BREAKING NEWS | RAGAM | OLAHRAGA | KRIMINAL | NASIONAL | INTERNASIONAL | ADVERTORIAL

NASIONAL

Selasa, 08 Agustus 2017 22:15
Belum Masuk Kriteria, Tiga Makam Tokoh Agama Islam di Kalsel Bukan Cagar Budaya
Makan Datu Abulung di Martapura. (foto : dok/prokal)

PROKAL.CO, JAKARTA--Adanya berita mengenai Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhaddjir Effendy yang menghapus status tiga makan tokoh penyebar agama Islam di Kalimantan Selatan (Kalsel) adalah tidak benar. Hal tersebut langsung ditegaskan oleh Dirjen Kebudayaan Kemdikbud, Hilmar Farid dalam pernyataan resminya kepada media di Jakarta, Senin (7/8) malam.

Hilmar mengungkapkan, makam ketiga tokoh pemuka Islam Kalsel tersebut belum ditetapkan sebagai cagar budaya sesuai dengan ketentuan perundangan mengenai penetapan dan penghapusan cagar budaya.

“Berita bahwa 'Mendikbud Hapus Tiga Tokoh Penyebar Islam Kalsel Sebagai Cagar Budaya' tersebut tidak benar, karena ketiga lokasi makan tersebut belum ada yang ditetapkan sebagai cagar budaya,” tegas Hilmar.

Menurutnya, lokasi ketiga makam yakni Makam Datu Hamid Ambulung di Kabupaten Banjar, Makam Tumpang Talu Kandangan, dan Makam Datu Sanggul Kabupaten Tapin yang semuanya berada di provinsi Kalsel, belum ditetapkan sebagai cagar budaya. "Ketiga makam tersebut belum memenuhi kriteria sebagai cagar budaya sesuai dengan ketentuan dalam Undang-Undang Nomor 11 tahun 2010 tentang Cagar Budaya," jelasnya.

Direktur Pelestarian Cagar Budaya dan Permuseuman (PCBP) Harry Widianto, menjelaskan kriteria yang masuk dalam cagar budaya adalah berusia minimal 50 tahun atau mewakili gaya/langgam sekurang-kurangnya 50 tahun, dan mempunyai arti penting bagi sejarah, ilmu pengetahuan, agama, pendidikan, dan/atau kebudayaan.

Dalam Undang-undang Cagar Budaya, lanjut Harry, dijelaskan bahwa proses penetapan dilakukan melalui kajian Tim Ahli Cagar Budaya pada masing-masing Kabupaten/Kota. Jika masuk dalam kriteria, maka kemudian dapat direkomendasikan untuk ditetapkan oleh Bupati/Walikota setempat sebagai Cagar Budaya.

Harry menambahkan, karena ketiga makam tersebut belum ditetapkan sebagai cagar budaya, maka tidak lagi diusulkan sebagai Cagar Budaya yang dipelihara oleh Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Kalimantan Timur per bulan April 2017. “Namun demikian diharapkan pemeliharaan makam dapat dikelola oleh dinas terkait,” kata Harry.

Tidak masuknya ketiga makam tersebut sebagai Cagar Budaya, kata Harry, sudah disampaikan ke dinas terkait dengan dikeluarkannya Surat Kepala Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Kalimantan Timur, Nomor 0207/E24/CB/2017, tanggal 22 Februari 2017. Surat ditujukan kepada Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Tapin, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Hulu Sungai Selatan, dan Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Banjar.  

“Dalam hal ini Mendikbud tidak melakukan apapun terhadap status tiga lokasi makam tersebut. Berita yang beredar dalam media onlinetersebut bias dari surat yang diterbitkan oleh BPCB Kalimantan Timur,” pungkasnya. (*/sar/pro)

 

 

 


BACA JUGA

Selasa, 22 Agustus 2017 14:35

FFI 2017 Kembali Digelar, Mekanisme Sistem Penjurian Diubah

JAKARTA--Festival Film Indonesia (FFI) salah satu ajang yang menjadi tolok ukur pencapaian perfilman…

Selasa, 22 Agustus 2017 14:22

Tanjung Selor Disiapkan Jadi 'Kota Baru'

JAKARTA--Pemerintah Indonesia berencana untuk menciptakan sebuah kota baru di Indonesia dalam rangka…

Rabu, 16 Agustus 2017 04:39

Lima Hari Sekolah Dianggap Langgar UU Sisdiknas dan Perlindungan Anak

JAKARTA--Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) meminta kepada Presiden RI Joko Widodo untuk dapat…

Rabu, 16 Agustus 2017 04:23

Yenny Wahid : Ada Kesalahpahaman Istilah "Full Day School"

JAKARTA-- Zannuba Ariffah Chafsoh Rahman Wahid, atau akrab dipanggil Yenny Wahid berharap bahwa polemik…

Rabu, 16 Agustus 2017 03:55

Dana Insentif Inspektorat Daerah Masih Dihitung

JAKARTA--Adanya rencana pemerintah khususnya Kementerian Desa , Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi…

Rabu, 16 Agustus 2017 03:42

Pendamping Lokal Desa Diminta Ikut Awasi Pemanfaatan Dana Desa

JAKARTA--Dengan besarnya jumlah alokasi dana desa yang diberikan oleh pemerintah, Menteri Desa, Pembangunan…

Rabu, 16 Agustus 2017 03:41

Mendes PDTT Sebut Program Transmigrasi Sukses di Sulbar dan Kaltara

JAKARTA--Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, Eko Putro Sandjojo mengungkapkan…

Jumat, 11 Agustus 2017 14:26

Kades Hanya Lulusan SD, Pemerintah Beri Pendampingan Kelola Dana Desa

JAKARTA-- Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Mendes PDTT), Eko Putro Sandjojo…

Jumat, 11 Agustus 2017 13:54

Jika Terbukti Terlibat Korupsi, Perangkat Desa Terancam Dipecat

JAKARTA--Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Mendes PDTT), Eko Putro Sandjojo…

Jumat, 11 Agustus 2017 13:41

Kemendes PDTT Siapkan Insentif bagi Inspektorat Daerah

JAKARTA--Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) berencana…

Mendes PDTT Sebut Program Transmigrasi Sukses di Sulbar dan Kaltara

Lima Hari Sekolah Dianggap Langgar UU Sisdiknas dan Perlindungan Anak

Dana Insentif Inspektorat Daerah Masih Dihitung

Pendamping Lokal Desa Diminta Ikut Awasi Pemanfaatan Dana Desa

Yenny Wahid : Ada Kesalahpahaman Istilah "Full Day School"

Tanjung Selor Disiapkan Jadi 'Kota Baru'

FFI 2017 Kembali Digelar, Mekanisme Sistem Penjurian Diubah
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .