BREAKING NEWS | RAGAM | OLAHRAGA | KRIMINAL | NASIONAL | INTERNASIONAL | ADVERTORIAL

NASIONAL

Sabtu, 04 November 2017 10:09
Hemat Anggaran, Kemristekdikti Moratorium Fakultas
Menristekdikti , Mohammad Nasir saat ditemui awak media di Hotel Crown Plaza. (Foto : dok/prokal)

PROKAL.CO, class="MsoNormal" style="font-family: UICTFontTextStyleBody; font-size: 17px; text-align: justify;"> 

 

JAKARTA—Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) mulai saat ini menerapkan moratorium pembukaan fakultas baru di lingkungan perguruan tinggi di seluruh Indonesia baik yang berstatus negeri maupun swasta. 

Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohammad Nasir menegaskan, keputusan ini diambil lantaran pemerintah berencana menghemat anggaran di jenjang pendidikan tinggi. Menurutnya, anggaran di perguruan tinggi sebagian besar terserap untuk pembangunan gedung  untuk perkuliahan, fakultas hingga tunjangan para pejabat di perguruan tinggi. 

“Menambah ruang kuliah atau ruang pimpinan,  biaya akan habis di sini semua,” terang Nasir saat ditemui usai membuka Workshop Kepemimpinan bagi Pemimpin Perguruan Tinggi Negeri (PTN) 2017 di Crowne Plaza, Jakarta, Kamis  (2/11).

Mantan rektor Universitas Diponegoro (Undip) ini menjelaskan, penghematan anggaran pembanguan gedung dan pembukaan fakultas baru ini tentunya akan mengurangi jumlah dekan. Namun, berkurangnya dekan tersebut dipastikan tidak akan mempengaruhi  kualitas pemnbelajaran di kampus. 

“Karena kualitas pembelajaran bukan di dekan. Dekan adalah bertugas me-manage anggaran dan me-manageseluruh sumber daya yang ada. Yang mengimplementasikan adalah ketua departemen atau ketua jurusan, itu yang paling penting. Sementara, rektor yang  menyusun dan menetapkan grand design –nya ,” ujar Nasir.

Pembatasan  pembukaan fakultas baru ini , kata Nasir dimulai sejak keputusan ini disampaikan kepada seluruh pimpinan perguruan tinggi. Sebelum adanya keputusan ini, Nasir mengaku perguruan tinggi baik negeri  maupun swasta kerap membuka fakultas baru yang dinilai tidak efisien dan efektif. 

“Contohnya, fakultas teknik banyak yang dipecah-pecah. Kalau PTS sihbagi kami tidak ada masalah, karena kan mereka sendiri yang mencari pendanaan. Yang menjadi konsentrasi kami adalah PTN. Tapi PTS saya sarankan sih, jangan. Karena jika terlalu banyak fakultas juga tidak baik, tidak efisien,” kata Nasir.  

Oleh sebab itu, Nasir mengimbau kepada seluruh perguruan tinggi agar sebaiknya mulai menghentikan pembukaan fakultas baru. Nasir menginginkan agar perguruan tinggi betul-betul mengefektifkan anggaran untuk kepentingan perkuliahan atau apapun yang berkaitan dengan mahasiswa. 

“Kalau program studinya mau ditambah, silakan. Yang kami kunci adalah rumpun ilmunya atau fakultasnya. Misalnya,  membuka prodi yang menggabungkan teknik elektro dengan teknik mesin. Maka ada prodi mekatronika. Ya sudah, masuk saja di rumpun ilmu fakultas teknik,” tuturnya. 

Sementara itu, Direktur Jenderal Kelembagaan Iptek dan Dikti Patdono Suwignjo menambahkan, mengatakan, jika ada penambahan satu fakultas maka minimal akan kehilangan 18 orang tenaga peneliti. Mengingat,  seorang dosen jika sudah menduduki sebuah jabatan di dalam struktural kepemimpinan fakultas maka secara otomatis dia akan kehilangan hak penelitiannya.

“Sedangkan jika berhemat, fakultasnya digabung misalnya dari empat menjadi satu maka akan bertambah sekitar 74 orang tenaga peneliti," kata Patdono. 

Dikatakan, perampingan fakultas ini dilakukan pemerintah Indonesia juga untuk mendorong para peneliti di Indonesia meningkatkan jumlah publikasi ilmiah internasional dan dapat menggeser posisi Malaysia.  Indonesia saat ini sedang mengejar posisi Malaysia di dalam penerbitan jumlah publikasi ilmiah internasional pada tahun 2018 mendatang setelah berhasil menyalip Thailand di tahun 2017. (sar)


BACA JUGA

Selasa, 21 November 2017 12:45

Jaga Ketahanan Pangan, DPD Minta Kaltim Waspadai Perubahan Cuaca

    BALIKPAPAN- Dalam pemenuhan kebutuhan pangan di Indonesia, masih ada hal yang perlu ditindak…

Jumat, 17 November 2017 23:21

WASPADA ! Beredar Surat Palsu CPNS

JAKARTA—Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPANRB)  mengaskan…

Jumat, 17 November 2017 23:12

84 Profesor Bakal Kolaborasi dengan Perguruan Tinggi Indonesia

    JAKARTA—Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) bakal…

Jumat, 17 November 2017 23:09
0

Semester I 2017, Prudential Bayarkan Klaim Rp 6,42 Triliun

  JAKARTA--PT Prudential Life Assurance (Prudential Indonesia), pada semster I tahun 2017 telah…

Senin, 13 November 2017 17:58

Tim Indonesia Sabet 6 Emas Olimpiade Matematika di Filipina

  JAKARTA—Tim Olimpiade Matematika Indonesia perwakilan dari Direktorat Pembinaan SMP (PSMP)…

Sabtu, 11 November 2017 16:29

Tak Cuma Ijazah, Mahasiswa Butuh Sertifikat Keahlian

     JAKARTA—Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti)…

Sabtu, 11 November 2017 16:25

Optimalkan e-Commerce, Strategi Watsons Dongkrak Kinerja

    JAKARTA—Salah satu perusahaan ritel di bidang ‘Health and Beauty’ terbesar…

Sabtu, 11 November 2017 16:23

Bangun JIPP, Sulsel Jadi Pusat Studi Tiru Inovasi Pelayaan Publik

    MAKASSAR—Setelah Jawa Timur, pemerintah kembali menambah unit Jaringan Inovasi Pelayanan…

Sabtu, 11 November 2017 16:21

PTN dan PTS Diminta Sinergi Guna Pemerataan dan Perbaikan Mutu

  YOGYAKARTA--Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi Mohamad Nasir mendorong perguruan tinggi…

Sabtu, 21 Oktober 2017 01:24

Awasi Dana Desa, Kemendes PDTT Libatkan Tokoh Agama

      JAKARTA--Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes…

Jaga Ketahanan Pangan, DPD Minta Kaltim Waspadai Perubahan Cuaca
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .