BREAKING NEWS | RAGAM | OLAHRAGA | KRIMINAL | NASIONAL | INTERNASIONAL | ADVERTORIAL

NASIONAL

Sabtu, 11 November 2017 16:29
Tak Cuma Ijazah, Mahasiswa Butuh Sertifikat Keahlian

Dosen Diminta Ubah Pola Pengajaran di Kampus

(foto : ilustrasi/ net)

PROKAL.CO,  

  

JAKARTA—Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) meminta kepada seluruh perguruan tinggi baik negeri dan swasta untuk lebih memperhatikan keahlian yang dimiliki oleh mahasiswa. Pasalnya, semenjak diterbitkannnya Peraturan Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Permenristekdikti) Nomor 44 Tahun 2015 tentang Standar Nasional Pendidikan Tinggi, lulusan perguruan tinggi dituntut untuk memiliki keahlian yang dapat diaplikasikan di dunia kerja.

 

Staf Ahli Bidang Akademik Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemristekdikti) Paulina Pannen mengungkapkan, sertifikat keahlian itu bukan hanya untuk pendidikan vokasi saja. Melainkan, juga mencakup seluruh program studi (prodi). Misalnya, keahlian bahasa asing, komputer dan keahlian lainnya.

 

“Silakan, dosen-dosen mau mengajarkan mahasiswa apa saja. Tapi bekalilah mahasiswa kita tidak cukup dengan selembar ijazah saja. Tetapi, juga dengan sertifikat keahlian. Ini bagian dari kurikulum,” terang Paulina  di Jakarta, Sabtu (11/11).

 

Berdasarkan hasil penelitian terkait Standar Nasional Pendidikan Tinggi, lanjut Paulina,  disebutkan bahwa di dalamnya harus ada Student Center Learning  (SCL). Hal ini juga sudah sesuai dengan Permendikbud no.44 tahun 2015. Namun, kondisi di lapangan sangat berbeda.

 

“Saya yakin masih tetap melihat dosen yang beridri di depan kelas, mahasiswa yang duduk mengantuk mendengarkan berusaha mencatat. Itu adalah pola ceramah, atau kuliah tradisional,” tandasnya.

 

Menurutnya, dosen atau tenaga pengajar di lingkungan perguruan tinggi harus segera mengubah pola pengajaran. Karena, jika masih bertahan dengan pola yang lama maka dikhawatirkan tidak akan mampu mencetak lulusan dengan kualitas baik.

 

“Kalau pakai pola lama, dengan  membagikan materi, catat, dan kemudian bel selesai. Apakah menjamin  anak itu mengerti? Bisa memahami? Dosen pasti berpikir terserah,” serunya.

 

Oleh sebab itu, pemerintah Indonesia saat ini terus berevolusi dan menetapkan tolok ukur keberhasilan mahasiswa adalah mampu ditampung di pasar kerja. “Kalau dilihat sekarang ini, di Amerika Serikat iklan perguruan tinggi menyebutkan tujuan utamanya adalah student success. Bukanteaching success, bukan institution success.  Jadi ukurannya adalah keberhasilan mahasiswa,” pungkasnya.

 

Adapun Paulina juga mengimbau para dosen maupun perguruan tinggi untuk lebih memahami Permenristekdikti  no.44 tahun 2015 yang akan berlaku penuh pada Desember 2017 . “Sudah ada di situ semua dan dijelaskan kalau kita harus sudah mengubah  paradigma proses belajarnya. Kurikulum sudah berkali-kali diubah. Tapi akan lebih baik lagi kalau kita juga mengubah pola pembelajarannya,” imbuh Paulina.

 

Belum lama ini, Menristekdikti  Mohammad Nasir juga menyampaikan bahwa pemerintah akan merevitaliasi 12 politeknik negeri. Harapannya, bukan hanya mahasiswa politeknik saja, melainkan seluruh lulusan perguruan tinggi wajib mengantongi sertifikat kompetensi/keahlian sesuai jurusan masing-masing.

 

Dari total 83 politeknik negeri, yang akan direvitalisasi pada tahun 2017 ini yakni Politeknik Manufaktur Bandung, Politeknik Pertanian Pangkep, Politeknik Lhokseumawe, Politeknik Samarinda, Politeknik Batam, Politeknik Jember, Politeknik Elektronika Surabaya, Politeknik Perkapalan Surabaya, Politeknik Ambon, Politeknik Malang, Politeknik Maritim Indonesia, dan Politeknik Banjarmasin.

 

Mantan rektor Universitas Diponegoro (Undip) ini menilai, revitalisasi penting untuk memenuhi kebutuhan industri. Apalagi, saat ini, kompetensi lulusan politeknik dan perguruan tinggi masih banyak yang tidak relevan dengan program pembangunan nasional.

 

"Daya saing tenaga kerja Indonesia saat ini masih kalah dari Singapura, Malaysia. Tapi lebih unggul dari Thailand, Filipina, Vietnam dan bahkan India. Revitalisasi politeknik diharapkan mampu meningkatkan mutu pekerja sehingga berdaya saing lebih baik," ujar Nasir.  (sar/pro)


BACA JUGA

Senin, 11 Juni 2018 15:52

Banyak Kekurangan, Pemerintah Didesak Evaluasi Bandara Jabar Kertajati

JAKARTA- Digadang-gadang menjadi bandara terbesar kedua di Indonesia, Bandara Internasional Jawa Barat…

Rabu, 06 Juni 2018 20:50

Berhasil Raih Opini WTP, Mendes : Jangan Ada Celah untuk "Orang Nakal"

  JAKARTA--Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) baru-baru ini memberikan opini wajar tanpa pengecualian…

Rabu, 06 Juni 2018 16:42

Teten : Harus Ada Sinergitas Pengelolaan Dana Desa

  JAKARTA--Koordinator Staff Khusus Presiden, Teten Masduki menyarankan agar alokasi dana desa…

Rabu, 06 Juni 2018 16:36

Dana Desa Ciptakan Sumber Ekonomi Baru

  JAKARTA--Dana desa yang disalurkan oleh pemerintah merupakan ujung tombak pertumbuhan ekonomi…

Senin, 04 Juni 2018 15:44
HIKMAH RAMADAN

Ternyata Pancasila Sesuai Piagam Madinah. Benarkah?

JAKARTA – Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) RI menggelar peringatan Nuzulul Quran, di ruang…

Senin, 04 Juni 2018 15:24
HIKMAH RAMADAN

Guru-Guru SQI Indonesia Diajarkan Mesra. Untuk Apa Ya?

JAKARTA – Tak hanya harus pandai mendidik dan membimbing murid-muridnya, para guru dan staf serta…

Sabtu, 02 Juni 2018 00:49

Cegah Radikalisme, Implementasi PPK Harus Sistematis

 JAKARTA—Munculnya paham radikalisme dan terorisme yang tersebar di tengah-tengah masyarakat…

Kamis, 31 Mei 2018 23:26

GSI SMP 2018, Tim Kaltim Masuk di Group A

JAKARTA—Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) menggelar kompetisi sepakbola jenjang…

Kamis, 31 Mei 2018 06:59

Mendikbud : Ketentuan Zonasi PPDB Harus Diperhatikan

JAKARTA—Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir  menegaskan bahwa Pemerintah…

Kamis, 31 Mei 2018 06:48

Soal PPDB, Pemda Diminta Makin Akuntabel dan Nondiskriminatif

JAKARTA--Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) menerbitkan Peraturan Menteri Pendidikan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .