BREAKING NEWS | RAGAM | OLAHRAGA | KRIMINAL | NASIONAL | INTERNASIONAL | ADVERTORIAL

RAGAM

Selasa, 29 Agustus 2017 22:10
WOW MEMBANGGAKAN..!! Paper tentang Problem Kepasiran di Sumur Migas Bawa Mahasiswa Balikpapan Ini ke Paris

Bangga Stan Ramai Dikunjungi Peserta dari Berbagai Negara

MEMBANGGAKAN DAERAH: Fadhil Rizadi mengenakan almamater kebanggaan STT Migas Balikpapan mengabadikan diri dengan berlatar Menara Eiffel, Paris.

PROKAL.CO, Fadhil Rizadi patut bangga. Dia mewakili Indonesia di ajang internasional. Mahasiswa asal Balikpapan itu memaparkan paper/karya ilmiah dalam perhelatan European Associations of Geoscientist and Engineers (EAGE) Conference and Exhibition di Paris, Prancis, 11–15 Juni 2017.

 

ERIK ALFIAN, Balikpapan

 

FADHIL terkejut ketika pertama kali mengetahui paper yang dikirimnya lolos seleksi. “Tentu saja bangga, senang bercampur aduk,” terangnya. Sebelumnya, dia mesti mengirim sebuah karya ilmiah kepada dewan juri. Dalam kesempatan tersebut, anak kedua dari tiga bersaudara itu mengusung paper tentang problem kepasiran pada sumur minyak dan gas.

“Problem ini memang sepertinya sederhana. Tapi ketika tidak dilakukan penanganan dengan tepat, potensi kerugiannya sangat besar bagi perusahaan migas (minyak dan gas),” terangnya.

Mahasiswa semester 7, Jurusan Teknik Perminyakan STT Migas, Balikpapan, itu mengaku memperoleh informasi terkait kompetisi karya ilmiah itu dari Sri Konsep Wicaksono,  dosen mata kuliah teknik reservoir. “Beliaulah yang membuka seleksi, kebetulan saya yang lolos,” kata dia.

Semasa penelitian, Fadhil banyak mendapat dukungan dan bimbingan dari dosen di STT Migas Balikpapan. Salah satunya, Sri Konsep Wicaksono. Dia melalukan penelitian selama tiga bulan. Setelah selesai, dia mencoba peruntungan dengan mengirim hasil penelitian ke beberapa perlombaan.

Dari sekian perlombaan, ternyata event EAGE yang tertarik dengan penelitian Fadhil. Dia memberi judul penelitiannya Static and Dynamic Approaches to Predict Sand Production Rate in an Unconsolidated Reservoir: Case Study in Field “X”. Paper yang disusunnya itu terpilih dalam kategori Rock Physics & Geomechanics Student e-Poster Competition.

Langkah selanjutnya setelah terpilih menjadi salah satu kontestan adalah membuat paspor. Untuk urusan yang satu ini, Fadhil tak banyak menemui kendala. Dia mengaku mengurus semua persyaratan keberangkatan seorang diri. “Panitia hanya menyiapkan beberapa lampiran dokumen yang digunakan untuk membantu proses pengurusan paspor,” imbuhnya.

Di Paris, Fadhil memesan hotel yang terletak tak jauh dari lokasi perlombaan. “Dari bandara menuju hotel, saya juga menggunakan transportasi online. Hotel juga saya peroleh dengan memesan lewat website booking,” terangnya.

Soal bahasa, dia tak mengalami kendala, mengingat cukup banyak masyarakat Paris yang mahir berbahasa Inggris. Fadhil menjelaskan, paper yang disusunnya berdasarkan data real yang diambil dari salah satu lapangan migas di Indonesia. Namun, dia tak diperkenankan menyebut nama perusahaan dan lapangannya. “Paper ini juga masih bersifat teoritis, dalam industri migas juga belum ada penelitian lebih lanjut,” ungkapnya.

 

Fadhil menjadi satu-satunya peserta asal Indonesia yang mengikuti event EAGE untuk kategori paper. Bahkan, dia adalah peserta paling muda dalam ajang tahunan itu. “Kebanyakan mahasiswa yang lain sudah dalam tahap master degree (S-2). Juga ada yang sedang menyelesaikan studi PhD mereka,” kata dia.

Di Paris, dia sempat bertemu dengan peserta asal Indonesia. Mereka berasal dari Institut Teknologi Bandung (ITB) dan Universitas Gadjah Mada (UGM) Jogjakarta. Namun, dua peserta itu mengikuti perlombaan untuk kategori EAGE Field Challenge. “Untuk dua orang tersebut ikut kompetisi perencanaan pengembangan lapangan,” kata penghobi gaming itu.

Dia menjelaskan, EAGE berlangsung sejak 11 Juni dan berakhir 15 Juni 2017. Pada 11 Juni acara dimulai dengan lomba EAGE Field Challenge. Peserta dari ITB dan UGM masuk dalam lima finalis yang diundang ke acara tersebut. Dalam kesempatan itu, dua kampus terkemuka di Indonesia itu mesti bersaing dengan IFP School Prancis, University of Manchester, dan Universitas Teknologi Petronas, Malaysia. “Untuk kategori ini, IFP School menjadi yang terbaik. Urutan kedua adalah University of Manchester dan Universitas Teknologi Petronas ada di posisi ketiga,” kata dia.

Keesokannya, acara dibuka oleh President EAGE Chris Ward dan President Society of Petroleum Engineers Janeen Judah. Pada 13 Juni, kompetisi poster paper dan oral paper dimulai. “Saat itu, saya mengikuti workshop yang membahas tentang geological subsurface pada saat latihan soal Delta Mahakam. Isu itu yang menjadi salah satu pertanyaan saya,” beber dia.

Pada 14 Juni, Fadhil kembali mengikuti workshop dengan tema geothermal. Akhirnya pada 15 Juni, tiba kesempatan Fadhil untuk mempresentasikan paper yang sudah disusunnya selama tiga bulan lebih.

Fadhil turun dalam kategori student e-poster dengan sub-judul Rock Physics. Namun sayang, dalam kategori ini, Fadhil tidak mendapat predikat the best paper. “Alhamdulillah, presentasi berlangsung lancar. Audiensi sangat antusias memperhatikan. Walaupun judul paper saya tidak menjadi yang terbaik,” akunya.

Adapun yang terbaik dalam kategori yang diikutinya adalah University of Stavanger dengan sub-judul Seismic Interpretation and Attributes, Utrecht University dengan sub-judul Near Surface, Water Resources and Sustainable Development, dan Indian Institute of Technology.

Meski tak menjadi yang terbaik, Fadhil puas karena booth yang dia tempati tidak kalah ramai dengan booth peserta peraih best paper. Sebagian besar peserta dari berbagai negara mengunjungi stan miliknya.

Dia menambahkan, EAGE diikuti lebih dari 300 lebih exhibitor dari berbagai macam perusahaan di bidang migas seperti Total, Saudi Aramco, Schlumberger, Baker Hughes, CNOC, dan Shearwater.

Acara tersebut, lanjut dia, juga diisi berbagai macam kursus yang dibuka untuk mahasiswa. Ada dua short course yang membahas tentang geologi dan geothermal secara umum. Juga terdapat sesi student evening yang untuk menjalin keakraban dari semua mahasiswa yang berpartisipasi dalam acara ini. Pada hari terakhir ada kursus mengenai emotional spiritual, yaitu motivational speakers.

