaimana kita agar bisa meningkatkan investasi dan consumption (konsumsi). Nah, consumption bisa meningkat kalau pendapatan masyarakat meningkat. Transmigrasi bisa meningkatkan consumption,”  katanya.

Transmigrasi, lanjutnya, telah melahirkan sentra-sentra pertumbuhan ekonomi baru di luar Jawa. Transmigrasi telah melahirkan lebih dari 1.100 desa definitif, 400 lebih kota kecamatan, 120 lebih kota kabupaten, dan 2 ibukota provinsi.

“Memang anggaran transmigrasi saat ini tidak terlalu besar. Anggarannya di bawah Rp500 miliar untuk setiap direktorat jenderal. Yang mana di kementerian desa ada dua direktorat jenderal yang menangani transmigrasi. Tapi tidak perlu berkecil hati, kita juga dibantu oleh kementerian lain terutama di program pascapanen. On top dari itu kita juga dapat investasi pascapanen,” paparnya.

Ia mengakui, pengembangan transmigrasi melalui program Kota Terpadu Mandiri (KTM) masih banyak yang mangkrak. Ia bertekad, dengan program Revitalisasi KTM melalui pengembangan Prukades (Produk Unggulan Kawasan Pedesaan).

“Kita punya pekerjaan untuk memastikan agar KTM bisa berfungsi melalui program Prukades, yang dikeroyok oleh kementerian desa, kementerian pertanian, kementerian/lembaga lain dan tentunya dunia usaha,” ungkapnya.

Di samping itu ia juga mengatakan, adanya beberapa kawasan transmigrasi yang mengalami penurunan pendapatan disebabkan oleh minimnya infrastruktur penunjang di sekitar kawasan transmigrasi. Rusaknya jalan kabupaten atau jalan provinsi misalnya, menyebabkan masyarakat transmigran kesulitan untuk mendistribusikan  hasil  pertanian.

“Terkait ini kita punya job (pekerjaan) adalah memperjuangkan pembangunan infrstruktur penunjang tersebut di kementerian PUPR (Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat) maupun CSR dari perusahaan BUMN dan swasta, di daerah-daerah transmigrasi dan sekitarnya. Kalau mereka diberi infrastruktur itu, pendapatan mereka akan naik paling sedikit 40 persen. Itu akan secara signifikan menaikkan pertumbuhan ekonomi desa-desa kita,” ujarnya.

Secara terpisah, Direktur Jenderal Pengembangan Kawasan Transmigrasi (Dirjen PK Trans), M Nurdin menambahkan, salah satu KTM yang masuk dalam program Revitalisasi KTM melalui pengembangan Prukades adalah  KTM Mesuji  Provinsi  Lampung seperti yang sudah dicanangkan Presiden RI Joko Widodo .

Hingga saat ini, lanjut Nurdin, juga sudah ada beberapa KTM yang masuk dalam program revitaliasi tersebut. Di antaranya, KTM di Rawa Pitu di Kabupaten Tulang Bawang, KTM Telang di Sumatera Selatan, KTM Kobisonta di Maluku Tengah, KTM Lunang Silaut di Pesisir Selatan, KTM Tobadak di Mamuju Tengah, KTM Mahalona di Sulawesi Selatan, dan KTM Maloy di Kutai Timur.

“Nantinya program ini akan terus direplikasi pada KTM – KTM lainnya secara bertahap,” jelas Nurdin. (*/sar/pro)

 


BACA JUGA

Minggu, 18 November 2018 21:57

Pasca Gempa, Kemendikbud Dorong Percepatan Pemulihan Kegiatan Belajar Mengajar di Sulteng

PALU-- Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy kembali mengunjungi…

Minggu, 18 November 2018 21:49

Pemerintah Dukung Asah Bakat Anak Lewat Menggambar

JAKARTA--Seorang anak yang memiliki bakat menggambar, sebaiknya harus didukunh penuh…

Selasa, 13 November 2018 12:46

Uji Coba di 8 Kota, Kemendikbud Dorong Perluasan Transaksi BOS Non Tunai

  SAMARINDA-- Untuk mengimplementasikan Nawacita dalam konteks kedaulatan keuangan yakni…

Selasa, 06 November 2018 22:59

Kemendikbud - UNICEF Luncurkan Laporan Garis Acuan TPB

JAKARTA--Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) bekerja sama dengan The United…

Senin, 05 November 2018 16:58

RIRN Prioritaskan Bidang Kesehatan dan Obat-Obatan

JAKARTA—Selama 72 tahun Indonesia merdeka, Indonesia belum memiliki cetak biru…

Senin, 05 November 2018 16:43

Ajang IPS Forum 2018, Sejumlah Menteri dan Kepala Daerah Bakal Unjuk Prestasi

JAKARTA – Sejumlah menteri, gubernur, dan kepala daerah akan menjadi…

Senin, 05 November 2018 16:13

Luncurkan Varian Baru, Bidik Konsumen Milenial

JAKARTA—PT. Asia Sejahtera Perdana Pharmaceutical (ASPP) sebagai produsen salah satu…

Rabu, 31 Oktober 2018 15:01

Direktur Teknik Lion Air Dibebastugaskan, Imbas Jatuhnya JT 610

JAKARTA- Direktur teknik dan pegawai teknis Lion Air yang menangani pesawat…

Selasa, 30 Oktober 2018 21:44

Jadi Penumpang Lion Air JT 610, Impian Gadis Cantik Ini Jadi Pengusaha Bidang Pariwisata Buyar

JAKARTA- Tragedi jatuhnya pesawat Lion Air JT 610 jenis Boeing…

Selasa, 30 Oktober 2018 21:03

Presenter Televisi Ini Sempat Tumpangi dan Posting tentang Lion Air JT 610, Ini Tanggapan KNKT..

JAKARTA- Presenter olahraga, Conchita Caroline, benar telah menumpangi pesawat Lion…

Tersinggung Postingan di Medsos, Tiga Pemuda Kelai.. Satu Tewas Ditikam Pakai Kikir

Susah Dapatkan Solar di Balikpapan, Ini yang Mau Dilakukan Para Pengusaha Truk

Ditinggal Pemilik, Rumah di Cluster de Valley Balikpapan Regency Nyaris Ludes Terbakar

Banjir di Perumahan Sosial karena Sungai di Graha Indah Meluap, Jalan Beller Waspada

Si.Se.Sa Hadir di Balikpapan, Tawarkan Fashion Syar'i Design Terbaru dan Berkualitas

Kencani PSK di Manggar Sari Bayar Pakai Uang Palsu, Mahasiswa Ini Dilaporkan ke Polisi

Kartu Nikah Segera Diberlakukan di Balikpapan, Poligami Sah Juga Dapat

Sudah Dua Tahun Menikah, Wanita Ini Masih Perawan

Pemerintah Tetapkan Libur Nasional dan Cuti Bersama untuk Tahun 2019, Catat Nih Tanggal dan Bulannya..

Hujan Deras Guyur Balikpapan, Perumahan Sosial Batu Ampar Kebanjiran
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .