BREAKING NEWS | RAGAM | OLAHRAGA | KRIMINAL | NASIONAL | INTERNASIONAL | ADVERTORIAL

NASIONAL

Senin, 04 Juni 2018 15:44
HIKMAH RAMADAN
Ternyata Pancasila Sesuai Piagam Madinah. Benarkah?
M Cholil di depan keluarga besar Lemhannas RI.

PROKAL.CO, JAKARTA – Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) RI menggelar peringatan Nuzulul Quran, di ruang Gajah Mada Lemhannas RI, Senin (4/6) pagi tadi. Dalam peringatan tersebut, Ketua Komisi Dakwah Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat KH Muhammad Cholil Nafis Lc MA PhD menyampaikan, Alquran merupakan buku petunjuk bagi umat Islam.

“Sama seperti mobil selalu ada buku petunjuknya. Manusia juga harus selalu perhatikan buku petunjuknya,” katanya. Itu sebabnya, ia mengajak manusia harus kembali pada Alquran. “Orang yang menjalankan nilai-nilai Alquran akan dimuliakan Allah. Coba perhatikan, para penghafal dan pengamal Alquran tidak ada yang sengsara hidupnya,” tegasnya.

Namun, menurut dia, yang memprihatinkan adalah data dari Lembaga Survei Indonesia (LSI) yang menyebutkan, 65 persen umat Islam di Indonesia masih buta huruf Alquran. “Jangankan mengerti, bagaimana pula akan mengamalkan dan membela Alquran. Ini yang menjadikan banyak yang menjadi muslim tapi tak paham islam. Akibatnya banyak paham yang menyimpang dan membahayakan,” bebernya.

Ustaz Cholil menyampaikan, sejak kelahirannya, Islam tidak mengajarkan kekerasan dan tidak pernah memaksakan agama Islam kepada orang yang beragama lain. Hal ini terbukti ketika Rasulullah berada di Madinah pun mengeluarkan Piagam Madinah. “Poin utama Piagam Madinah ini adalah sebagai muslim tidak dibenarkan memaksakan agama Islam kepada orang lain,” bebernya.

Piagam Madinah adalah sebuah ketetapan mengenai dasar-dasar negara Islam yang bekerja untuk mengatur suatu umat dan membentuk suatu masyarakat serta menegakkan suatu pemerintahan. Menurutnya, kesamaan konsep antara Piagam Madinah dengan Konstitusi Indonesia diantaranya terletak pada adanya ikatan agama dengan negara. Nabi Muhammad SAW mendirikan negara Madinah tidak melabelkan Negara Islam namun bersifat umum dan berdasarkan atas kesepakatan masyarakat atau kontrak sosial. Hal ini menyikapi pemikiran segelintir orang yang selalu menggaungkan sistem khilafah di Indonesia.

Dikatakan, dalam Piagam Madinah tidak membedakan suku, agama dan antargolongan. “Semua mengutamakan persaudaraan dan persatuan,” tegasnya. Maka tidak heran, kata Ustaz Cholil, para ulama pendiri bangsa di masa lalu, juga mengikuti Rasulullah dalam hal membentuk negara. “Jadi Indonesia sudah Indonesia sangat Islami. Tak hanya menegakkan syariah. Tapi juga berperilaku ihsan alias berakhlak mulia,” bebernya.

Piagam ini menjabarkan hubungan agama dengan negara yang diimplementasikan dalam konstitusi yang disepakati bersama oleh masyarakat yang plural. Bahwa otoritas negara terhadap keagamaan masyarakat sebatas menjamin keberlangsungan, kebebasan untuk memilih dan memeluk agama, mengatur militer serta terpeliharanya perdamaian dalam kehidupan bersama.

“Nabi Muhammad SAW mendirikan negara Madinah tidak melabelkan negara Islam, tetapi bersifat umum dan berdasarkan atas kesepakatan masyarakat,” tambahnya

Dijelaskannya, hubungan agama dan negara diletakkan sebagai relasi yang  kuat dan resmi.  Pluralitas keagamaan dilihat sebagai keniscayaan yang harus dilindungi oleh negara.

“Intinya, pembentukan negara bersifat ijtihadi menuju kemaslahatan umat. Heterogenitas adalah keniscayaan, tetapi tetap dalam bingkai keteraturan yang taat kepada hukum dan kesepakatan,” pungkas Cholil.

Ditambahkan, bicara syariah harus dilengkapi dengan akhlak sebagai penyempurna. Itu sebabnya, dalam berbangsa dan bernegara juga tidak cukup hanya sesuai syariah. Tapi ada juga akhlak mulia antarsesama. “Jadi, Pancasila dan Undang-undang Dasar 1945 sama dengan kesepakatan Madinah yang diberi nama Piagam Madinah. Hal ini harus diajarkan pula kepada para generasi milenial. Sehingga anak-anak tidak hanya belajar dengan Profesor Google atau Sayyidina Youtube,” guraunya.

Ia kembali menegaskan, menegakkan syariat saja tidak cukup. “Untuk urusan syariat, malaikat jelas jauh lebih baikm” sambungnya.

Lalu kenapa Allah menciptakan manusia? Karena manusia berbeda dengan makhluk lain, yang berilmu dan mampu menyerap pengetahuan. Jadi taat saja menurutnya tak cukup. Ia menyarankan agar setiap orang menggunakan kekuasaan untuk mendekatkan diri kepada Allah. Kalau sudah pintar pun diingatkan untuk jangan sombong. “Sebab semua ilmu dari Allah. Biasanya  intelektualitas melahirkan kesombongan. Sampai menganggap orang lain yang lain tak pantas masuk surga,” sindirnya.

Terkait dengan aksi bom bunuh diri, ia menegaskan bahwa Islam tak butuh pasukan berani mati. Islam justru membutuhkan pasukan berani hidup, hidup dengan karya dan jasanya, serta semua prestasinya.

“Belum lagi anggapan akan mendapat bidadari. Ini hanya urusan di atas ranjang. Nikmatnya bidadari itu hanya di dunia. Sebab nantinya di akhirat, sidadari secantik apa pun akan kalah rasanya jika bisa bertemu Allah. Banyak hal lain lebih nikmat ketimbang bidadari di Surga,” tegasnya.

Maka menurutnya aneh jika ada yang memusuhi orang lain hanya karena ingin dekat dengan Allah. “Ingin dekat Allah ya dekati makhluknya. Sebab saling memberi adalah sifat Allah, sehingga peduli dengan orang lain sangat diperlukan,” sebutnya.

Sebelumnya, dalam sambutannya, Gubernur Lemhannas RI Letjend TNI Purn Agus Widjojo mengajak para hadirin agar menjadikan Alquran sebagai petunjuk dalam kehidupan bermasyarakat berbangsa dan bernegara.

“Sikap toleransi dalam kemajemukan suku agama ras antar-golongan sesuai prinsip universal. Saling menghormati antarsesama dan membangun toleransi hendaknya persatuan dan kesatuan. Sudah jelas Alquran menyuruh umat bersatu di jalan Allah,” bebernya. Ia juga mengajak agar umat Islam menunjukkan citranya sebagai umat yang ramah dan toleran sesuai dengan tatanan demokrasi, teduh, harmonis dan jauh dari anarkis. (*)


BACA JUGA

Sabtu, 04 Mei 2019 22:48

Kemendikbud Gandeng Kemenag Tangkal Radikalisme

    JAKARTA—Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy mengungkapkan…

Jumat, 03 Mei 2019 12:15

Zonasi Pendidikan Cegah Jual Beli Kursi dan Pungli

SISTEM zonasi dalam penerimaan peserta didik baru (PPDB) merupakan strategi…

Kamis, 02 Mei 2019 23:49

Menristekdikti Usulkan Anggaran Riset Capai Rp 10 Triliun

  DEPOK—Pada peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2019 , Menteri…

Kamis, 02 Mei 2019 17:16

Genjot APK Usia Sekolah Prioritaskan Wilayah 3T

  JAKARTA—Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy mengungkapkan bahwa…

Rabu, 01 Mei 2019 21:58

Kemendikbud Siap Gelar Pelatihan Guru Berbasis Zonasi

  JAKARTA--Guna mempercepat peningkatan kualitas guru, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan…

Selasa, 30 April 2019 19:35

Kemdikbud Tetapkan 3 Fokus Pembangunan Manusia di Sektor Pendidikan

  JAKARTA--Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) telah menetapkan peta jalan…

Jumat, 29 Maret 2019 01:54

Kepsek dan Pengawas Sekolah Diminta Lebih Visioner

JAKARTA--Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy mengungkapkan bahwa saat…

Jumat, 29 Maret 2019 01:17

WCP Dinilai Berhasil Dongkrak Publikasi Ilmiah Indonesia

JAKARTA--Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) yanb sejak tahun…

Selasa, 26 Maret 2019 13:42

Perusahaan Dinilai Kurang Peduli, Banyak Karyawan Belum Terdaftar BPJSTK

CILOTO—Direktur  Jaminan Sosial, Ditjen Pembinaan Hubungan Industrial dan Jaminan Sosial…

Selasa, 26 Maret 2019 13:00

Luhut : Indonesia Darurat Sampah !

BEKASI--Menko Maritim Luhut Binsar Pandjaitan menyambut baik keberadaan PLTSa Bantar…

Honda Astra Motor Gelar Journalist Competition, Hadiah Sepeda Motor hingga Liburan ke Thailand

Lagi Ngerapiin Dagangan, Pedagang Sayur Ditabrak Pengendara Motor dari Belakang

Kredit Mobil di Leasing, Sepasang Suami-Istri Kabur Gak Bayar Cicilan

Perusahaan Tak Beri THR? Silakan Lapor ke Sini..

Respons Pimpinan PT BOS Land atas Keluhan Salah Satu Kontraktornya, Ini Tanggapannya..

Smartfren Buka Investasi di Kaltim, Target Tahun Ini 300 BTS

PLN Berbagi di Bulan Ramadan bersama 8.000 Anak Yatim dan Dhuafa

Di Balik Perjuangan Siswi Peraih Nilai UNBK Tertinggi se-Kaltim, Ini Cara Dia Jawab Soal "Bermasalah"..

Imbas Harga Tiket Pesawat Naik, Mudik Menggunakan Kapal Pelni Melonjak

Samarinda Banjir (Lagi)..!! Arus Lalu Lintas Lumpuh, Rumah Sakit Terendam
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*