Lewat kegiatan tersebut, Fadhil mengaku banyak bertukar informasi dengan peserta dari negara lain. Selain Indonesia, beberapa negara terlibat dalam kegiatan tahunan tersebut, mulai Polandia, Portugal, Prancis, Inggris, hingga negara tetangga Malaysia. Selama di Paris, pemuda asal Tarakan itu mengaku mengunjungi beberapa ikon negerinya Zinedine Zidane ini. Di antaranya, Menara Eiffel, Museum Louvre, dan Notre-Dame de Paris.

Ungkap Fadhil, ketika berada di Paris saat itu masih dalam suasana Ramadan. Hal ini menjadi tantangan tersendiri baginya. Kota Paris memasuki waktu subuh pada pukul 03.30 waktu setempat dan magrib pada pukul 22.00. Sehingga durasi waktu berpuasa menjadi lebih lama dibanding di Indonesia.

“Saya harap kegiatan yang saya ikuti ini bisa memberikan motivasi dan semangat kepada teman-teman di STT Migas Balikpapan. Sehingga mereka bisa mengikuti event-event dari luar dan membanggakan Balikpapan dan Indonesia,” tutupnya. (*tom/rom/k8)

 

 


BACA JUGA

Sabtu, 02 September 2017 19:28

Lanud Balikpapan Bagikan 1.000 Bungkus Daging Kurban  

BALIKPAPAN- Pangkalan Udara Balikpapan pada perayaan kegiatan ibadah  Idul Adha 1438 Hijriah membagikan…

Selasa, 29 Agustus 2017 22:10

WOW MEMBANGGAKAN..!! Paper tentang Problem Kepasiran di Sumur Migas Bawa Mahasiswa Balikpapan Ini ke Paris

Fadhil Rizadi patut bangga. Dia mewakili Indonesia di ajang internasional. Mahasiswa asal Balikpapan…

Selasa, 29 Agustus 2017 21:55

Sinyal Mahulu yang Tak Lagi Seperti Dulu

  “Halo…., halo…,…. Tuuuu….t…….,” terdengar…

Senin, 28 Agustus 2017 23:00

Alhamdulillah, Jumlah Jamaah Salat Subuh Bertambah

Berbagai gerakan sudah dilakukan. Baik melalui spanduk, baliho, termasuk iming-iming hadiah mulai benda…

Senin, 28 Agustus 2017 15:43

Modifikasi di Kalimantan Berani Custom dan Kombinasi Warna

BALIKPAPAN- Ajang modifikasi IAM MBtech 2017 ke-11 yang berlangsung di Bumi Borneo, tepatnya di Plaza…

Senin, 28 Agustus 2017 15:10

KEREEN..!! Kontes Mobil Modifikasi IAM MBtech 2017 Sambangi Balikpapan

BALIKPAPAN- Para pencinta otomotif di Kaltim, khususnya Balikpapan, benar-benar termanjakan. Sebuah…

Selasa, 22 Agustus 2017 14:10

Guru Asal Sebatik Raih Gelar Juara I Guru SMA/SMK Berdedikasi

JAKARTA—Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) akhirnya mengumumkan bahwa dari 875…

Kamis, 17 Agustus 2017 12:56

Pecahkan Rekor Perayaan HUT RI di Batas Negara

    SEBATIK-Perayaan HUT ke-72 RI pagi ini di perbatasan Indonesia-Malaysia, akan ditandai…

Rabu, 16 Agustus 2017 23:55

Muluskan Jalan ke Negeri Jiran, Menteri: Jangan Hanya Jadi Seremonial

SEBATIK-Pemerintah tak ingin teras negara tidak kinclong. Proses pemulusan pun terus dilakukan. Agar…

Rabu, 16 Agustus 2017 23:48

Ekspor Perdana Bandeng Tanpa Duri ke Tawau

SEBATIK-Peluang usaha di kawasan perbatasan terbuka lebar. Salah satunya di Pulau Sebatik, Kabupaten…

Dari Hobi dan Seni hingga Koleksi Motor Antik Seharga Rp 350 Juta

Islam dalam Pusaran Kapitalis dan Komunis
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .