BREAKING NEWS | RAGAM | OLAHRAGA | KRIMINAL | NASIONAL | INTERNASIONAL | ADVERTORIAL

NASIONAL

Sabtu, 21 Juli 2018 22:06
Artis Jadi Caleg, Dibeli Parpol?

PROKAL.CO, JAKARTA - Partai Amanat Nasional (PAN) melalui Wakil Sekjennya,  Erwin Izharuddin, mengeritik Partai Politik (Parpol) yang melakukan aksi borong artis, untuk dijadikan calon anggota legislatif (caleg). Apa jadinya negara ini, jika anggota legislatifnya adalah orang-orang yang dapat dikendalikan para pimpinan partai yang telah membelinya. Praktik korupsi pun kemudian berpindah kepada korporasi-korporasi besar.

“Artis ini kan terbiasa dengan pola, bahwa manggung itu mereka dibayar. Sekarang, mereka dibeli oleh partai untuk jadi caleg. Nanti, ketika menjadi anggota legislatif, dia kira seperti manggung ketika jadi artis. Bukan kerja untuk rakyat. Bahaya untuk bangsa kalau praktik ini terjadi,” kata Erwin, dalam diskusi di Warung Daun, Cikini, Sabtu (21/7).

Selain Erwin, hadir juga pembicara lainnya, yakni politisi PDIP Masinton Pasaribu, Wakil Ketua Umum DPP Demokrat Roy Suryo, Sekjen DPP Partai Perindo Ahmad Rofiq, Direktur Media Tim Pemenangan Pemilu Pusat DPP PKS Dedi Supriadi serta Pakar Komunikasi Politik Lely Arrianie.

Menurut Erwin, fenomenal menjelang pileg 2019 ini sungguh sangat berbahaya bagi keberlangsungan kehidupan berbangsa dan bernegara. Sosok-sosok yang nantinya akan menjadi penentuk kebijakan di parlemen, pembuat legislasi dan pengawas jalannya pemerintahan, diisi oleh orang-orang yang dikendalikan sepenuhnya oleh pimpinan parpolnya.

“Bagaimana tidak manut? Wong sudah dibeli. Kamu ikut partai ku ya. Kamu aku bayar. Kampanye kamu aku biayai. Tapi kamu harus ikut apa mau ku. Ini kan bahaya. Kacau bangsa ini nanti ke depan. Mengerihkan!” tegas Caleg Dapil Kalimantan Timur (Kaltim) tersebut dengan suara tinggi.

Menurut politisi asal Samarinda, Kaltim ini, dengan pola memborong dan membeli artis, maka artis yang lolos ke gedung legislatif, akan menjadi ‘milik’ pimpinan partai. “Coba Anda bayangkan apa jadinya, jika anggota DPR RI, itu diatur oleh ownernya. Pimpinan partai. Nanti dalam membuat undang-undang pun, ya mereka akan memuluskan apa mau ownernya. Dia akan didikte terus,” kata Erwin.

Ketika ditanya, bahwa selama ini anggota DPR juga harus tunduk pada parpolnya, menurut Erwin, di PAN tidak berlaku demikian. Kader PAN yang duduk di legislatif, tetap punya integritas dalam menjalankan perannya sebagai wakil rakyat. Tidak serta merta partai mengaturnya.

“Aturan PAW di PAN sudah jelas. Tidak ada yang mengatur kadernya di legislatif akan di-PAW jika tidak memperjuangkan apa mau pimpinan parpolnya. PAN mengedepankan kepentingan rakyat,” tegas Erwin.

Jika situasinya seperti ini, menurut Erwin, praktik korupsi akan pindah ke korporasi-korporasi besar. Karena lembaga legislatif akan ditempati oleh orang-orang yang dikendalikan oleh pimpinan parpol, yang kebanyakan berlatar belakang pengusaha.

Erwin berharap, praktik aksi borong artis maupun publik figur ini tidak merusak tatanan demokrasi Negara ini. PAN sendiri komitmen untuk tidak membeli artis, apalagi membiayai kampanye.

“Ya kalau sekedar kasih bantuan bendera, stiker, itu  biasa. Tapi tidak dengan membelinya. Populer saja nggak cukup untuk menjadi anggota DPR. Apalagi dengan membelinya. Nanti dikira gedung dewan itu panggung artis. Tidak kerja untuk rakyat,” ujar Erwin. (idp)


BACA JUGA

Jumat, 15 Februari 2019 11:59

Seleksi PPPK, 305 Pemda Serahkan Usulan ke Kementerian PANRB

JAKARTA – Sebanyak 305 pemerintah daerah telah menyampaikan usulan pengadaan…

Jumat, 15 Februari 2019 11:54

Dorong Pemerataan Pendidikan, PIP Bantu Pemda Wujudkan Wajar 12 Tahun

DEPOK—Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional 2015-2019 mengamanatkan pembangunan pendidikan…

Jumat, 15 Februari 2019 11:45

PIP Efektif Pangkas Angka Putus Sekolah

DEPOK—Program Indonesia Pintar (PIP) merupakan bantuan yang diberikan Pemerintah Indonesia…

Rabu, 13 Februari 2019 23:41

Penetapan Zonasi Sekolah dalam Proses Perampungan

  DEPOK--Penetapan zonasi sekolah sudah memasuki proses perampungan. Data Direktorat…

Rabu, 13 Februari 2019 23:34

Pemerintah Kabupaten Landak Akan Tindak Tegas Pelaku Pungutan Dana PIP

  DEPOK--Pemerintah Kabupaten Landak, Kalimantan Barat, berkomitmen mendukung Program Indonesia…

Selasa, 22 Januari 2019 23:30

Politala Bebaskan UKT bagi Mahasiswa Miskin Berprestasi

JAKARTA--Program pemberian beasiswa merupakan  bentuk kepedulian sosial dari perusahaan kepada…

Selasa, 22 Januari 2019 16:02

Kenalkan Kekayaan Literasi, Indonesia Bawa 450 Judul Buku dan 12 Penulis Ternama

  JAKARTA--Kegiatan pameran buku bertaraf internasional London Book Fair (LBF)…

Kamis, 17 Januari 2019 16:07

MenPANRB : Public Trust, Elemen Penting Guna Penegakan Supremasi Hukum

JAKARTA—Pemerintahan yang kuat harus mendapatkan kepercayaan dari masyarakat agar dapat…

Kamis, 17 Januari 2019 15:56

Mahasiswa KKN Diminta Peduli Kondisi Sosial Masyarakat

JAKARTA—Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) melalui Direktorat …

Sabtu, 22 Desember 2018 14:02

Fokus Revitalisasi Politeknik, Dongkrak Lulusan Bermutu

BANDUNG—Target sasaran Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemristekdikti) pada…

Truk Termundur di Kilometer 1,5 Hantam Plang dan Mobil Parkir Depan Mini Market

Lomba Akuntansi Meriahkan Pembukaan Festival of Stiepan Volume 2

Gerakan Indonesia Bersih akan Diikuti Kaltara Bersih

Review FS, Tim Korsel Kunjungi KIPI

Pemprov Kaltara Bentuk Tim Pengawasan Lintas Batas Negara

Cerita Peserta Autonation Modified Show; Beli Mobil Rp 90 Juta, Modifikasi Habis Ratusan Juta

Penampakan Mobil-Mobil Modifikasi Keren Mejeng di Plaza Balikpapan

Warga Asing Penghuni Rudenim Mau Kabur, Naik ke Atap dan Nantang Polisi

AYOO..! Weekend Ini Seru-Seruan di Festival of Stiepan Volume 2, Ada Fourtwnty

Ini yang Dilakukan Manajemen Persiba Agar Pemainnya Tak Kabur Lagi
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*