BREAKING NEWS | RAGAM | OLAHRAGA | KRIMINAL | NASIONAL | INTERNASIONAL | ADVERTORIAL

NASIONAL

Sabtu, 18 Agustus 2018 22:33
Jadi Transmigran, Solihin Kini Punya Kebun “Uang”

Raup Keuntungan Rp 600 Juta Setahun dari Hasil Panen Merica

Solihin, peraih Juara I Transmigran Teladan 2018. (Foto : dok/ Kemendes PDTT)

PROKAL.CO, JAKARTA—Awalnya tak pernah terpikir oleh Solihin untuk menjadi seorang transmigran yang sukses di  Desa Mahalona, Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan. Solihin awalnya merupakan seorang sopir tembak yang hidupnya serba pas-pasan. Bahkan, untuk membiayai anaknya sekolah saja hampir tidak mampu. Terutama anak pertamanya yang mengenyam pendidikan di Universitas Gadjah Mada (UGM).

“Tahun 1995 sampai sekitar 2013 mayoritas pekerjaan saya hanya jadi sopir tembak. Bukan di Solo, tapi justru di Sragen dan Banyuwangi. Anak saya masuk kuliah 2013 lalu. Penghasilan sopir tembak pun untuk membayar biaya kuliah,” tutur Solihin saat ditemui usai acara Penganugerahan Transmigran Teladan di Gedung Balai Makarti Muktitama, Jakarta, Rabu (15/8).

Solihin mengakui, lebih dari 10 tahun hidup Solihin tak menentu. Hasil kerja menjadi sopir tembak hanya berkisar Rp 700 ribu hingga Rp 900 ribu per bulan. Menurutnya, hasil yang didapatnya itu tidak mungkin bisa mencukupi kebutuhan hidup keluarganya dan membiayai anak-anaknya sekolah.

Pria yang saat itu tinggal di Gilingan, Surakarta, bersama keluarganya akhirnya mendengar adanya informasi mengenai pengiriman transmigran. “Saya akhirnya datang ke kantor Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnaker) untuk tanya-tanya informasi tentang menjadi transmigran. Karena saya dan keluarga sudah bertekad ingin merantau,” katanya.

Kemudian, setelah mendaftar dan dinyatakan diterima, Solihin bersama keluarganya  mengikuti persiapan dan berangkat tahun 2014 lalu ke Mahalona, Kabupaten Luwuk Timur, Sulawesi Selatan. Pria tiga anak tersebut termotivasi mengikuti program transmigrasi dengan tujuan meningkatkan kesejahteraan hidupnya. Sulitnya hidup di Jawa dengan lapangan kerja yang terbatas membuatnya memutuskan menjadi transmigran.

“Pada saat itu cari gaji satu juta saja sulit. Bagaimana nanti nasib anak-anak yang masih kecil. Nah, di lokasi transmigrasi saya dapat rumah dan tanggungan makan setahun. Lalu diberikan lahan satu hektar. Dua tahun kemudian diberikan lagi 1 hektar,” ungkapnya.

Meski sudah mendapatkan tanah, dia tak langsung menggarap lahan tersebut. Dengan uang pegangan sebesar Rp 9 juta, Solihin memilih untuk berdagang terlebih dahulu. Ia membeli merica atau lada milik masyarakat sekitar dan dijual kembali di pasar.

“Penjualan saya bagus. Saya bisa setor sampai Rp 15 juta ke bos saya. Dalam sebulan sedikitnya saya bisa dapat Rp 5 juta. Bos makin percaya dengan saya,” sambungnya.

Dengan penghasilan itu, ia memilih untuk membeli lahan daripada menabungnya. Usahanya tak sia-sia. Kini dirinya memiliki total lahan 5 hektar untuk menanam merica. Saat ini yang sedang ditanami 2 hektar. Buah merica dari lahannya juga dia jual. Sambil tetap berdagang, kini penghasilannya sudah mencapai Rp 600 juta setahun.

“Saya mulai fokus menanam merica pada 2015. Waktu itu harganya Rp 170 ribu/ kilogram. Meski saat ini harganya turun, namun pasarnya tetap bagus. Dari provinsi bahkan selalu mencari merica di tempat saya,” katanya.

Setelah berhasil dinobatkan sebagai Juara I Transmigran Teladan 2018, Solihin berharap infrastruktur pendukung pertanian di kawasan transmigrasi ke depannya dapat lebih difasilitasi. Menurut Solihin, hal yang dibutuhkan adalah jalan produksi tani, jembatan, serta percetakan sawah. Jika semua terpenuhi, maka para transmigran di Kota Terpadu Mandiri (KTM) Kawasan Transmigrasi Mahalona akan makmur.

