BREAKING NEWS | RAGAM | OLAHRAGA | KRIMINAL | NASIONAL | INTERNASIONAL | ADVERTORIAL

NASIONAL

Sabtu, 10 Februari 2018 13:02
Era Revolusi Industri 4.0, Pemerintah Genjot Pendidikan Vokasi

Angka Pengangguran Diklaim Hanya 8 Persen

Menristekdikti, Mohamad Nasir saat memberikan kuliah umum di UNP, Padang, Sumatera Barat, Jumat (9/2). (FOTO : KEMENRISTEKDIKTI FOR KALTIM POST)

PROKAL.CO, PADANG--Dalam mengantisipasi masuknya era revolusi industri 4.0, pemerintah Indonesia makin menggalakkan peningkatan pendidikan vokasi baik di jenjang pendidikan menengah hingga pendidikan tinggi. Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi , Mohamad Nasir mengungkapkan, pendidikan vokasi sampai saat ini sudah berjalan sesuai rencana. Yakni, dengan meningkatkan kerjasama antara perguruan tinggi dengan swasta di dunia industri.

"Saat ini di jenjang pendidikan tinggi sudah menuju kepada vokasi yang benar. Kami sudah bekerja sama dengan industri, harapannya serapan vokasi perguruan tinggi negeri dan swasta di dunia industri semakin tinggi," ungkap Nasir saat ditemui Kaltim Post selepas  kegiatan kuliah umum di Universitas Negeri Padang (UNP), Padang, Sumatera Barat, Jumat (9/2).

Nasir menyebutkan, jumlah angka serapan untuk lulusan politeknik dan diploma sudah sangat tinggi. "Bahkan, angka prnganggurannya kemarin tercatat hanya 8 persen," sebut Nasir.

Meski terbilang kecil,  namun Nasir berpendapat bahwa angka tersebut harus terus berkurang mengingat jumlah pengangguran lulusan sarjana sudah jauh lebih di bawahnya."Vokasi harus bisa lebih rendah lagi. Sehingga dengan begitu, penyerapan SDM lulusan vokasi menunjukkan progress yang semakin membaik," jelasnya.

Mantan rektor terpilih Universitas Diponegoro (Undip) ini menerangkan, selama ini yang menjadi penyebab lambatnya penyerapan lulusan vokasi adalah tidak sesuai dengan kebutuhan industri. "Maka sekarang kita atur semua pendidikan vokasi, mulai dari dosennya sebanyak 50 persen dari dunia industri dan 50 persen lainnya dari akademik. Tujuannya supaya program vokasi linear dengan industri, sehingga bisa langsung diserap pasar," tuturnya.

Terpisah, Menteri Ketenagakerjaan , M Hanif Dhakiri mengungkapkan, kurikulum dan metode pendidikan pun harus menyesuaikan dengan iklim bisnis dan industri yang semakin kompetitif dan mengikuti perkembangan teknologi dan informasi. Menurutya, perubahan yang terjadi dalam era revolusi industri juga berpengaruh pada  karakter pekerjaan sehingga keterampilan yang diperlukan juga berubah.

"Tantangan yang  kita hadapi adalah bagaimana mempersiapkan dan memetakan angkatan kerja dari lulusan pendidikan dalam menghadapi revolusi industri 4.0," kata Hanif.

Dijelaskan, karakteristik revolusi industri 4.0 ini meliputi digitalisasi, optimalisasi dan kustomisasi produksi, otomasi dan adapsi, human machine interaction, value added services and businesses, automatic data exchange and communication, dan penggunaan teknologi internet.

"Pola industri baru ini membawa dampak terciptanya jabatan dan keterampilan kerja baru dan hilangnya beberapa jabatan. Industri yang akan banyak berkembang pada revolusi industri baru ini," ujarnya.

Tantangan tersebut kata Menteri Hanif harus dapat diantisipasi melalui transformasi pasar kerja Indonesia dengan mempertimbangkan perubahan iklim bisnis dan industri, perubahan jabatan dan kebutuhan ketrampilan. "Terkait dengan peningkatan kompetensi dan produktivitas tenaga kerja, saya ingin menekankan pentingnya masifikasi pelatihan kerja dan setifikasi profesi yang sedang dilakukan pemerintah melalui pelatihan kerja di BLK dan program pemagangan," pungkasnya. (sar)


BACA JUGA

Jumat, 20 April 2018 22:58

Menristekdikti Minta Wahana Pembelajaran Iptek Juga Ada di Daerah

JAKARTA—Merayakan HUT Pusat Peragaan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (PP-IPTEK) yang ke-27, Menteri…

Jumat, 20 April 2018 22:48

130 Ribuan Jemaah Reguler Sudah Lunasi BPIH

JAKARTA—Kasubdit Pendaftaran Haji Noer Aliya Fitra mengungkapkan bahwa pelunasan Biaya Penyelenggaraan…

Jumat, 20 April 2018 22:46

Ajak Masyarakat Sosialiasikan Gerakan Umroh untuk Berbagi

JAKARTA—Umroh merupakan kegiatan  ibadah yang hampir mirip dengan ibadah haji yang dapat…

Jumat, 20 April 2018 22:45

Mendikbud Berikan Beasiswa untuk Korban Sanggar Seni Hidayat

JAKARTA—Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy pada Rabu (18/4) lalu menyambangi…

Jumat, 20 April 2018 22:44

1.234 Desa Ditarget Jadi ‘Desa Berdaya’

JAKARTA—Tahun ini, Rumah Zakat menargetkan akan membina 1.234 desa yang tersebar di seluruh Indonesia…

Jumat, 20 April 2018 15:25
BREAKING NEWS

Mau Pergi ke Luar Negeri? Unduh Aplikasi Ini Dulu

  JAKARTA – Kementerian Luar Negeri (Kemlu) terus berupaya memberikan perlindungan kepada…

Selasa, 10 April 2018 22:27
BREAKING NEWS

Hati-hati, Serangan Malware Mengkhawatirkan

  JAKARTA – Setelah Pakistan, Indonesia adalah negara di Asia yang paling rawan terkena serangan…

Selasa, 10 April 2018 14:31
BREAKING NEWS

ALHAMDULILLAH, Sudah 18 Anak Alumni Suriah Tak Lagi Radikal

JAKARTA – Gerakan Islamic State of Iraq and Syria (ISIS) diyakini lebih berbahaya dengan Al Qaeda,…

Senin, 09 April 2018 01:56
BREAKING NEWS

Pimpin IPSA Jakarta, Ini yang Akan Dilakukan Wenny Lo

  JAKARTA – Wenny Lo, mendapat amanah sebagai ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Indonesian…

Sabtu, 07 April 2018 11:22

GSI SMP Siap Lahirkan Bibit Unggul, Mampu Perkuat Timnas

  JAKARTA—Gala Siswa Indonesia (GSI) Sekolah Menengah Pertama (SMP) 2018 yang digelar Kementerian…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .