BREAKING NEWS | RAGAM | OLAHRAGA | KRIMINAL | NASIONAL | INTERNASIONAL | ADVERTORIAL

NASIONAL

Senin, 11 Juni 2018 15:52
Banyak Kekurangan, Pemerintah Didesak Evaluasi Bandara Jabar Kertajati

PROKAL.CO, JAKARTA- Digadang-gadang menjadi bandara terbesar kedua di Indonesia, Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati dinilai memiliki sejumlah kelemahan dan kesalahan fatal sehingga perlu dievaluasi secara menyeluruh. 

Menurut anggota Komisi V DPR RI Bambang Haryo Soekartono, bandara yang baru diresmikan dan dibanggakan oleh Presiden RI Joko Widodo itu sebenarnya belum layak untuk melayani penerbangan komersial.

"Saat soft launching oleh Presiden bandara tersebut tidak dalam kondisi sempurna. Seharusnya, saat simulasi bandara harus dipastikan benar-benar sudah siap, baik dari sisi operasional maupun fasilitasnya," kata Bambang Haryo, Sabtu (9/6).

Dia menilai pemerintah terburu-buru mengoperasikan BJIB Kertajati tanpa memperhatikan faktor kenyamanan dan keselamatan. Keputusan untuk soft launching bandara itu dalam kondisi tidak sempurna akan mengulang pengalaman buruk Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta Jakarta.

"Terminal 3 Soetta di-soft launching oleh Presiden Jokowi sebelum tuntas, akibatnya terminal itu tidak selesai-selesai dan pembangunannya dicicil-cicil. Seharusnya, tuntaskan semua fasilitasnya baru dioperasikan. Bagi saya, pelayanan Terminal 3 lebih buruk dari terminal lain di Soetta," tegasnya.

Ketidaksiapan lainnya di BJIB Kertajati, lanjut Bambang Haryo, antara lain garbarata belum dapat dioperasikan dan lantai terminal belum selesai saat soft launching.

"Yang lucu lagi adalah menara ATC (Air Traffic Control, Red) berada di seberang runway. Ini bisa membahayakan penerbangan. Mana ada ATC di seberang runway," kata anggota Fraksi Gerindra ini.

Kekurangan lain, yakni jumlah parking stand untuk apron pesawat hanya 10, jauh lebih sedikit dibandingkan jumlah parking stand bandara lainnya. 

Sebagai gambaran, Bandara Juanda Surabaya memiliki 44 parking stand, Bandara Ahmad Yani Semarang 25 parking stand, dan Bandara Sultan Hasanuddin Makassar 40 parking stand. 

"Dari sisi ini saja BIJB Kertajati tidak layak disebut bandara besar," kata Bambang Haryo yang juga anggota Badan Anggaran DPR RI.

Tidak didukung intermoda

Dia juga meragukan potensi perkembangan BIJB Kertajati karena tidak didukung dengan intermoda dan hinterland atau kawasan komersial. Jaraknya ke Bandung dan Jakarta cukup jauh, yakni sekitar 170 km ke Bandung dengan waktu tempuh normal 2,5-3 jam, sementara jarak ke Jakarta sekitar 240 km dengan waktu tempuh 4-5 jam.

Jarak yang jauh ini membuat BIJB Kertajati tidak ideal sebagai penyangga Bandara Husein Sastranegara Bandung dan Bandara Soekarno-Hatta Jakarta. Jarak yang jauh justru menimbulkan biaya tinggi dan risiko lebih besar bagi pengguna jasa bandara.

Bambang Haryo menilai BIJB Kertajati yang menelan investasi lebih dari Rp3 triliun itu kurang efektif dan efisien. Dengan investasi sebesar itu, Kertajati hanya berkapasitas 5 juta penumpang, sedangkan Bandara Sepinggan Balikpapan yang dibangun dengan dana Rp2 triliun bisa menampung hingga 14 juta penumpang.

"Oleh karena itu, yang perlu dilakukan adalah kaji ulang BIJB Kertajati, sebab bisa-bisa tidak ada manfaat bagi masyarakat. Pemerintah jangan melakukan pembohongan publik dengan menyatakan bandara hebat tetapi kenyataannya tidak demikian," kata Bambang Haryo. (pro) 


BACA JUGA

Selasa, 21 Agustus 2018 04:11

Mendikbud Berikan Penghargaan kepada Joni

JAKARTA--Melihat aksi menegangkan yang dilakukan Yohanes Ande Kala yang akrab disapa Joni (14) memanjat…

Selasa, 21 Agustus 2018 04:09

Watimpres : Jelang Tahun Politik, Bangsa Jangan Mudah Terbelah

JAKARTA-- Anggota Dewan Pertimbangan Presiden Sidarto Danusubrotoberpesan kepada seluruh masyarakat…

Minggu, 19 Agustus 2018 18:36

Berbekal Kreativitas Berkebun, Jopy Nikmati Omzet Rp 238 Juta per Tahun

JAKARTA—Rote Ndao merupakan sebuah kabupaten di provinsi Nusa Tenggara Timur yang terletak di…

Sabtu, 18 Agustus 2018 22:33

Jadi Transmigran, Solihin Kini Punya Kebun “Uang”

JAKARTA—Awalnya tak pernah terpikir oleh Solihin untuk menjadi seorang transmigran yang sukses…

Kamis, 16 Agustus 2018 10:18

Sukses di Perantauan, Bukti Keberhasilan Program Transmigrasi

JAKARTA--Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) kembali memberikan…

Rabu, 15 Agustus 2018 11:54

Jadikan Transmigrasi Pusat Ekonomi Baru

  JAKARTA—Program transmigrasi yang diterapkan oleh pemerintah saat ini menjadi ujung tombak…

Selasa, 14 Agustus 2018 00:39

Revisi UU Guru dan Dosen, PGRI : Utamakan Kepentingan Bangsa

JAKARTA--Ketua Umum PGRI Unifah Rosyidi mengungkapkan bahwa pemerintah harus melakukan kajian yang lebih…

Selasa, 14 Agustus 2018 00:38

Memasuki Tahun Politik, PGRI Tegaskan Tetap Independen

JAKARTA--Menyikapi perkembangan politik yang terjadi menjelang pemilihan serentak Presiden/ Wakil Presiden,…

Selasa, 14 Agustus 2018 00:34

Pemerintah Ajak Ilmuwan Diaspora Bangun SDM Indonesia

JAKARTA--Simposium Cendekia Kelas Dunia Tahun 2018 resmi dibuka oleh Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan…

Selasa, 14 Agustus 2018 00:31

Dukung Kesehatan Masyarakat,  Sinar Mas Kerahkan 100 Relawan  Medis

KUTAI TIMUR---Sebanyak kurang lebih 1.000 warga di Kabupaten Kutai Timur khususnya di wilayah …
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .