BREAKING NEWS | RAGAM | OLAHRAGA | KRIMINAL | NASIONAL | INTERNASIONAL | ADVERTORIAL

NASIONAL

Jumat, 25 Agustus 2017 14:19
Negara ASEAN Sepakat Genjot Perdagangan di Sektor Konstruksi dan Bangunan
(foto : ilustrasi/ dok.Jawa Pos)

PROKAL.CO, JAKARTA—Dalam rangka meningkatkan perdagangan di kawasan ASEAN, negara-negara anggota ASEAN kali ini sepakat untuk membentuk task force khusus untuk membahas dan mempersiapkan mutual recognition agreement (MRA) di sektor konstruksi dan bangunan.

Kepala Badan Standardisasi Nasional (BSN) Bambang Prasetya mengungkapkan, keberadaan task force ini semangatnya bukan hanya untuk saling melindungiindustri dalam negeri masing-masing. Akan tetapi juga untuk melindungi kepentingan negara.

“Untuk saat ini, task force yang dibentuk mencakup beberapa jenis material konstruksi , yakni baja, semen dan kaca,” terang Bambang saat ditemui usai membuka pertemuan Inter-Sessional Meeting of The Task Force on Building and Cinstruction (TFBC) di Grand Sahid Hotel, Jakarta, Jumat (25/8).

Ketua TFBC, Tony Sinambela menjelaskan, dalam pertemuan ini nantinya juga menyusun draft MRA yang berisi saling pengakuan dari masing-masing negara dan sertifikat. “Harapannya tentu perdagangan di antara negara-negara ASEAN dapat semakin meningkat. Kita akui, kompetitor besar utama kita salah satunya Tiongkok,” jelas Toni.

Oleh sebab itu, lanjut Toni, dengan adanya pertemuan ini maka dapat dijadikan media untuk menggerakkan marketing di internal masing-masing negara anggota ASEAN.

Perwakilan dari Malaysia, Sazali menerangkan, pertemuan ini juga merupakan salah satu inisiatif yang menjadi suatu proses untuk menggerakkan pasar yang sekarang fokus pada pasar material konstruksi.  

“Hari ini kami semua menyiapkan draft untuk pengakuan di antara masing-masing negara anggota. Meski masing-masing negara belum bisa mengharmonisasikan standar yang ada, maka yang terpenting kita ada pengakuan antar negara yang kemudian sertifikat diajukan,” Sazali.

Sementara itu, Kepala Pusat Perumusan Standar BSN, Zakiyah menambahkan, seluruh anggota ASEAN melihat MRA sebagai salah satu cara untuk memfasilitasi saling pengakuan atas hasil uji dan sertifikasi untuk negara anggoata ASEAN. Ini bertujuan untuk mengurangi hambatan perdagangan di sektor konstruksi dan bangunan.

“Indonesia harus memanfaatkan diskusi regional ASEAN ini untuk mengusulkan berbagai hal terkait kesepakatan dalam MRA dengan pertimbangan kesiapan industri nasional , kesiapan Lembaga Penilai Kesesuaian (LPK) dan peluang ekspor,”pungkasnya. (sar/pro)

 

 


BACA JUGA

Selasa, 21 November 2017 12:45

Jaga Ketahanan Pangan, DPD Minta Kaltim Waspadai Perubahan Cuaca

    BALIKPAPAN- Dalam pemenuhan kebutuhan pangan di Indonesia, masih ada hal yang perlu ditindak…

Jumat, 17 November 2017 23:21

WASPADA ! Beredar Surat Palsu CPNS

JAKARTA—Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPANRB)  mengaskan…

Jumat, 17 November 2017 23:12

84 Profesor Bakal Kolaborasi dengan Perguruan Tinggi Indonesia

    JAKARTA—Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) bakal…

Jumat, 17 November 2017 23:09
0

Semester I 2017, Prudential Bayarkan Klaim Rp 6,42 Triliun

  JAKARTA--PT Prudential Life Assurance (Prudential Indonesia), pada semster I tahun 2017 telah…

Senin, 13 November 2017 17:58

Tim Indonesia Sabet 6 Emas Olimpiade Matematika di Filipina

  JAKARTA—Tim Olimpiade Matematika Indonesia perwakilan dari Direktorat Pembinaan SMP (PSMP)…

Sabtu, 11 November 2017 16:29

Tak Cuma Ijazah, Mahasiswa Butuh Sertifikat Keahlian

     JAKARTA—Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti)…

Sabtu, 11 November 2017 16:25

Optimalkan e-Commerce, Strategi Watsons Dongkrak Kinerja

    JAKARTA—Salah satu perusahaan ritel di bidang ‘Health and Beauty’ terbesar…

Sabtu, 11 November 2017 16:23

Bangun JIPP, Sulsel Jadi Pusat Studi Tiru Inovasi Pelayaan Publik

    MAKASSAR—Setelah Jawa Timur, pemerintah kembali menambah unit Jaringan Inovasi Pelayanan…

Sabtu, 11 November 2017 16:21

PTN dan PTS Diminta Sinergi Guna Pemerataan dan Perbaikan Mutu

  YOGYAKARTA--Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi Mohamad Nasir mendorong perguruan tinggi…

Sabtu, 04 November 2017 10:09

Hemat Anggaran, Kemristekdikti Moratorium Fakultas

    JAKARTA—Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) mulai…

Jaga Ketahanan Pangan, DPD Minta Kaltim Waspadai Perubahan Cuaca
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .