BREAKING NEWS | RAGAM | OLAHRAGA | KRIMINAL | NASIONAL | INTERNASIONAL | ADVERTORIAL

RAGAM

Senin, 28 Agustus 2017 23:00
Alhamdulillah, Jumlah Jamaah Salat Subuh Bertambah
Media sosial dimanfaatkan Masjid Agung Pelita Samarinda untuk menarik minat umat untuk salat subuh berjamaah.

PROKAL.CO, Berbagai gerakan sudah dilakukan. Baik melalui spanduk, baliho, termasuk iming-iming hadiah mulai benda elektronik hingga umrah. Namun, jumlah jamaah salat subuh berjamaah di masjid-masjid yang ada di Samarinda, tak meningkat signifikan. Kalau pun meningkat, hanya sesaat saja. Padahal, begitu banyak keutamaan salat subuh, termasuk pahala tak terhingga dari Sang Pencipta bagi umat yang melakukannya.

Para pengurus masjid pun mulai putus asa. Tak mudah menggerakkan orang menghadap Sang Pencipta pada subuh hari, ketika mata umat masih terasa berat, tubuh pun seolah terkunci di pembaringan.

Itu pula yang sempat dirasakan Drs H Syafruddin AH, ketua Pengurus Masjid Agung Pelita Samarinda. Kepada media ini, Senin (28/8), pria pensiunan pegawai negeri sipil ini ikut gelisah, ketika jamaah yang salat subuh ini didominasi wajah-wajah nyaris renta, yang tentu sudah bersiap meninggalkan dunia.

Padahal, masjid ini memiliki program unggulan yang tidak main-main. Apa itu? Ya, setiap subuh masjid ini selalu diisi dengan ceramah agama. Dari mulai membahas tafsir ayat suci Alquran hingga membahas hadits dan tasawuf.

“Makin lama jamaahnya bisa semakin habis. Yang biasanya salat subuh, tiba-tiba tidak lama kemudian dipanggil Yang Maha Kuasa,” ucapnya menerawang. Setiap kali ada yang lebih dahulu menghadap kepada Sang Maha Kuasa, maka bayangan makin sepinya masjid saat subuh, seolah semakin nyata.    

Hal itu pula yang dirasakan Surip, pria berusia 38 tahun ini juga membatin saat salat subuh di masjid ini. “Kok yang salat jarang ada yang remaja dan anak muda?” ucapnya dalam hati.

Melihat kenyataan itu, suatu ketika usai salat subuh berjamaah, pria ini lantas menemui salah satu pengurus Masjid. “Pak, bolehkah saya usul? Saya ingin masjid ini punya media sosial,” ucap Surip mengulangi pertanyaannya ketika itu.

Tentu saja, usulan pria ini dianggap sedikit aneh. “Apa urusannya agama dengan media sosial?” kata Surip menirukan jawaban salah satu pengurus masjid. Meski dijelaskan bahwa media sosial sangat efektif sebagai sarana dakwah, namun perbedaan generasi ini menjadikan ide yang dilontarkan Surip tak serta merta disambut.

Tak mau putus asa, pria tersebut akhirnya berhasil bertemu dengan ketua pengurus Masjid Agung Pelita Samarinda Syafruddin AH. “Pak, bagaimana jika masjid ini punya media sosial?” ucap Surip saat itu.

Ternyata, ketua pengurus masjid ini sedikit mau menerima. “Sebenarnya saya setuju. Tapi kami yang tua-tua ini tidak tahu bagaimana caranya,” jawab sang ketua pengurus masjid saat itu.

Mendengar jawaban itu, pria ini pun meminta izin untuk membuatkan akun media sosial, termasuk website masjid yang terletak di Jalan Pelita No. 1 Samarinda ini.

Izin diperoleh, Surip tak mau menyia-nyiakan kesempatan itu. Menggunakan telepon seluler miliknya, didukung dengan sinyal Telkomsel yang terbukti paling mumpuni di Kota Tepian ini, Surip langsung berselancar di dunia maya.

“Pertama-tama, yang saya amankan adalah domain Masjid Agung Pelita,” katanya. Tepat seperti dugaannya, domain itu masih tersedia. Segera, dia membeli domain tersebut, hingga akhirnya alamat maya masjidagungpelita.com bisa digunakan.

Menggunakan platform blog, hanya dalam waktu tak kurang dari satu jam, laman masjid tersebut sudah siap. Untuk melengkapinya, pria ini kemudian membuat pula akun media sosial halaman facebook dan instagram.

“Sekarang ini, anak muda lebih aktif di handphone ketimbang di masjid. Makanya, sekarang dibalik, masjidnya yang kita hadirkan di handphone mereka,” selorohnya.

Sejak saat itu, setiap subuh Surip memiliki tambahan kesibukan baru, yakni mencatat setiap ceramah dari para ustaz selepas salat subuh berjamaah. Setelah catatan itu disusun rapi, ditambah beberapa foto, langsung diunggah di website masjidagungpelita.com dan disebarkan pula melalui media sosial yang ada.

“Semua pakai HP ini aja. Dari foto, mengetik artikel, sampai mengunggah ke media sosial,” katanya.

Bagaimana dengan kualitas jaringannya? “Paket data yang saya pakai ya cuma punya Telkomsel ini aja. Sempat pakai operator lain, tapi kurang stabil. Akhirnya ya sekarang pakai satu nomor ini aja,” sambungnya.

Hasilnya memang tak mengecewakan. Berbagai artikel yang sudah dibuatnya, terutama rangkuman ceramah usai salat subuh itu, membuat keberadaan masjid ini semakin dikenal. Belum genap satu bulan, sudah 40-an artikel yang ada di laman masjid tersebut.

“Apalagi ada foto-foto makanan dan minuman gratis yang disiapkan pengurus masjid usai salat subuh, cukup menarik minat jamaah,” akunya. Beberapa rekannya pun penasaran dan menyatakan ingin salat subuh di masjid ini.

Surip pun sempat mendapat kesempatan menyampaikan apa yang sudah dilakukan itu di hadapan jamaah masjid. “Saya menyampaikan alamat website, alamat media sosial, dan menyampaikan ke jamaah perlahan-lahan,” ujarnya.

Maklum, beberapa jamaah yang umumnya para pensiunan, belum tentu menguasai telepon yang dimiliki, meski sudah menggunakan android dan didukung layanan data.

“Jamaah yang awalnya sedikit kurang paham teknologi, sekarang akhirnya bisa membuka website dan media sosial milik masjid,” katanya.

Ketua Pengurus Masjid Agung Pelita Samarinda Drs H Syafruddin AH menyampaikan, kini jamaah salat subuh di masjid ini semakin beragam. Tidak hanya didominasi yang tua-tua saja. “Setiap subuh rata-rata jumlah jamaah 300-an orang,” katanya.

Menurut Syafruddin, hampir semua ustaz yang pernah berceramah di masjid ini mengakui dan mengapresiasi banyaknya jumlah jamaah yang salat subuh. “Sebab katanya, kalau mau melihat umat Islam, lihatlah ketika salat Idulfitri. Tapi kalau mau melihat orang beriman, lihatlah ketika salat subuh,” bebernya.

Ia pun akhirnya mengakui jika teknologi sangat bermanfaat mendukung dakwah di masjid, termasuk dukungan sinyal Telkomsel yang stabil. “Sebab, kadang-kadang, ceramah subuhnya juga disiarkan langsung lewat media sosial. Kalau sinyalnya kurang stabil, pasti mudah putus,” katanya.

Kini, penulis artikel pun tidak hanya dilakukan oleh Surip. Sudah ada relawan lain, juga masih muda, bersedia mewakafkan kemampuannya untuk menulis rangkuman ceramah dari para ustaz saat subuh.

Sementara itu, Ustaz Luqmanulhakim, pemimpin Pondok Pesantren Munzalan Ashabul Yamin Pontianak, ketika berbicara di hadapan jamaah salat subuh di masjid ini mengapresiasi langkah dakwah melalui media sosial tersebut. 

“Habis ceramah, saya pulang ke Pontianak. Saya sempat dikirimi artikel berisi ceramah saya sebelumnya, ternyata response-nya bagus sekali,” katanya. Sejak itu, meski terpaut jarak ribuan kilometer, ustaz ini mengaku tetap bisa mengikuti ceramah dari masjid ini.

Pemimpin Redaksi Kaltim Post Rizal Juraid pun mengapresiasi apa yang sudah dilakukan masjid ini, dakwah melalui media sosial. “Asalkan konsisten, apa yang sudah dilakukan itu pasti akan berdampak anak muda akan tertarik ke masjid,” katanya.

Terpisah, General Manager Sales Telkomsel Regional Kalimantan Mulya Budiman menyampaikan, khusus wilayah kerja Telkomsel Branch Samarinda memiliki pemancar alias base transceiver station (BTS) yang tersebar lebih dari 3.600 BTS.

“Coverage Telkomsel semakin kuat dengan tersebarnya lebih dari 100 BTS 4G yang mampu memenuhi kebutuhan masyarakat dalam hal komunikasi cepat di era digital lifestyle,” ujarnya. Tentunya, hal itu pun akan sangat mendukung berbagai kegiatan publik, termasuk dakwah yang dilakukan seperti di Masjid Agung Pelita Samarinda.

Dengan demikian, upaya Telkomsel membuka gerbang digital ke seluruh masyarakat Indonesia, termasuk ke tempat-tempat ibadah, harapannya juga memiliki dampak maksimal bagi peningkatan kualitas bangsa ini. Semoga. (*)

Penulis: Endro Efendi


BACA JUGA

Jumat, 17 November 2017 00:12

Didukung Ulama dan Presidium Aksi 212, Aji Dedi Kian Mantap Menuju Pilgub Kaltim

SAMARINDA – Keinginan Aji Dedi Mulawarman maju sebagai calon gubernur (cagub) di Pemilihan Gubernur…

Selasa, 14 November 2017 01:34

Aji Dedi Alternatif KT-1

SAMARINDA – Nama Aji Dedi Mulawarman belakangan santer terdengar menjelang gelaran Pemilihan Gubernur…

Selasa, 14 November 2017 01:33

Aji Dedi Melesat

SAMARINDA – Penambahan suara yang terus terjadi mendukung Aji Dedi Mulawarman membuat dosen pascasarjana…

Sabtu, 11 November 2017 01:00

Aji Dedi Terus Bergerak

SAMARINDA – Masuknya nama Aji Dedi Mulawarman, Ketua Umum Dewan Pengurus Nasional Forum Dosen…

Selasa, 07 November 2017 23:57

Aji Dedi Mulawarman Hadirkan Kejutan

SAMARINDA – Kehadiran Aji Dedi Mulawarman sebagai salah satu kandidat bakal calon gubernur (Cagub)…

Selasa, 07 November 2017 00:44

Semangat Pemuda 1928 untuk Indonesia

Oleh: Riska Mahasiswa Universitas Mulawarman Kini manusia hidup dalam di mensi kemajuan teknologi informasi…

Selasa, 07 November 2017 00:43

Aji Dedi Mulawarman Ramaikan Bursa Cagub Kaltim

SAMARINDA – Bursa bakal calon gubernur (Cagub) Kaltim 2018 di polling garapan Metro Samarinda…

Selasa, 17 Oktober 2017 21:52

Telkom Peduli Budaya Nusantara

BALIKPAPAN- Tarian Dayak yang menjadi kekhasan dari Kaltim ditampilkan Senin (16/10) malam menarik perhatian…

Selasa, 17 Oktober 2017 21:26

Setia Pakai Daihatsu, Mobil Warga Ini "Disulap" Jadi Seperti Baru Lagi

BALIKPAPAN- Empat warga Balikpapan ini beruntung membeli mobil Daihatsu. Karena setia pada pabrikan…

Rabu, 11 Oktober 2017 00:00

KPU Buka Penerimaan PPK PPS

SAMARINDA – Seleksi penerimaan Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) dan Panitia Pemungutan Suara…

Ubah Paradigma Anak Muda pada Industri Kreatif Digital

Aji Dedi Alternatif KT-1

Aji Dedi Melesat

Didukung Ulama dan Presidium Aksi 212, Aji Dedi Kian Mantap Menuju Pilgub Kaltim
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .