BREAKING NEWS | RAGAM | OLAHRAGA | KRIMINAL | NASIONAL | INTERNASIONAL | ADVERTORIAL

NASIONAL

Selasa, 10 Oktober 2017 01:25
Dirjen SDID : Kebohongan Akademis Tidak Bisa Diterima

Soal Dwi Hartanto, Masyarakat Diminta Tidak Menghakimi

Dwi Hartanto yang bersama dengan B.J. Habibie di Den Haag. (foto : dok/ Jawa Pos)

PROKAL.CO, JAKARTA—Kencangnya pemberitaan mengenai Dwi Hartanto , mahasiswa doktoral di Technisse Universiteit Delft Belanda yang melakukan pembohongan publik terkait klaim prestasinya yang mentereng di bidang kedirgantaraan turut menarik perhatian Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemristekdikti).

Direktur Jenderal Sumber Daya Iptek Dikti (SDID) Kemristekdikti, Ali Ghufron Mukti mengungkapkan, Dwi sebelumnya memang pernah menjadi bagian dari Visiting World Class Professor 2016. Pada saat itu, , lanjut Ghufron, yang bersangkutan mengaku bahwa dirinya merupakan Assistant Professor di TU Delft Belanda dan siap berkolaborasi dengan akademisi dalam negeri.

“Bahkan, bila merujuk ke berbagai pemberitaan di media massa sebelum penyelenggaraan acara Visiting World Class Professor tahun lalu, Saudara Dwi sudah disorot atas prestasinya," terang Ghufron dalam pernyataan persnya di Jakarta, Senin (9/10).

Visiting World Class Professor merupakan salah satu program yang digagas oleh Ditjen SDID Kemristekdikti  dalam rangka meningkatkan kualitas pendidikan tinggi, yakni dengan menggandeng para Diaspora Indonesia. Pada program Visiting World Class Professor 2016 lalu, Dwi Hartanto menjadi salah satu peserta yang terpilih berdasarkan atas riwayat hidup, capaian, dan prestasi akademis. Hal ini diperkuat dengan pernyataan Dwi melalui surat elektronik bahwa dia merupakan Assistant Professor yang tengah dipersiapkan dan diproyeksikan menjadi Full Professor permanen di Technische Universiteit Delft (TU Delft) di Belanda.

Namun, sayangnya Dwi ternyata telah melakukan sebuah kesalahan yang seharusnya tidak dilakukan oleh seorang ilmuwan atau akademisi. ”Kebohongan akademis tidak bisa diterima, apalagi kebohongan akademis di publik,” tegas Ghufron.

Kendati demikian, Ghufron berharap ke depan Dwi mampu memperbaiki diri dan kembali mengembangkan potensi yang ada pada dirinya, serta memperbaiki dan menjaga integritasnya.  Menurutnya, degan adanya masalah ini, kegiatan Visiting World Class Professor 2016 tetap merupakan acara yang berlangsung secara baik dan bermanfaat bagi ilmuwan Diaspora serta akademisi dalam negeri. Peserta lainnya adalah mereka yang memiliki dedikasi dan integritas yang baik dalam dunia ilmu pengetahuan.

“Bagi kami, Dwi Hartanto pun sebenarnya memiliki potensi untuk berkembang. Kami juga mengimbau para ilmuwan Indonesia di luar negeri untuk membantu Dwi memperbaiki dirinya, janganlah kita kemudian menghakimi, tetapi kita arahkan dan berikan kesempatan, jalan karir Dwi masih panjang mari kita tegur, kita ingatkan dan kita bantu ke arah yang baik," tuturnya. (*/sar/pro)


BACA JUGA

Senin, 11 Juni 2018 15:52

Banyak Kekurangan, Pemerintah Didesak Evaluasi Bandara Jabar Kertajati

JAKARTA- Digadang-gadang menjadi bandara terbesar kedua di Indonesia, Bandara Internasional Jawa Barat…

Rabu, 06 Juni 2018 20:50

Berhasil Raih Opini WTP, Mendes : Jangan Ada Celah untuk "Orang Nakal"

  JAKARTA--Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) baru-baru ini memberikan opini wajar tanpa pengecualian…

Rabu, 06 Juni 2018 16:42

Teten : Harus Ada Sinergitas Pengelolaan Dana Desa

  JAKARTA--Koordinator Staff Khusus Presiden, Teten Masduki menyarankan agar alokasi dana desa…

Rabu, 06 Juni 2018 16:36

Dana Desa Ciptakan Sumber Ekonomi Baru

  JAKARTA--Dana desa yang disalurkan oleh pemerintah merupakan ujung tombak pertumbuhan ekonomi…

Senin, 04 Juni 2018 15:44
HIKMAH RAMADAN

Ternyata Pancasila Sesuai Piagam Madinah. Benarkah?

JAKARTA – Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) RI menggelar peringatan Nuzulul Quran, di ruang…

Senin, 04 Juni 2018 15:24
HIKMAH RAMADAN

Guru-Guru SQI Indonesia Diajarkan Mesra. Untuk Apa Ya?

JAKARTA – Tak hanya harus pandai mendidik dan membimbing murid-muridnya, para guru dan staf serta…

Sabtu, 02 Juni 2018 00:49

Cegah Radikalisme, Implementasi PPK Harus Sistematis

 JAKARTA—Munculnya paham radikalisme dan terorisme yang tersebar di tengah-tengah masyarakat…

Kamis, 31 Mei 2018 23:26

GSI SMP 2018, Tim Kaltim Masuk di Group A

JAKARTA—Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) menggelar kompetisi sepakbola jenjang…

Kamis, 31 Mei 2018 06:59

Mendikbud : Ketentuan Zonasi PPDB Harus Diperhatikan

JAKARTA—Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir  menegaskan bahwa Pemerintah…

Kamis, 31 Mei 2018 06:48

Soal PPDB, Pemda Diminta Makin Akuntabel dan Nondiskriminatif

JAKARTA--Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) menerbitkan Peraturan Menteri Pendidikan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .