BREAKING NEWS | RAGAM | OLAHRAGA | KRIMINAL | NASIONAL | INTERNASIONAL | ADVERTORIAL

NASIONAL

Kamis, 29 Maret 2018 01:48
Tangani 1.000 Desa Berisiko Stunting, Pemerintah Kuatkan Integrasi Lintas Sektor
(foto : ilustrasi/net)

PROKAL.CO,  

JAKARTA—Program intervensi stunting yang digalakkan oleh pemerintah  kini lebih diarahkan agar program tersebut terintegrasi. Pasalnya, harus ada keterlibatan beberapa kementerian terkait untuk ikut turun tangan mengatasi permasalahan tersebut.

 

Menteri Kesehatan (Menkes) Nila F. Moeloek mengatakan, program intervensi stunting yang dikoordinasi langsung oleh Wakil Presiden (Wapres) RI Jusuf Kalla ini bukanlah hanya tugas Kementerian Kesehatan (Kemenkes) saja. “Perkembangan penanganan stunting bakal lebih efektif jika dilakukan bersama-sama. Karena secara tidak disadari, masalah stunting ini juga akan memepengaruhi kondisi tingkat ekonomi masyarakat di Indonesia,” kata Nila di sela acara Stunting Summit 2018 di Hotel Borobudur , Jakarta, Rabu (28/3). 

 

Menurutnya, jika Indonesia tidak segera menangani stunting maka bukan hanya ekonomi saja ikut terkena imbasnya, tapi juga kualitas generasi bangsa ke depannya. “Maka itu, pemenuhan gizi harus diperhatikan agar menghindarkan anak dari risiko stunting,”  ujar Nila. 

 

Dibeberkan, provinsi Nusa Tenggara Timut (NTT) dan  Sulawesi Barat termasuk provinsi yang memiliki angka stunting yang tinggi yakni lebih dari 40 persen. Tugas Kemenkes di sini, kata Nila, adalah melakukan intervensi yang spesifik. Salah satunya, mengajak masyarakat untuk menciptakan lingkungan yang bersih. 

 

“Kalau lingkungan kita baik, pola hidup bersih dan sehat, tentu akan sangat bagus. Saat ini ada 1.000 desa yang daerahnya memiliki risiko stunting. Ini mungkin bisa diintervensi oleh dana desa. Misalnya, dengan membantu penyediaan sarana air bersih,” kata Nila. 

 

“Akses air bersih itu penting. Pola pikir masyarakat juga harus diubah dan dibiasakan memanfaatkan MCK. Meski dibangun, tp perilaku masyarakat masih buang air sembarangan, tetap tidak akan membantu,” serunya. 

 

Di tempat yang sama, Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT), Eko Putro Sandjojo mengatakan, penanganan masalah stunting ini memang menjadi pekerjaan rumah (PR) bagi pemerintah pusat dan daerah. Untuk tahap awal, pihaknya sepakat jika pemanfaatan dana desa untuk pembangunan infrastruktur yang mendukung kebersihan dan kesehatan lingkungan. 

 

“Mungkin bisa membangun Posyandu, Poskesdes dna MCK. Kemudian, nantinya bisa dilakukan penyediaan makanan bergizi bagi anak-anak di desa setempat sebagai bentuk upaya pengentasan stunting di pedesaan,” kata Eko. 

 

Eko pun memahami bahwa masyarakat pedesaan yang tingkat ekonominya masih banyak yang berada di bawah garis kemiskinan juga menjadi pemicu risiko stunting. “Ya mungkin karena ketidaktahuan, infrastruktur yang minim dan kemiskinan. Ini yang pastinya akan menjadi titik fokus pemerintah terkait pengentasan stunting saat ini,” imbuhnya. (sar/pro)

 

 


BACA JUGA

Senin, 10 Desember 2018 02:24

Hadapi Era 4.0 , Perguruan Tinggi Tinggalkan Metode Pembelajaran Konvensional

JAKARTA--Kemajuan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) di era revolusi industri…

Kamis, 06 Desember 2018 19:21

DPD RI Segera Bentuk Tatib Terkait Evaluasi Perda

JAKARTA—Kewenangan DPD RI melakukan pemantauan dan evaluasi atas Rancangan Peraturan…

Kamis, 06 Desember 2018 19:13

Senator Papua Prihatin Kasus Penembakan di Nduga

JAKARTA—Anggota DPD RI Provinsi Papua Carles Simaremare merasa prihatin atas…

Rabu, 05 Desember 2018 14:21

Dinilai Tidak Rasional, Guru Honorer Tolak PP Baru Soal P3K

JAKARTA—Peraturan Pemerintah (PP) no.49 Tahun 2018 tentang pengangkatan pegawai honorer…

Selasa, 04 Desember 2018 15:48

Atasi Kesenjangan, Teknologi Jadi Kunci Pemerataan Pendidikan

BALI--Kepala Pusat Teknologi Informasi dan Komunikasi Pendidikan dan Kebudayaan (Pustekkom)…

Selasa, 04 Desember 2018 14:16

Hanya 40 Persen Guru non TIK Melek Teknologi

  BALI—Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) saat ini terus berupaya…

Selasa, 04 Desember 2018 13:46

Kemendikbud Siapkan Pendidikan 4.0 untuk Indonesia

BALI—Sebagai wujud mentransformasikan pendidikan memasuki revolusi industri keempat, Kementerian…

Senin, 03 Desember 2018 00:28

Ajang World Skill Asia, Indonesia Sabet Juara Umum

  JAKARTA--Lagi-lagi, siswa-siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) kembali mengharumkan nama…

Minggu, 02 Desember 2018 23:55

PGRI Sambut Positif PMP Bakal Diajarkan Kembali di Sekolah

BOGOR--Ketua Umum PGRI, Unifah Rosyidi menyambut baik adanya wacana dari…

Minggu, 02 Desember 2018 23:54

PGRI Siap Datang ke Istana, Beberkan Permasalahan Guru

  BOGOR--Dengan adanya undangan dari Presiden RI Joko Widodo kepada…

CBR 150 R Terbaru Launching di Kaltim, Satu-satunya Dilengkapi Emergency Stop Signal

CEK NIH..! Prakiraan Cuaca dari BMKG saat Perayaan Natal dan Malam Tahun Baru

KERAASS..! Ini Ancaman Official Team Jika Bonus Atlet Porprov Belum Dibayarkan

Rambah Seluruh Provinsi, Beri Kurikulum Teknik Sepeda Motor Honda di SMK 3 Tanjung Selor

Peringati Keenam Kali Jadi Sponsor AFF, Suzuki Bagi-Bagi Hadiah di Balikpapan

Senggol Ibu Hamil, Pengendara Ini Tewas Terlindas Truk di Kariangau

Sidang Keempat Kasus Tumpahan Minyak, Saksi Ungkap Penyebab Kematian Korban

Truk Termundur Lagi di Tanjakan RSKD, Hantam Mobil dan Sepeda Motor

Dikenal Pendiam, Pemuda Gantung Diri di Gunung Empat Sebelumnya Pernah Coba Bunuh Diri

Laka di Kilometer 22 Balikpapan, Bus Adu Banteng dengan Mini Bus
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .