BREAKING NEWS | RAGAM | OLAHRAGA | KRIMINAL | NASIONAL | INTERNASIONAL | ADVERTORIAL

NASIONAL

Jumat, 20 April 2018 22:44
1.234 Desa Ditarget Jadi ‘Desa Berdaya’
(foto : ilustrasi/ net)

PROKAL.CO, JAKARTA—Tahun ini, Rumah Zakat menargetkan akan membina 1.234 desa yang tersebar di seluruh Indonesia untuk menjadi Desa Berdaya. CEO Rumah Zakat, Nur Efendi mengungkapkan ini merupakan proses pemberdayaan wilayah berdasarkan pemetaan potensi lokal di bidang ekonomi, kesehatan, lingkungan  dan pendidikan.

“Tujuannya untuk meningkatkan kualitas hidup individu dan komunitas masyarakat. Maka itu, untuk merealisasikannya kami perlu bermitra dengan berbagai stakeholder lokal hingga nasional,” kata Nur di Jakarta, baru-baru ini.

Nur membeberkan, desa dan kelurahan di Indonesia yang jumlahnya mencapai 74.754 desa dan 8.430 kelurahan, sekitar 73,14 persennya memiliki tipologi pertanian untuk mendukung swasembada pangan nasional. Sebab itu, diperlukan kolaborasi bersama untuk mengentaskan kemiskinan di desa yang menapai16,31 juta atau 13,47 persen masih lebih tinggi dibanding kemiskinan di kota.

Salah satu mitra yang vital untuk bisa membantu merealisasikan Desa berdaya, kata Nur adalah para Fasilitator Desa Berdaya yang merupakan para pemuda yang bisa menjadi pendamping, pemberdaya, surveyor program, penggerak lingkungan, dan bahkan menjadi advokat. “Tugas mereka ini sangat luar biasa. Maka kami sebut sebagai Relawan Inspirasi,” kata Nur.

Sementara itu, Fasilitator Desa Berdaya, Hikmah Fitria menambahkan, salah satu Desa Berdaya yang kini bisa dicontoh daerah lainnya adalah, Desa Purworejo, Kabupaten Kendal. Hikmah mengatakan, sebagian besar warga di desa tersebut adalah tenaga migran baik yang masih aktif ataupun yang sudah purna. “Karena mayoritas ibu-ibu, kami terpilih sebagai desa migran produktif oleh Kemenaker,” kata Hikmah.

Lebih jauh dia menerangkan, tujuannya pemberdayaan tenaga migran  adalah agar  mereka punya keterampilan dan tidak membuat mereka kembali lagi ke luar negeri. Kemenaker memberikan fasilitas sarpras pengolahan jagung. Namun sayangnya, program ini kemarin berhenti di Desember 2017 dan belum berkesinambungan.

“Kami kemudian terjun ke lapangan untuk menggali purna pekerja migran dengan memberikan pelatihan seperti pengolahan makanan dari jagung, ikan, dan buah. Selain itu juga melatih kerajinan tangan,” pungkasnya. (*/sar)


BACA JUGA

Selasa, 22 Januari 2019 23:30

Politala Bebaskan UKT bagi Mahasiswa Miskin Berprestasi

JAKARTA--Program pemberian beasiswa merupakan  bentuk kepedulian sosial dari perusahaan kepada…

Selasa, 22 Januari 2019 16:02

Kenalkan Kekayaan Literasi, Indonesia Bawa 450 Judul Buku dan 12 Penulis Ternama

  JAKARTA--Kegiatan pameran buku bertaraf internasional London Book Fair (LBF)…

Kamis, 17 Januari 2019 16:07

MenPANRB : Public Trust, Elemen Penting Guna Penegakan Supremasi Hukum

JAKARTA—Pemerintahan yang kuat harus mendapatkan kepercayaan dari masyarakat agar dapat…

Kamis, 17 Januari 2019 15:56

Mahasiswa KKN Diminta Peduli Kondisi Sosial Masyarakat

JAKARTA—Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) melalui Direktorat …

Sabtu, 22 Desember 2018 14:02

Fokus Revitalisasi Politeknik, Dongkrak Lulusan Bermutu

BANDUNG—Target sasaran Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemristekdikti) pada…

Sabtu, 22 Desember 2018 13:35

Mahfud : Tugas Kampus Cetak Intelektual Bermoral dan Tanggung Jawab

BANDUNG—Maraknya kasus korupsi dan juga intoleransi di tengah kehidupan  masyarakat…

Sabtu, 22 Desember 2018 13:04

Pemerintah Dorong Peningkatkan SDM Milenial Berkualitas

BANDUNG—Sekretaris Jenderal Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemristekdikti),…

Jumat, 21 Desember 2018 00:35

Keren! Mahasiswa Indonesia Sabet 44 Emas di Ajang AUG 2018

JAKARTA--Sebanyak 50 mahasiswa Indonesia yang ikut dlam ajang ASEAN University…

Selasa, 11 Desember 2018 00:33

Penerapan Sistem Zonasi Harus Konsisten

JAKARTA—Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) saat ini tengah menggodok grand…

Senin, 10 Desember 2018 02:24

Hadapi Era 4.0 , Perguruan Tinggi Tinggalkan Metode Pembelajaran Konvensional

JAKARTA--Kemajuan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) di era revolusi industri…

Politala Bebaskan UKT bagi Mahasiswa Miskin Berprestasi

Walikota Nilai Kebijakan Tarif Bagasi Berbayar Bisa Matikan UMKM

Perampok Beraksi di Jalan Panglima Batur! Korban Dibacok, Uang Rp 600 Juta Raib

Caleg DPRD Balikpapan yang Dipolisikan Tim Bawaslu Angkat Bicara, Ini Tanggapannya..

Peduli Keselamatan dan Kesehatan Kerja, PLN Resmikan Kampus Pelayanan Teknik di Balikpapan

Kenalkan Kekayaan Literasi, Indonesia Bawa 450 Judul Buku dan 12 Penulis Ternama

Siapkan Tempat Wisata Baru di Balikpapan, Disporapar Target 51 Ribu Kunjungan Wisatawan pada 2019

Pedagang Keluhkan Kebijakan Ini, Dagangannya Terancam Gulung Tikar

Caleg Diduga Kampanye di Rumah Ibadah, Ini Penjelasan Kuasa Hukumnya..

Kaget Anak Lompat-Lompat Dalam Mobil, Perempuan Ini Oleng dan Tabrak Tiang Listrik
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*