BREAKING NEWS | RAGAM | OLAHRAGA | KRIMINAL | NASIONAL | INTERNASIONAL | ADVERTORIAL

RAGAM

Selasa, 29 Agustus 2017 21:55
Sinyal Mahulu yang Tak Lagi Seperti Dulu
Wali Kota Samarinda Syaharie Jaang (dua dari kiri) mengapresiasi Telkomsel karena kini bisa berkomunikasi dengan kerabatnya di kampung halaman, Mahakam Ulu.

PROKAL.CO,  

“Halo…., halo…,…. Tuuuu….t…….,” terdengar suara panggilan terputus. Harus sedikit berteriak agar suara bisa terdengar dengan jelas. Itu pun tidak mudah. Ya, layanan telepon satelit di salah satu warung telekomunikasi dengan tarif Rp 9 ribu per menit itu benar-benar sekaligus menjadi ajang uji kesabaran.

Sebenarnya, tidak ada yang terlalu penting sehingga saya harus ke wartel satelit ini bersama wartawan lain. Saya tiba di hulu Sungai Mahakam ini ikut dalam kegiatan bakti sosial pengobatan gratis, yang digelar salah satu lembaga sosial ini.

Saya rela merogoh kocek untuk masuk bilik telepon satelit hanya untuk memberi kabar kepada keluarga, bahwa saya baik-baik saja. Ya, setelah hampir dua hari mengarungi hulu Sungai Mahakam, tentu istri harus diberi tahu kondisi suaminya, agar tenang.

Apalagi tak mudah untuk bisa sampai di ujung Sungai Mahakam ini. Harus naik pesawat perintis milik Bintang Sendawar dari Samarinda menuju Datah Dawai, selama 1,5 jam. Terbang dengan pesawat kecil, tak ubahnya seperti layang-layang di atas hamparan tanah Borneo yang cukup menantang.

Setelah mendarat di Datah Dawai, barulah bisa menyusuri arus Sungai Mahakam yang berupa riam dengan bebatuan yang cukup menantang adrenalin. Tujuan saya adalah Long Pahangai, salah satu kecamatan yang sebelumnya merupakan wilayah Kerajaan Kutai ini.

Apa yang saya tuliskan di atas adalah gambaran kondisi Mahakam Ulu pada 10 tahun silam. Mahakam Ulu memang terbatas segalanya. Menyediakan sarana komunikasi di wilayah ini, sama sulitnya dengan berjuang melawan penjajahan. Ini tergambar dari sulitnya wilayah Mahakam Ulu ini dijangkau. Dari mulai tidak adanya tranportasi reguler yang memadai, sehingga sebagian besar harus carter dengan biaya tidak sedikit.

Sebenarnya, mahalnya biaya transportasi sungai ini bisa terbayar lunas dengan pemandangan memesona di sungai ini. Dinding batu setinggi hotel berbintang, menjadi pemandangan yang membuat siapa saja menghela nafas kagum. Dinding karst itu seolah sebagai benteng sungai yang sangat kokoh, sekaligus menjaga keberadaan sang hutan perawan. Namun apa jadinya jika semua ini tak bisa dikabarkan langsung karena tidak ada sarana komunikasi. Bukankah dengan dukungan jaringan seluler, keindahan panorama pedalaman ini bisa segera dikabarkan secara virtual?

Sejak Kabupaten Mahakam Ulu berdiri sendiri, dan lepas dari induknya Kabupaten Kutai Barat pada Desember 2012, warga di kabupaten ini memang sangat mendambakan saluran telekomunikasi.

Dengan luas 15.314 kilometer persegi, Kabupaten Mahakam Hulu yang berada di sepanjang Sungai Mahakam kini menjadi kabupaten termuda di Kaltim dan sangat membutuhkan dukungan infrastruktur yang mumpuni. Apalagi keberadaan kabupaten ini sekaligus sebagai penjaga utama Sungai Mahakam yang memiliki panjang 920 kilometer itu.

Entah kapan mimpi akses transportasi darat yang lancar itu bisa terwujud. Namun setidaknya, setelah hampir lima tahun menjadi kabupaten, mimpi untuk bisa berkomunikasi dengan dunia luar, akhirnya bisa diwujudkan oleh Telkomsel.

Masuknya jaringan telekomunikasi ke daerah pedalaman di Mahulu, tentu ibarat durian runtuh bagi warga setempat. Siswa SMA 1 Long Bagun, Lasa kepada media ini mengakui, layanan komunikasi dan internet sangat diperlukan. Terlebih bagi pelajar di pedalaman yang jauh dari perpustakaan, lebih-lebih toko buku. “Dengan komunikasi, wawasan pasti bertambah,” katanya.

Pegawai Radio Republik Indonesia (RRI) di Mahakam Ulu Achmad Jayadi mengakui, sebelumnya sangat sulit bisa berkomunikasi dengan kerabatnya di Samarinda. Operasional radio pelat merah itu juga sangat membutuhkan layanan internet. Itu sebabnya, adanya dukungan sinyal Telkomsel menurutnya sangat membantu tugasnya.

“Kalau ada sinyal, biarpun tugas jauh begini, tetap bisa komunikasi dengan teman-teman di kota,” guraunya.

Kepala Dinas Perhubungan dan Pariwisata (Dishubpar) Mahulu, Alfred berterima kasih dengan adanya jaringan telekomunikasi sampai wilayah pedalaman di Sungai Mahakam. “Tentu akan memudahkan masyarakat di bidang komunikasi, termasuk jaringan internet," harapnya. 

Secara khusus, Wali Kota Samarinda H Syaharie Jaang mengapresiasi langkah Telkomsel yang menyediakan layanan komunikasi sampai tempat kelahirannya, Long Pahangai, Mahakam Ulu.

“Saya sudah menjadi pelanggan operator seluler ini sejak 1999 silam. Nomornya bagus, hampir sama dengan nomor istri,” tuturnya di sela perayaan HUT ke-22 Telkomsel di GOR Madya Sempaja Samarinda, belum lama ini.

Kepala Dinas Kominfo Provinsi Kaltim Abdullah Sani juga menyampaikan, sejak April 2017 lalu warga wilayah perbatasan di Kabupaten Mahakam Ulu bisa memanfaatkan jaringan telekomunikasi generasi ketiga atau 3G untuk mengakses layanan data atau internet.

Disebutkan, peluncuran operasional BTS 3G itu dilakukan bersamaan dengan agenda Kaltim Fair. Ia berharap layanan telekomunikasi itu terus ditingkatkan karena manfaatnya sangat besar bagi warga perbatasan dan pedalaman.

“Kalau ada sinyalnya, handphone milik warga tidak hanya dipakai untuk motret dan mendengar lagu saja,” katanya.

Bupati Mahulu Bonifasius Belawan Geh menyampaikan, serius memberikan dukungan pembangunan tower telekomunikasi alias base transceiver station (BTS). ”Bahkan pemerintah membantu pembelian bahan bakar minyak untuk mesin listrik di BTS. Ini bukti keseriusan agar jaringan Telkomsel lebih sempurna,” ungkapnya.

Mulya Budiman, general manager Sales Telkomsel Regional Kalimantan mengakui, tak mudah untuk bisa memberikan layanan telekomunikasi sampai pedalaman. “Kondisi geografisnya berbukit-bukit, dan penduduknya berpencar, saling berjauhan,” tuturnya.

Namun akhirnya, target yang ditetapkan agar jaringan Telkomsel di Kabupaten Mahakam Ulu tersedia, bisa terwujud. Tentu saja, hal itu tidak hanya menjadi kado terindah bagi warga Mahakam Ulu, tapi juga menjadi persembahan terbaik di hari jadi ke-22 Telkomsel kepada bangsa ini. Dengan begitu, warga di pelosok dan pedalaman seperti di Mahulu tetap bisa berkomunikasi dengan dunia luar. (*)

 

Penulis: Endro Efendi


BACA JUGA

Sabtu, 02 September 2017 19:28

Lanud Balikpapan Bagikan 1.000 Bungkus Daging Kurban  

BALIKPAPAN- Pangkalan Udara Balikpapan pada perayaan kegiatan ibadah  Idul Adha 1438 Hijriah membagikan…

Selasa, 29 Agustus 2017 22:10

WOW MEMBANGGAKAN..!! Paper tentang Problem Kepasiran di Sumur Migas Bawa Mahasiswa Balikpapan Ini ke Paris

Fadhil Rizadi patut bangga. Dia mewakili Indonesia di ajang internasional. Mahasiswa asal Balikpapan…

Selasa, 29 Agustus 2017 21:55

Sinyal Mahulu yang Tak Lagi Seperti Dulu

  “Halo…., halo…,…. Tuuuu….t…….,” terdengar…

Senin, 28 Agustus 2017 23:00

Alhamdulillah, Jumlah Jamaah Salat Subuh Bertambah

Berbagai gerakan sudah dilakukan. Baik melalui spanduk, baliho, termasuk iming-iming hadiah mulai benda…

Senin, 28 Agustus 2017 15:43

Modifikasi di Kalimantan Berani Custom dan Kombinasi Warna

BALIKPAPAN- Ajang modifikasi IAM MBtech 2017 ke-11 yang berlangsung di Bumi Borneo, tepatnya di Plaza…

Senin, 28 Agustus 2017 15:10

KEREEN..!! Kontes Mobil Modifikasi IAM MBtech 2017 Sambangi Balikpapan

BALIKPAPAN- Para pencinta otomotif di Kaltim, khususnya Balikpapan, benar-benar termanjakan. Sebuah…

Selasa, 22 Agustus 2017 14:10

Guru Asal Sebatik Raih Gelar Juara I Guru SMA/SMK Berdedikasi

JAKARTA—Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) akhirnya mengumumkan bahwa dari 875…

Kamis, 17 Agustus 2017 12:56

Pecahkan Rekor Perayaan HUT RI di Batas Negara

    SEBATIK-Perayaan HUT ke-72 RI pagi ini di perbatasan Indonesia-Malaysia, akan ditandai…

Rabu, 16 Agustus 2017 23:55

Muluskan Jalan ke Negeri Jiran, Menteri: Jangan Hanya Jadi Seremonial

SEBATIK-Pemerintah tak ingin teras negara tidak kinclong. Proses pemulusan pun terus dilakukan. Agar…

Rabu, 16 Agustus 2017 23:48

Ekspor Perdana Bandeng Tanpa Duri ke Tawau

SEBATIK-Peluang usaha di kawasan perbatasan terbuka lebar. Salah satunya di Pulau Sebatik, Kabupaten…

Dari Hobi dan Seni hingga Koleksi Motor Antik Seharga Rp 350 Juta

Islam dalam Pusaran Kapitalis dan Komunis
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .