BREAKING NEWS | RAGAM | OLAHRAGA | KRIMINAL | NASIONAL | INTERNASIONAL | ADVERTORIAL

NASIONAL

Jumat, 25 Mei 2018 01:23
PGRI Sesalkan Kebijakan Pengangkatan Honorer Berubah-ubah
(foto : ilustrasi / dok.Jawa Pos)

PROKAL.CO,  

JAKARTA--Ketua Umum Pengurus Besar Persatuan Guru Republik Indonesia (PB PGRI) Unifah Rosyidi mengapresiasi komitmen pemerintah khususnya Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) yang kini kerap memperhatikan nasib para guru honorer. "Kami apresiasi Pak Mendikbud beserta jajarannya yang sekarang leboh terbuka dan fokus pada pengangkatan honorer," terang Unifah saat ditemui Kaltim Post usai Rakornas PGRI di Gedung Guru, Jakarta, Rabu (23/5) malam. 

 

Unifah berpendapat, keterbukaan terhadap proses dan sistem pengangkatan guru honorer ini juga diharapkan dari kementerian terkait lainnya. Salah satunya, Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPANRB). Hal ini terkait dengan kabar adanya rencana pemerintah mengangkat 100 ribu guru honorer. 

 

"Kami juga minta keterbukaan (informasi data) dari KemenPANRB. Apalagi yang soal 100 ribu guru honorer itu," ujar Unifah. 

 

Namun, Unifah mengkritisi  pemerintah yang tak pernah konsisten terhadap sistem pengakatan guru honorer. Menurutnya, sistem ataupun kebijakan pengangkatan guru honorer janganlah berubah-ubah. Karena ini juga menyangkut nasib guru honorer ke depannya. 

 

"Ya soal 100 ribu guru honorer itu, tiba-tiba disebutkan harus memiliki sertifikat pendidik. Mana adaa? Wong sertifikat pendidik itu kan program yang ditentukan pemerintah dengan kuota yang sangat terbatas dan diberikan kepada calon guru, bukan guru dalam jabatan," jelas Unifah. 

 

Dia menerangkan, pihaknya tidak masalah jika guru honorer yang diangkat lalu disertifikasi dalam Pendidikan Profesi Guru (PPG). PPG merupakan pendidikan tinggi setelah program pendidikan sarjana yang mempersiapkan peserta didik untuk memiliki pekerjaan dengan persyaratan keahlian khusus dalam menjadi guru. Pendidikan ini harus ditempuh selama 1-2 tahun setelah seorang calon lulus dari program sarjana kependidikan maupun non sarjana kependidikan.

 

"Itu boleh-boleh saja. Namanya juga dilatih, ya tidak apa-apa. Tapi bukan menjadi persyaratan. Kalau sekarang ini kan namanya mencederai rasa keadilan. Mereka yang selama ini dibutuhkan dikelas-kelas, di sekolah-sekolah tapi  tiba-tiba ada syarat yang macam-macam begini," keluhnya.

 

Oleh sebab itu, Unifah berharap Kemendikbud dan KemenPANRB dapat kembali meninjau kebijakan tersebut sehingga tidak menyulitkan guru honorer yang bersangkutan yang mengikuti proses pengangkatan tersebut. 

 

Sementara itu, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy menegaskan baha rencana pengangkatan 100 ribu guru honorer ini masih dalam pembahasan. 

 

"Belum diputuskan. Doakan saja," seru Muhadjir. (sar)


BACA JUGA

Senin, 10 Desember 2018 02:24

Hadapi Era 4.0 , Perguruan Tinggi Tinggalkan Metode Pembelajaran Konvensional

JAKARTA--Kemajuan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) di era revolusi industri…

Kamis, 06 Desember 2018 19:21

DPD RI Segera Bentuk Tatib Terkait Evaluasi Perda

JAKARTA—Kewenangan DPD RI melakukan pemantauan dan evaluasi atas Rancangan Peraturan…

Kamis, 06 Desember 2018 19:13

Senator Papua Prihatin Kasus Penembakan di Nduga

JAKARTA—Anggota DPD RI Provinsi Papua Carles Simaremare merasa prihatin atas…

Rabu, 05 Desember 2018 14:21

Dinilai Tidak Rasional, Guru Honorer Tolak PP Baru Soal P3K

JAKARTA—Peraturan Pemerintah (PP) no.49 Tahun 2018 tentang pengangkatan pegawai honorer…

Selasa, 04 Desember 2018 15:48

Atasi Kesenjangan, Teknologi Jadi Kunci Pemerataan Pendidikan

BALI--Kepala Pusat Teknologi Informasi dan Komunikasi Pendidikan dan Kebudayaan (Pustekkom)…

Selasa, 04 Desember 2018 14:16

Hanya 40 Persen Guru non TIK Melek Teknologi

  BALI—Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) saat ini terus berupaya…

Selasa, 04 Desember 2018 13:46

Kemendikbud Siapkan Pendidikan 4.0 untuk Indonesia

BALI—Sebagai wujud mentransformasikan pendidikan memasuki revolusi industri keempat, Kementerian…

Senin, 03 Desember 2018 00:28

Ajang World Skill Asia, Indonesia Sabet Juara Umum

  JAKARTA--Lagi-lagi, siswa-siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) kembali mengharumkan nama…

Minggu, 02 Desember 2018 23:55

PGRI Sambut Positif PMP Bakal Diajarkan Kembali di Sekolah

BOGOR--Ketua Umum PGRI, Unifah Rosyidi menyambut baik adanya wacana dari…

Minggu, 02 Desember 2018 23:54

PGRI Siap Datang ke Istana, Beberkan Permasalahan Guru

  BOGOR--Dengan adanya undangan dari Presiden RI Joko Widodo kepada…

CBR 150 R Terbaru Launching di Kaltim, Satu-satunya Dilengkapi Emergency Stop Signal

CEK NIH..! Prakiraan Cuaca dari BMKG saat Perayaan Natal dan Malam Tahun Baru

KERAASS..! Ini Ancaman Official Team Jika Bonus Atlet Porprov Belum Dibayarkan

Rambah Seluruh Provinsi, Beri Kurikulum Teknik Sepeda Motor Honda di SMK 3 Tanjung Selor

Peringati Keenam Kali Jadi Sponsor AFF, Suzuki Bagi-Bagi Hadiah di Balikpapan

Senggol Ibu Hamil, Pengendara Ini Tewas Terlindas Truk di Kariangau

Sidang Keempat Kasus Tumpahan Minyak, Saksi Ungkap Penyebab Kematian Korban

Truk Termundur Lagi di Tanjakan RSKD, Hantam Mobil dan Sepeda Motor

Dikenal Pendiam, Pemuda Gantung Diri di Gunung Empat Sebelumnya Pernah Coba Bunuh Diri

Laka di Kilometer 22 Balikpapan, Bus Adu Banteng dengan Mini Bus
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .