BREAKING NEWS | RAGAM | OLAHRAGA | KRIMINAL | NASIONAL | INTERNASIONAL | ADVERTORIAL

NASIONAL

Selasa, 22 Agustus 2017 14:22
Tanjung Selor Disiapkan Jadi 'Kota Baru'

Terkait Pengembangan dan Pembangunan Kota Berkelanjutan

Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas), Bambang Brodjonegoro didampingi Rektor Podomoro University , Cosmas Batubara saat ditemui wartawan usai acara seminar nasional The Rise of Sustainable Cities di Podomoro University, Jakarta, Senin (21/8). (FOTO : NICHA RATNASARI/ KP)

PROKAL.CO, JAKARTA--Pemerintah Indonesia berencana untuk menciptakan sebuah kota baru di Indonesia dalam rangka program pengembangan kota berkelanjutan.  Ada tiga kota yang akan dijadikan 'kota baru' oleh pemerintah terkait program ini, antara lain Pontianak di Kalimantan Barat, Tanjung Selor di Kalimantan Utara,  dan Sofifi di Maluku Utara.

Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional  (PPN/Bappenas), Bambang Brodjonegoro menjelaskan, kota baru yang dimaksud bukanlah membuat kota baru dari nol. Akan tetapi, kota yang sudah ada diperbaiki dengan tata kota dan pola pengembangan yang sesuai aturan dari sisi ekonomi, sosial dan lingkungan.

"Proyek kota baru yang dikembangkan di Bappenas istilahnya adalah lebih kepada upgrading kota. Karena jika mau jujur, banyak kota di Indonesia tidak layak disebut kota. Dia terpaksa jadi kota karena jadi ibukota provinsi atau kabupaten. Ya katakanlah masih bayi tahu-tahu  disuruh sekolah. Itulah kondisi kebanyakan kota di Indonesia. Konsekuensinya, akhirnya banyak kota yang tidak  lengkap dipaksa dijadikan kota kemudian mencakup kota yang sudah kita kenal," papar Bambang dalam Seminar Nasional The Rise of Sustainable Cities di Podomoro University, Jakarta, Senin (21/8).

Dijelaskan, kota Pontianak adalah satu kota yang mau kita angkat jadi kota baru. Menurutnya,  Pontianak itu statusnya sudah mentereng bahwa dia adalah ibukota Kalimantan Barat, akan tetapi masih ketinggalan dibanding Banjarmasin dan Balikpapan. "Oleh karena itu, kota ini mau diperbaiki," katanya.

Tak hanya itu, lanjut Bambang, Tanjung Selor juga merupakan  sebuah kota namun belum ada apa-apanya. Banyak orang menyangka bahwa ibukota Kaltara adalah Tarakan, padahal bukan. Penyebabnya karena di Tanjung Selor pengembangannya tidak sama dengan Tarakan.

"Tapi kota yang belum ada apa-apanya inilah mudah-mudahan kalau dari awal akan ditata jadi kota yang benar, maka seterusnya akan berkembang dengan baik.  Jangan seperti Jakarta  yang sudah keburu besar seperti sekarang ini," ujarnya.

Sama halnya dengan Tanjung Selor, Sofifi  ibukota Maluku Utara yang hingga saat ini belum bisa dibangun kota meski dia kota. Maka juga akan menjadi titik konsentrasi pemerintah daam program kota berkelanjutan.

Lebih jauh Bambang menambahkan, dalam menciptakan kota baru yang terpenting adalah bukan hanya dari sisi istilah 'smart city' saja yang  mengedepankan teknologi informasi. Melainkan juga harus memperhatikan urusan sanitasi, drainase hingga pengolahan limbah.

"Bahkan saya harus  katakan bahwa Jakarta sendiri sebagai kota terbesar itu sebenarnya bukan kota. Banyak orang bilang Jakarta adalah kampung besar yang kemudian terpaksa jadi kota besar. Kampung karena salah satu basic yang belum ada di Jakarta adalah urusan air limbah. Bayangkan,  Jakarta dengan penduduk  di dalam kotanya 10 juta jiwa ternyata hanya  2 persen wilayah Jakarta yang punya pengolahan limbah yang benar. Yang lain masih pake septic tank yang ketinggalan jaman dan tidak menunjang sustainable cities sama sekali," keluhnya.

Adanya kondisi tersebut, akhirnya ada masukan bahwa pengolahan air limbah sangat penting. "Sampai hari ini, di Jakarta satu-satunya tempat pengolahan air limbah hanya ada di Setia Budi, dekat Landmark, ada kolam yang pasti dihindari karena memang bau," kata Bambang.

Oleh sebab itu, kembali ke konsep kota baru yang dimaksud adalah kota yang sudah lengkap dengan seluruh fasilitas dan layanan dasarm termasuk air bersih. Saat ini, kata Bambang, pemerintah sedang melakukan review terhadap kota-kota di seluruh Indonesia dan menberikan masukan serta program-program agar semakin banyak kota di Indonesia bisa menjadi kota yang berkelanjutan.

Bambang mengungkapkan bahwa pemerintah memproyeksikan separuh penduduk Indonesia sudah jadi penduduk perkotaan bahkan ke depannya bisa mencapai 80 persen. Maka,  mau tidak mau prioritas ada  di perkotaan tanpa melepas perhatian di pedesaan.

"Semuanya harus dijaga terutama aspek-aspek  sosial di perkotaan terkait ketimpangan ekonomi, pengangguran dan kemiskinan. Perguruan tinggi harus bisa memberikan kontribusi konsep kota berkelanjutan itu sendiri," tutur Bambang.

Sementara itu, Rektor Podomoro University, Cosmas Batubara mengatakan, pihaknya siap untuk membantu pemerintah dalam memberikan masukan guna mengatasi masalah dalam mewujudkan pengembangan kota yang berkelanjutan.

"Disiplin ilmunya tentu kami akan ikut memberikan pikiran-pikiran bagaimana membangun kota yang berkelanjutan. Jadi kita akan beraksi sesuai ilmu yang kita kuasai," imbuhnya. (sar/pro)

 

 


BACA JUGA

Jumat, 17 November 2017 23:21

WASPADA ! Beredar Surat Palsu CPNS

JAKARTA—Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPANRB)  mengaskan…

Jumat, 17 November 2017 23:12

84 Profesor Bakal Kolaborasi dengan Perguruan Tinggi Indonesia

    JAKARTA—Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) bakal…

Jumat, 17 November 2017 23:09
0

Semester I 2017, Prudential Bayarkan Klaim Rp 6,42 Triliun

  JAKARTA--PT Prudential Life Assurance (Prudential Indonesia), pada semster I tahun 2017 telah…

Senin, 13 November 2017 17:58

Tim Indonesia Sabet 6 Emas Olimpiade Matematika di Filipina

  JAKARTA—Tim Olimpiade Matematika Indonesia perwakilan dari Direktorat Pembinaan SMP (PSMP)…

Sabtu, 11 November 2017 16:29

Tak Cuma Ijazah, Mahasiswa Butuh Sertifikat Keahlian

     JAKARTA—Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti)…

Sabtu, 11 November 2017 16:25

Optimalkan e-Commerce, Strategi Watsons Dongkrak Kinerja

    JAKARTA—Salah satu perusahaan ritel di bidang ‘Health and Beauty’ terbesar…

Sabtu, 11 November 2017 16:23

Bangun JIPP, Sulsel Jadi Pusat Studi Tiru Inovasi Pelayaan Publik

    MAKASSAR—Setelah Jawa Timur, pemerintah kembali menambah unit Jaringan Inovasi Pelayanan…

Sabtu, 11 November 2017 16:21

PTN dan PTS Diminta Sinergi Guna Pemerataan dan Perbaikan Mutu

  YOGYAKARTA--Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi Mohamad Nasir mendorong perguruan tinggi…

Sabtu, 04 November 2017 10:09

Hemat Anggaran, Kemristekdikti Moratorium Fakultas

    JAKARTA—Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) mulai…

Sabtu, 21 Oktober 2017 01:24

Awasi Dana Desa, Kemendes PDTT Libatkan Tokoh Agama

      JAKARTA--Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes…

Semester I 2017, Prudential Bayarkan Klaim Rp 6,42 Triliun

WASPADA ! Beredar Surat Palsu CPNS

84 Profesor Bakal Kolaborasi dengan Perguruan Tinggi Indonesia
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .