BREAKING NEWS | RAGAM | OLAHRAGA | KRIMINAL | NASIONAL | INTERNASIONAL | ADVERTORIAL

NASIONAL

Jumat, 20 Juli 2018 12:10
Kemendikbud Gandeng BNN dan BNPT Kuatkan Karakter Siswa
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Muhadjir Effendy, Kepala BNN, Heru Winarko; Kepala BNPT, Suhardi Alius, dan Sekretaris Jenderal Kementerian Agama, Nur Syam usai penandatanganan nota kesepahaman pencegahan, serta mempercepat penanggulangan dan pemberantasan penyalahgunaan narkotika dan prekusor narkotika, maupun paham radikal dan intoleransi. (foto ; dok/ kemendikbud)

PROKAL.CO,  

 

JAKARTA--Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) bersama Kementerian Agama (Kemenag) menjalin kerja sama dengan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) dan Badan Nasional Narkotika (BNN). Kerja sama empat institusi ini diharapkan dapat memperkuat pencegahan, serta mempercepat penanggulangan dan pemberantasan penyalahgunaan narkotika dan prekusor narkotika, maupun paham radikal dan intoleransi. Hadir dalam penandatanganan nota kesepahaman siang ini, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Muhadjir Effendy; Kepala BNN, Heru Winarko; Kepala BNPT, Suhardi Alius; dan Sekretaris Jenderal Kementerian Agama, Nur Syam.

"Masa depan Indonesia bergantung bagaimana kita menyiapkan generasi penerus agar memiliki daya tahan dalam menghadapi, menangkal penyalahgunaan narkotika dan paham berbahaya yang mengancam kehidupan berbangsa," disampaikan Mendikbud Muhadjir Effendy di kantor Kemendikbud, Jakarta, Kamis (19/7).

"Kemendikbud memiliki kewenangan dalam bidang pengawasan, pembinaan dan afirmasi tetapi untuk kewenangan lebih lanjut ada di pemerintah kabupaten/kota. Karena itu, yang bisa kami lakukan dalam intervensi penataan kurikulum, dimasukkan dalam penguatan pendidikan karakter yang mengacu pada Perpres Nomor 87 Tahun 2017," ujar Mendikbud.

Dilanjutkan Muhadjir, dengan diberlakukannya Perpres Nomor 87 Tahun 2017 tentang Penguatan Pendidikan Karakter maka akan sangat mudah bagi Kemendikbud untuk merevisi dan menyempurnakan kurikulum untuk kepentingan peserta didik. Namun, tidak akan ada penambahan mata pelajaran khusus, karena mata pelajaran yang ada saat ini sudah terlalu banyak. "Kan ada intrakurikuler, kokurikuler, dan ekstrakurikuler. Semua akan kita gunakan. Nanti kita bikin luwes sesuai dengan struktur Kurikulum 2013 yang desainnya luwes," ujar Mendikbud.

Kerja sama antara Kemendikbud dengan BNN meliputi penyebarluasan informasi; penguatan peran guru dan tenaga kependidikan melalui pendidikan dan pelatihan; pertukaran data dan informasi; pertukaran tenaga ahli dan informasi tentang metode dan teknis; pengembangan materi pendidikan keluarga dalam pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika dan prekursor narkotika.

Sedangkan ruang lingkup kerja sama Kemendikbud dengan BNPT di antaranya meliputi penyebarluasan informasi tentang pencegahan paham radikal dan intoleransi pada satuan pendidikan; pengembangan kegiatan kokurikuler dan ekstrakurikuler di satuan pendidikan yang berorientasi pada pencegahan penyebaran paham radikal dan intoleransi; penguatan materi moderasi serta toleransi dalam keberagaman sebagai pengembangan materi bahaya radikalisme dan intoleransi yang terintegrasi ke dalam mata pelajaran. Serta hal yang tidak kalah pentingnya adalah peningkatan kapasitas guru dan tenaga kependidikan di bidang pencegahan penyebaran paham radikal dan intoleransi melalui penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan.  (*/sar/pro)


BACA JUGA

Minggu, 19 Agustus 2018 18:36

Berbekal Kreativitas Berkebun, Jopy Nikmati Omzet Rp 238 Juta per Tahun

JAKARTA—Rote Ndao merupakan sebuah kabupaten di provinsi Nusa Tenggara Timur yang terletak di…

Sabtu, 18 Agustus 2018 22:33

Jadi Transmigran, Solihin Kini Punya Kebun “Uang”

JAKARTA—Awalnya tak pernah terpikir oleh Solihin untuk menjadi seorang transmigran yang sukses…

Kamis, 16 Agustus 2018 10:18

Sukses di Perantauan, Bukti Keberhasilan Program Transmigrasi

JAKARTA--Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) kembali memberikan…

Rabu, 15 Agustus 2018 11:54

Jadikan Transmigrasi Pusat Ekonomi Baru

  JAKARTA—Program transmigrasi yang diterapkan oleh pemerintah saat ini menjadi ujung tombak…

Selasa, 14 Agustus 2018 00:39

Revisi UU Guru dan Dosen, PGRI : Utamakan Kepentingan Bangsa

JAKARTA--Ketua Umum PGRI Unifah Rosyidi mengungkapkan bahwa pemerintah harus melakukan kajian yang lebih…

Selasa, 14 Agustus 2018 00:38

Memasuki Tahun Politik, PGRI Tegaskan Tetap Independen

JAKARTA--Menyikapi perkembangan politik yang terjadi menjelang pemilihan serentak Presiden/ Wakil Presiden,…

Selasa, 14 Agustus 2018 00:34

Pemerintah Ajak Ilmuwan Diaspora Bangun SDM Indonesia

JAKARTA--Simposium Cendekia Kelas Dunia Tahun 2018 resmi dibuka oleh Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan…

Selasa, 14 Agustus 2018 00:31

Dukung Kesehatan Masyarakat,  Sinar Mas Kerahkan 100 Relawan  Medis

KUTAI TIMUR---Sebanyak kurang lebih 1.000 warga di Kabupaten Kutai Timur khususnya di wilayah …

Minggu, 22 Juli 2018 00:55

Mendikbud : Dirjen GTK Baru Harus Tancap Gas

JAKARTA—Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) melantik Supriano sebagai Direktur Jenderal…

Sabtu, 21 Juli 2018 22:06

Artis Jadi Caleg, Dibeli Parpol?

JAKARTA - Partai Amanat Nasional (PAN) melalui Wakil Sekjennya,  Erwin Izharuddin, mengeritik Partai…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .