BREAKING NEWS | RAGAM | OLAHRAGA | KRIMINAL | NASIONAL | INTERNASIONAL | ADVERTORIAL

NASIONAL

Senin, 26 Maret 2018 23:40
Pemerintah Dorong Prukades di Wilayah KTM Maloy

PROKAL.CO,  

JAKARTA—Program Produk Unggulan Kawasan Pedesaan (Prukades) yang digadang-gadang oleh Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) kini mulai digalakkan di kawasan Kota Terpadu Mandiri (KTN) Maloy, Kalimantan Timur. Hal tersebut dianggap mujarab untuk memerangi kemiskinan di wilayah pedesaan terutama di kawasan transmigrasi. 

 

Mendes PDTT, Eko Putro Sandjojo mengungkapkan, peningkatan program Prukades di KTM Maloy juga pernah dilakukan di beberapa kawasan atau permukiman transmigrasi lainnya. Dicontohkan, ada salah satu kawasan transmigrasi yang diberikan dana investasi hingga Rp 4 triliun untuk mengembangkan perkebunan tebu dan bisa mengolah hasilnya hingga menjadi suatu produk ungggulan. 

 

“Selain itu, di KTM Tulang Bawang kan juga sempat macet pengembangan areanya. Akhirnya kita jembatani dengan dunia usaha, maka hutang para peternak yang mencapai RP 1,1 triliun bisa dihapus lalunkita berikan dana desa serta Kredit Usaha Rakyat (KUR). Hasilnya mereka bisa kembali menjalani usahanya,” terangnya. 

 

Oleh sebab itu, lanjut Eko, pengembangan KTM Maloy tersebut juga akan dijembatani dengan dunia usaha. “Pasti kita ajak duduk bersama antara dunia usaha, pemda  dan masyarakat setempat. Kondisi ini kita galakkan disneluruh KTM karena  ini memang anggaran transmigrasi agak turun. Jadi pemerintah menyiasatinya dengan program Prukades,” kata Eko kepada Kaltim Post di Gedung MPR/DPR, Jakarta, Senin (26/3). 

 

Di wilayah Kaltim sendiri, Eko mengatakan bahwa perkembangan investasi yang ada diklaim sudah mulai berjalan. Termasuk wilayah transmigrasi di Kalimantan Utara (Kaltara) yang sudah berhasil di bidang perkebunan jagung hingga pengolahan pasca panen. 

 

“Di Kaltim  juga ada beberapa komoditi yang sudah berjalan, termasuk cokelat juga sudah jalan,” sebut Eko. 

 

Adapun disinggung mengenai targetnya, Eko menegaskan bahwa proses pengembangan KTM Maloy tidak bisa dipatok oleh target mengingat proses pengembangan akan terus berlanjut hingga benar-benar menjadi kota mandiri. 

“Kalau namanya pengembangan KTM, kita tidak bisa mematok target, karena kalau ditarget dikhawatirkan pengembangan akan berhenti setelah target tercapai. Jadi pengembangan akan terus berlanjut sampai kapanpun,” tuturnya.

 

Di samping itu, Eko juga menyebut bahwa pihaknya tidak akan menambah jumlah transmigran di wilayah KTM Maloy. Akan tetapi, akan lebih fokus pada pengembangan Prukades. “Tujuannya agar mereka dapat terintegrasi secara vertikal. Bulog kan juga sudah mulai membangun rice mill dan gudang beras di sana,” pungkasnya. (Sar/pro)

 


BACA JUGA

Kamis, 17 Januari 2019 16:07

MenPANRB : Public Trust, Elemen Penting Guna Penegakan Supremasi Hukum

JAKARTA—Pemerintahan yang kuat harus mendapatkan kepercayaan dari masyarakat agar dapat…

Kamis, 17 Januari 2019 15:56

Mahasiswa KKN Diminta Peduli Kondisi Sosial Masyarakat

JAKARTA—Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) melalui Direktorat …

Sabtu, 22 Desember 2018 14:02

Fokus Revitalisasi Politeknik, Dongkrak Lulusan Bermutu

BANDUNG—Target sasaran Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemristekdikti) pada…

Sabtu, 22 Desember 2018 13:35

Mahfud : Tugas Kampus Cetak Intelektual Bermoral dan Tanggung Jawab

BANDUNG—Maraknya kasus korupsi dan juga intoleransi di tengah kehidupan  masyarakat…

Sabtu, 22 Desember 2018 13:04

Pemerintah Dorong Peningkatkan SDM Milenial Berkualitas

BANDUNG—Sekretaris Jenderal Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemristekdikti),…

Jumat, 21 Desember 2018 00:35

Keren! Mahasiswa Indonesia Sabet 44 Emas di Ajang AUG 2018

JAKARTA--Sebanyak 50 mahasiswa Indonesia yang ikut dlam ajang ASEAN University…

Selasa, 11 Desember 2018 00:33

Penerapan Sistem Zonasi Harus Konsisten

JAKARTA—Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) saat ini tengah menggodok grand…

Senin, 10 Desember 2018 02:24

Hadapi Era 4.0 , Perguruan Tinggi Tinggalkan Metode Pembelajaran Konvensional

JAKARTA--Kemajuan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) di era revolusi industri…

Kamis, 06 Desember 2018 19:21

DPD RI Segera Bentuk Tatib Terkait Evaluasi Perda

JAKARTA—Kewenangan DPD RI melakukan pemantauan dan evaluasi atas Rancangan Peraturan…

Kamis, 06 Desember 2018 19:13

Senator Papua Prihatin Kasus Penembakan di Nduga

JAKARTA—Anggota DPD RI Provinsi Papua Carles Simaremare merasa prihatin atas…

Jual Kosmetik Ilegal di Medsos dan Salon, Tersangka Raup Untung hingga Puluhan Juta Rupiah

Edarkan Kosmetik Ilegal, Tiga Perempuan Muda Diciduk Polisi

Polres Balikpapan Bongkar Sindikat Curanmor Antar Provinsi

MenPANRB : Public Trust, Elemen Penting Guna Penegakan Supremasi Hukum

Mahasiswa KKN Diminta Peduli Kondisi Sosial Masyarakat

Sidang Lanjutan Tumpahan Minyak, JPU Hadirkan Dua Saksi Ahli

Polisi Olah TKP Kebakaran di Tenggarong, Asal Api Diduga dari Dekat Dapur

Yuk Mampir! Sop Kaki Kambing Sudi Mampir Buka Cabang di Samarinda

Ditlantas Polda Kaltim Gandeng Kaum Millenial Serukan Keselamatan Berkendara

Pesawat Tujuan Samarinda Mendarat Lagi di Bandara Balikpapan, 205 Penumpang Lewat Jalur Darat
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*