“Pesan saya, jangan lelah mencari ilmu. Ilmu yang didapat coba terapkan di tempat asal,” pesannya.


Transmigrasi, lanjut dia, perlahan mengubah hidupnya. Anak pertamanya kini sudah berkeluarga. Yang kedua menjadi pramugari. Lalu adiknya masih sekolah. Bagi Solihin, pendidikan yang baik harus jadi nomor satu.

 

Sejak 10 Agustus lalu, para transmigran teladan telah berada di Jakarta untuk mengikuti serangkaian kegiatan. Usai mengikuti Anugerah Transmigran Teladan hari ini, esok hari (16/8) para transmigran teladan akan mengikuti Pidato Kenegaraan Presiden Republik Indonesia di Gedung DPR/MPR. Kemudian transmigran teladan terpilih akan mengikuti upacara kenegaraan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia di Istana Negara pada 17 Agustus mendatang. (*/sar/pro)

 

#WajahBaruKawasanTransmigrasi 

# DitjenPKTrans

#KemendesPDTT


BACA JUGA

Kamis, 17 Januari 2019 16:07

MenPANRB : Public Trust, Elemen Penting Guna Penegakan Supremasi Hukum

JAKARTA—Pemerintahan yang kuat harus mendapatkan kepercayaan dari masyarakat agar dapat…

Kamis, 17 Januari 2019 15:56

Mahasiswa KKN Diminta Peduli Kondisi Sosial Masyarakat

JAKARTA—Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) melalui Direktorat …

Sabtu, 22 Desember 2018 14:02

Fokus Revitalisasi Politeknik, Dongkrak Lulusan Bermutu

BANDUNG—Target sasaran Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemristekdikti) pada…

Sabtu, 22 Desember 2018 13:35

Mahfud : Tugas Kampus Cetak Intelektual Bermoral dan Tanggung Jawab

BANDUNG—Maraknya kasus korupsi dan juga intoleransi di tengah kehidupan  masyarakat…

Sabtu, 22 Desember 2018 13:04

Pemerintah Dorong Peningkatkan SDM Milenial Berkualitas

BANDUNG—Sekretaris Jenderal Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemristekdikti),…

Jumat, 21 Desember 2018 00:35

Keren! Mahasiswa Indonesia Sabet 44 Emas di Ajang AUG 2018

JAKARTA--Sebanyak 50 mahasiswa Indonesia yang ikut dlam ajang ASEAN University…

Selasa, 11 Desember 2018 00:33

Penerapan Sistem Zonasi Harus Konsisten

JAKARTA—Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) saat ini tengah menggodok grand…

Senin, 10 Desember 2018 02:24

Hadapi Era 4.0 , Perguruan Tinggi Tinggalkan Metode Pembelajaran Konvensional

JAKARTA--Kemajuan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) di era revolusi industri…

Kamis, 06 Desember 2018 19:21

DPD RI Segera Bentuk Tatib Terkait Evaluasi Perda

JAKARTA—Kewenangan DPD RI melakukan pemantauan dan evaluasi atas Rancangan Peraturan…

Kamis, 06 Desember 2018 19:13

Senator Papua Prihatin Kasus Penembakan di Nduga

JAKARTA—Anggota DPD RI Provinsi Papua Carles Simaremare merasa prihatin atas…

Jual Kosmetik Ilegal di Medsos dan Salon, Tersangka Raup Untung hingga Puluhan Juta Rupiah

Edarkan Kosmetik Ilegal, Tiga Perempuan Muda Diciduk Polisi

Polres Balikpapan Bongkar Sindikat Curanmor Antar Provinsi

MenPANRB : Public Trust, Elemen Penting Guna Penegakan Supremasi Hukum

Mahasiswa KKN Diminta Peduli Kondisi Sosial Masyarakat

Sidang Lanjutan Tumpahan Minyak, JPU Hadirkan Dua Saksi Ahli

Polisi Olah TKP Kebakaran di Tenggarong, Asal Api Diduga dari Dekat Dapur

Yuk Mampir! Sop Kaki Kambing Sudi Mampir Buka Cabang di Samarinda

Ditlantas Polda Kaltim Gandeng Kaum Millenial Serukan Keselamatan Berkendara

Pesawat Tujuan Samarinda Mendarat Lagi di Bandara Balikpapan, 205 Penumpang Lewat Jalur Darat
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*