BREAKING NEWS | RAGAM | OLAHRAGA | KRIMINAL | NASIONAL | INTERNASIONAL | ADVERTORIAL

NASIONAL

Selasa, 10 Oktober 2017 01:53
Berkunjung ke Semarang, Jokowi Bagikan 1.500 KIP
Presiden Joko Widodo bersama para siswa usai membagikan 1.500 KIP dan 1.000 kartu PKH di SMAN 1 Semarang, Senin (9/10). (foto : dok/kemdikbud)

PROKAL.CO, SEMARANG—Presiden Joko Widodo (Jokowi) melakukan kunjungan kerja   ke kota Semarang,  Senin (9/10). Sama halnya dengan kunjungan sebelumnya di Sumenep, Jokowi juga membagikan 1.500 Kartu Indonesia Pintar (KIP) dan 1.000 kartu Program Keluarga Harapan (PKH).

Dalam sambutannya,  Presiden Jokowi menyampaikan bahwa negara tidak ingin melihat ada anak-anak yang tidak sekolah. "Semua anak-anak Indonesia harus bersekolah dan harus sehat, karena itu negara hadir melalui Kartu Indonesia Pintar dan Program Keluarga Harapan," ujar Presiden di lapangan SMAN 1 Semarang.

"Anak-anak tahu ada berapa uang pada Kartu Indonesia Pintar?" tanya Jokowi kepada siswa siswi yang hadir di tempat tersebut.

"Untuk SD mendapatkan Rp. 450.000, SMP Rp. 750.000, dan SMA atau SMK Rp. 1.000.000," jelas Jokowi.

Diketahui, Program Indonesia Pintar (PIP) ditujukan bukan hanya untuk siswa dari keluarga tidak mampu pada pendidikan formal, tapi juga warga belajar dari keluarga tidak mampu pada pendidikan kesetaraan, di mana Paket A setara dengan SD, Paket B setara dengan SMP dan Paket C setara dengan SMA/SMK dan mendapatkan jumlah dana yang sama besarnya.

"Cukup gak uangnya?" tanya Jokowi kembali.

"Cukuuuup.." jawab para siswa serentak.

"Iya harus cukup dong. Boleh untuk beli buku?" lanjut Jokowi.

"Boleeeh," jawab para siswa kompak.

"Boleh untuk beli seragam? Boleh untuk beli alat tulis?" tanya Presiden lebih lanjut.

"Boleeeeh.." seru para siswa.

"Boleh untuk beli pulsa?"

"Tidak boleeeeh," jawab mereka.

"Baguus," puji Jokowi. "Kalau ada yang ketahuan beli pulsa nanti kartunya saya cabut..." tegasnya.

Presiden juga berdialog dengan hadirin dan seperti biasa membagikan sepeda-sepeda yang bertuliskan "Hadiah Presiden Jokowi".

Masih di tempat yang sama, Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kabalitbang), Totok Suprayitno menguraikan bahwa dari 1.500 penerima KIP rinciannya adalah sebagai berikut, untuk SD sebanyak 554; SMP, 452; SMK, 44; SMA, 95 dan Kesetaraan 355.

"Kita mengharapkan mereka agar terus giat belajar meningkatkan prestasinya," ujar Totok.

Turut mendampingi Presiden dan Ibu Iriana Joko Widodo, Menteri Sosial Khofifah Indar Parawangsa, Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Pratikno,  Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dan Walikota Semarang Hendra Prihadi. Dari Kemdikbud tampak hadir Kepala Balitbang Totok Suprayitno, Staf Khusus Mendikbud Bidang Monitoring Implementasi Kebijakan Alpha Amirrachman dan Direktur Pembinaan SMA Purwadi Sutanto. (sar/pro)


BACA JUGA

Sabtu, 22 September 2018 02:04

Pemerintah Didesak Terbitkan Aturan Baru

  JAKARTA--Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) mendesak pemerintah untuk segera menerbitkan…

Jumat, 21 September 2018 21:26

Guru Jangan Terprovokasi, PGRI Janji Perjuangan Nasib Honorer

JAKARTA--Ketua Umum Pengurus Besar Persatuab Guru Republik Indonesia (PB PGRI), Unifah Rosyidi mengimbau…

Minggu, 16 September 2018 16:35

Efektif Berikan Pendampingan, KKN Dorong Kemajuan KTM

JAKARTA—Pengembangan masyarakat di kawasan transmigrasi bukanlah suatu hal yang mudah yang harus…

Sabtu, 15 September 2018 23:54

Program Transmigrasi Berhasil Ciptakan Bibit Unggul SDM

JAKARTA—Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) melalui…

Sabtu, 15 September 2018 23:50

Revitalisasi Transmigrasi Makin Perkuat Persatuan NKRI

JAKARTA—Manfaat program transmigrasi yang telah dijalankan oleh pemerintah Indonesia sejak tahun…

Jumat, 14 September 2018 20:46

Wilayah Transmigrasi Berhasil Jadi Sentra Produk Unggulan

  JAKARTA—Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT)…

Jumat, 14 September 2018 20:35
0

Keberadaan Pasar Kawasan Dongkrak Laju Perekonomian Transmigran

JAKARTA—Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDDT) memiliki…

Kamis, 13 September 2018 15:20
SEMINAR NASIONAL

Kata Mendagri, Paling Enak Zaman Soeharto. Kok Bisa?

JAKARTA – “Paling enak zaman Soeharto. Dulu, kalau membahas undang-undang dan tidak ada…

Kamis, 13 September 2018 10:31

Pemerintah Genjot Pembinaan Kawasan Transmigrasi

JAKARTA—Pembinaan terhadap kawasan transmigrasi dan pembangunan desa tertinggal sangat penting…

Rabu, 12 September 2018 11:11

Kemendes PDTT Prioritaskan Investasi Pertanian di Kawasan Transmigrasi

JAKARTA—Kerjasama investasi yang dilakukan Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .