BREAKING NEWS | RAGAM | OLAHRAGA | KRIMINAL | NASIONAL | INTERNASIONAL | ADVERTORIAL

NASIONAL

Jumat, 11 Mei 2018 10:37
Kemampuan Ilmuwan Menulis Jurnal Ilmiah Masih Lemah

Kemenristekdikti Gandeng University of Nottingham

Direktur Jenderal Sumber Daya Iptek Dikti Kemenristekdikti, Ali Ghufron Mukti saat ditemui Kaltim Post di FX Sudirman, Jakarta. (FOTO : NICHA RATNASARI/ KP )

PROKAL.CO, JAKARTA—Sebagian besar peneliti di Indonesia masih lemah dalam  kemampuan menulis atau menyusun jurnal ilmiah. Hal ini yang menyebabkan hasil  dan kualitas penelitian para ilmuwan Indonesia kalah bersaing di tingkat internasional.

mengungkapkan, kelemahan tersebut hingga saat ini masih belum menunjukkan perbaikan yang signifikan meskipun jumlah publikasi ilmiahIndonesia pada jurnal internasional bereputasi terindeks Scopus meningkat sekitar 2.000 jurnal. “Kelemahan ilmuwan kita adalah dua hal. Pertama, bobot penelitian dan kedua adalah cara menulis,” terang Ali Ghufron saat ditemui Kaltim Post di FX Sudirman, Jakarta, baru-baru ini.

Dia menerangkan, seharusnya ilmuwan pada saat awal ingin melakukan penelitian bisa membuat inovasi sehingga penelitian yang dilakukan merupakan sesuatu yang baru dan lebih berbobot.  “Selain  itu juga cara menulisnya harsu memiliki scientific science skills. Harus berbasis penelitian. Ada hipoteis, pembuktian, analisis dan kesimpulannya. Secara metodelogi harus bisa diterima dan berkualitas. Hasilnya tentu harus bisa dipercaya.,” jelas Ghufron.

Untuk mengatasi kondisi ini, Ghufron menerangkan bahwa pemerintah melalui Kemenristekdikti menjalin kerjasama dengan University of Nottingham. Menurutnya, riset pada masa mendatang menjadi agenda utama pemerintah Indonesia, khususnya Kemenristekdikti. Selain itu, masyarakat sebagai penerima manfaat dari riset diharapkan dapat berkontribusi langsung, setidaknya memantau langsung proses pelaksanaannya.

“Dengan adanya kerja sama ini, saya berharap dunia riset Indonesia di masa depan akan semakin cerah,” ungkap Ali Ghufron.

Lebih jauh Ali Ghufron menambahkan,  hal terpenting dalam melakukan riset ialah harus mampu menciptakan relasi kuat antara riset dan industri. Keduanya harus saling berkaitan agar pembangunan yang diharapkan dapat terwujud secara berkesinambungan.

Masih di tempat yang sama, Stuart Marsh, Professor of Geospatial Engeenering, University of Nottingham  dalam membahas perihal riset dan tuntutan masyarakat terhadap keberhasilan riset, tmenerangkan bahwa tekanan yang dialami peneliti di Inggris terjadi bukan pada bagaimana cara mereka mempublikasikan hasil riset, melainkan kualitas dari riset yang dipublikasikan tersebut. Agar kualitas riset terjaga, ia mengatakan pemerintah Inggris turut andil dalam pengontrolan riset itu sendiri.

“Karena paper ini didanai pemerintah, maka riset harus punya pengaruh dengan masyarakat. Misal pada bidang engineering. Apa yang diriset harus berdampak setidaknya pada masyarakat engineer. Dan baiknya riset tersebut bisa berpengaruh pada kebijakan pemerintah. Ini yang pemerintah Inggris lakukan dalam mengontrol penelitian,” jelasnya.

Pengaruh dari riset tidak akan pernah terjadi apabila knowledge exchange tidak berjalan. Karena pengaruh riset hanya bisa dinilai dari dampak terhadap dunia industri. Dalam hal ini kolaborasi menjadi hal utama.

Berbicara tentang kolaborasi, Patrick J Cullen, Professor of Process Engineering, University of Nottingham, juga menambahkan bahwa selama ini banyak jurnal-jurnal internasional merupakan hasil kolaborasi dengan berbagai industri, institusi, dan akademik internasional. Kolaborasi merupakan parameter penting dalam meneliti. Menurutnya hal tersebut dapat meningkatkan kualitas paper para peneliti.

“Banyak paper di Inggris merupakan hasil kolaborasi dengan institusi lain. Kami, University of Nottingham, juga berkolaborasi dengan ITB untuk riset kami tentang geothermal,” ungkapnya. (sar)


BACA JUGA

Jumat, 15 Februari 2019 11:59

Seleksi PPPK, 305 Pemda Serahkan Usulan ke Kementerian PANRB

JAKARTA – Sebanyak 305 pemerintah daerah telah menyampaikan usulan pengadaan…

Jumat, 15 Februari 2019 11:54

Dorong Pemerataan Pendidikan, PIP Bantu Pemda Wujudkan Wajar 12 Tahun

DEPOK—Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional 2015-2019 mengamanatkan pembangunan pendidikan…

Jumat, 15 Februari 2019 11:45

PIP Efektif Pangkas Angka Putus Sekolah

DEPOK—Program Indonesia Pintar (PIP) merupakan bantuan yang diberikan Pemerintah Indonesia…

Rabu, 13 Februari 2019 23:41

Penetapan Zonasi Sekolah dalam Proses Perampungan

  DEPOK--Penetapan zonasi sekolah sudah memasuki proses perampungan. Data Direktorat…

Rabu, 13 Februari 2019 23:34

Pemerintah Kabupaten Landak Akan Tindak Tegas Pelaku Pungutan Dana PIP

  DEPOK--Pemerintah Kabupaten Landak, Kalimantan Barat, berkomitmen mendukung Program Indonesia…

Selasa, 22 Januari 2019 23:30

Politala Bebaskan UKT bagi Mahasiswa Miskin Berprestasi

JAKARTA--Program pemberian beasiswa merupakan  bentuk kepedulian sosial dari perusahaan kepada…

Selasa, 22 Januari 2019 16:02

Kenalkan Kekayaan Literasi, Indonesia Bawa 450 Judul Buku dan 12 Penulis Ternama

  JAKARTA--Kegiatan pameran buku bertaraf internasional London Book Fair (LBF)…

Kamis, 17 Januari 2019 16:07

MenPANRB : Public Trust, Elemen Penting Guna Penegakan Supremasi Hukum

JAKARTA—Pemerintahan yang kuat harus mendapatkan kepercayaan dari masyarakat agar dapat…

Kamis, 17 Januari 2019 15:56

Mahasiswa KKN Diminta Peduli Kondisi Sosial Masyarakat

JAKARTA—Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) melalui Direktorat …

Sabtu, 22 Desember 2018 14:02

Fokus Revitalisasi Politeknik, Dongkrak Lulusan Bermutu

BANDUNG—Target sasaran Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemristekdikti) pada…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*