BREAKING NEWS | RAGAM | OLAHRAGA | KRIMINAL | NASIONAL | INTERNASIONAL | ADVERTORIAL
Senin, 18 Desember 2017 11:17
IIIH.. Kotoran Manusia dan Lele Cemari Lingkungan RT 66 Batu Ampar
LIMBAH: Pembuangan air bekas budidaya ikan lele, bercampur kotoran manusia serta air hujan berkumpul kemudian mengalir di lahan warga karena awal pembuatannya kurang memerhatikan saluran pembuangan hingga air menuju, bawah rumah hingga ke sungai. (foto:baim)

PROKAL.CO, BALIKPAPAN- Warga di kawasan Jalan MT Haryono Gang Sekawan RT 66, Kelurahan Batu Ampar, Balikpapan Utara mendapat serangan kotoran budi daya ikan lele.

Selain itu, ada pula membuang kotoran manusia karena tak memiliki mandi cuci kakus (MCK).

Diduga aktivitas pembuangan kotoran itu tak dilewatkan ke saluran air atau got, melainkan ke lahan warga.

Akibatnya, kondisi yang sudah bertahun-tahun itu hingga membentuk aliran air.  Sehingga saat hujan, lokasi perbukitan ini mendapatkan limpahan air bah bercampur sampah.

Padahal seharusnya budidaya lele dilakukan jauh di pemukiman penduduk.

Namun karena kurang pengawasan instansi terkait pemerintah kota Balikpapan, limbah itu pun akhirnya menjadi santapan sehari-hari warga.

Penanganan air kotor dari bekas kolam lele sangat diperlukan, dan memerlukan perhatian khusus. Kondisi air kolam lele yang sudah kotor ini mengeluarkan bau yang tidak sedap berwarna coklat keruh terkadang pula hijau.

“Sudah lama kami tegur, tapi kurang dapat perhatian,” ucap Joko, Ketua RT 66. Bahkan dirinya memberikan solusi, agar pembuangan air dilewatkan ke parit depan, tidak ke samping. “Karena kalau ke samping, ada lahan dan rumah warga,” tuturnya. Joko mengakui pula, ada warganya yang setiap harinya membuang kotoran, mencuci bahkan mandi di kubangan aliran air tadi.

“Susah dikasih tahu, tetap saja dilakukan,” sesalnya. Hal serupa juga diungkapkan Agus dan Hasbi warga sekitar. Ketika air pembuangan lele turun dari atas, cukup deras dan mengeluarkan aroma tak sedap. “Belum lagi bekas kotoran manusia,” terangnya.

Terpisah, Ny Agustin yang lahannya menjadi tumbal karena aliran air limbah tadi melintas di lahannya mengatakan, akibat saluran air atau pembuangan tak diperhatikan, akhirnya air masuk ke lahannya.

Kondisi ini sudah bertahun-tahun, sehingga tercipta bekas pembuangan. “Air pembuangannya menggerus tanah hingga lahan saya longsor,” sesalnya.

Dirinya khawatir, ketika ada anak-anak bermain-bermain, bisa jatuh di bekas longsoran itu.

Menurutnya, Kota Balikpapan sesuai program Presiden Joko Widodo bakal melaksanakan program 100-0-100 atau 100 persen air minum layak, 0 persen kumuh, dan 100 persen akses sanitasi. Buang air besar (BAB) sembarangan dapat menghambat program 100-0-100 tersebut.

“Balikpapan 0 kumuh, artinya harus bebas dari kumuh. Pembuangan limbah BAB tidak ke septic tank atau langsung ke saluran air atau parit dapat mencemari lingkungan,” sesalnya.

Hasbi lalu menambahkan, jika air dari atas deras, jika yang menciumnya adalah orang yang baru pertama ataupun jarang mencium bau kolam lele,  maka baunya akan sangat mengganggu.

“Baunya tak sedap, apalagi disini ada musala dan banyak anak-anak yang setiap hari akhirnya menghirupnya,” kata Hasbi. (aim/pro)

BERITA TERKAIT

BACA JUGA

Jumat, 12 Oktober 2018 11:18

Pinjam Chat Whatsapp Pacar

BALIKPAPAN – Peringatan bagi pengguna media sosial untuk lebih waspada. Baru-baru ini, polisi…

Selasa, 02 Oktober 2018 22:17

Mendikbud: Pemerintah Bekerja Keras Penuhi Hak Guru

JAKARTA-- Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) menyampaikan bahwa Kementerian Pendidikan dan…

Sabtu, 22 September 2018 16:02

Penjabat Gubernur Ditunjuk agar Tidak Ada Kokosongan Pemerintahan

 Samarinda,  Ditunjuknya Ir.Restuardy Daud, MSc  sebagai Penjabat (Pj) Gubernur Kalimantan…

Kamis, 20 September 2018 13:21

Beruntung, PI Migas Kaltim Selesai

Samarinda, Provinsi Kaltim bersyukur karena pemerintah pusat melaui PT Pertamina Hulu Mahakam …

Selasa, 18 September 2018 13:45

ALIKPAPAN- Aparat gabungan dari tim Polres Balikpapan dan Jatanras Polda Kaltim bergerak cepat mengusut…

Selasa, 18 September 2018 11:55

Polisi-TNI Siap Amankan Pemllu 2019

Samarinda. Menghadapi situasi panasnya suhu politik  menjelang Pemilu serentak, Kepolisian Daerah…

Selasa, 31 Juli 2018 13:39

Pemkot Ancam Bongkar Bangunan Pemotongan Ayam

Samarinda, Pemerintah Kota Samarinda mengancam akan membongkar kawasan bangunan yang selama ini melakukan…

Senin, 09 Juli 2018 14:59

Siswa SD Indonesia Sabet Medali Emas Kompetisi Matematika Internasional

        JAKARTA---Siswa Sekolah Dasar (SD) Indonesia kembali mengharumkan nama bangsa…

Jumat, 08 Juni 2018 23:59

Berbagi Kebaikan Bersama BMH

 SALAH satu program unggulan Baitul Maal Hidayatulla (BMH) dalam bidang pendidikan adalah Program…

Kamis, 07 Juni 2018 11:59

Ratusan Perusahaan Terima Proper Lingkungan

  Samarinda, Peringatan Hari Lingkungan Hidup tahun 2018 di Kaltim diperingati dengan pemberian…

Ini Pengakuan Orangtua Pelaku hingga Alasan ND Tega Buang Bayinya di Bandara..

FAKTA TERBARU.. Pelaku Pembuang Bayi Ternyata Datang ke Balikpapan Bareng Orangtuanya, Ini Tujuannya ke Kaltim..

Pelaku Pembuang Bayi di Bandara SAMS Sepinggan Tertangkap, Diciduk Pas Lagi di Kamar Hotel

Kronologi Penemuan Bayi di Toilet Bandara SAMS Sepinggan, Petugas CS Lihat Ada Ceceran Darah

Penemuan Bayi di Bandara SAMS Sepinggan, Posisinya di Dalam Kloset Toilet Bandara

Cerita Pengungsi Palu di Balikpapan, Terima Bantuan Wajib Bawa Surat dari Lurah

Pipa Transmisi PDAM Balikpapan di Hutan Transad Bocor, Ini Wilayah yang Bakal Kena Gangguan Distribusi Air..

Penyebab Kematian Siswi SMP 17 Masih Misterius

PENGECUT! Empat ABG Lakukan Pengeroyokan, Kepala Korban Dihantam Pakai Gitar

Kasus Tewasnya Siswi SMP 17, Korban Ternyata Tak Hanya Makan Donat, Ini Kronologis Lengkapnya..
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .