BREAKING NEWS | RAGAM | OLAHRAGA | KRIMINAL | NASIONAL | INTERNASIONAL | ADVERTORIAL

RAGAM

Senin, 24 Juli 2017 13:31
BERITA VIDEO
Dahsyat! Video Animasi Sejarah Kalimantan (Borneo) Sejak Tahun 45.000 SM

PROKAL.CO, SEBUAH video animasi berisi rekaman jejak sejarah Kalimantan (Borneo) selama 47 ribu tahun diunggah oleh Muhammad Lazuardi, melalui akun Youtube bernama Lazardi Wong Jogja. Siapa saja yang menguasai wilayah Kalimantan sejak tahun 45.000 sebelum masehi (SM) tergambar dalam animasi ini.

Video dimulai dengan teks pembuka “Sejarah Kalimantan” dengan latar belakang peta klasik Pulau Borneo. Lazuardi mengawali sebuah narasi sbb:

“Sejarah Kalimantan atau Borneo dimulai sejak tahun 45.000 sebelum masehi, saat gelombang populasi manusia pertama tiba di daratan besar ini. Peradaban pun tumbuh silih berganti, seperti Nan Sarunai pada abad ke-3 SM dan Kutai pada abad ke-4 Masehi.”

Video kemudian bergerak menuju tahun 30.000 SM di mana di peta terdapat daratan besar yang belum membentuk Kalimantan. Di ujung daratan ini terdapat kawasan Niah (sekarang Brunei) dan Lahad Datu (sekarang Sabah).

Terus bergeser menuju 10.000 SM di mana Pulau Kalimantan sudah membentuk seperti bentuknya sekarang, dan pada posisi "hidung" pulau Kalimantan terdapat kawasan bernama Sangkulirang. Namun pada kurun waktu tersebut, di bagian selatan daratan Kalimantan masih terdapat laut yang memotong bagian bawah pulau, membentuk teluk yang dalam sekali di kawasan yang sekarang masuk wilayah Kalimantan Selatan. Wilayah itu pada tahun 3000 SM sudah dikenal dengan nama Barito.

Pada tahun 500 masehi, Kalimantan mulai ramai dengan daerah-daerah baru seperti Kutai dan Berau di wilayah Timur, Nan Sarunai dan Barito di selatan, Sambas dan Nanga Balang di Barat. Juga sudah ada Sarawak di utara. Terus bergerak hingga pada tahun 700 masehi sudah ada daerah Ngaju, Ot Danum dan Apu Kayan di tengah daratan Borneo, kemudian Punan dan Iban di utara serta Tanjungpura di barat.

Perubahan besar terjadi mulai tahun 1300-an masehi, di mana ceruk laut di wilayah selatan Kalimantan mulai tertutup daratan, dan Kalimantan sudah terbagi-bagi menjadi banyak sekali wilayah negara/kerajaan. Ada Brunei, Kutai Kartanegara, Kutai Martadipura, Landak, Majapahit, Melanau, Nan Sarunai, Sanggau, Sekadau, Selimbau, Tanjungpuri, Tidung dan Tumasik.

Pulau Kalimantan mulai sempurna seperti bentuknya yang sekarang sejak tahun 1400-an masehi, di mana di wilayah selatan berdiri kawasan Negara Dipa. Pada masa itulah kejayaan Majapahit yang menguasai Nusantara terlihat juga di Kalimantan, di mana sebagian besar wilayah kerajaan-kerajaan di Borneo masuk dalam kekuasaan Majapahit.

Tahun 1478 masehi kembali terjadi perubahan wilayah, di mana Negara Dipa berganti Negara Daha dan kekuasaan Majapahit berkurang. Kalimantan kembali terbagi menjadi beberapa wilayah kerajaan seperti Berau, Brunei, Kutai Kartanegara, Kutai Martadipura.

Tahun 1500-an masehi, kerajaan Demak masuk Kalimantan dan mulai menguasai wilayah selatan, tengah dan barat, bahkan terus merambah daerah timur dan utara. Kekuasaan Demak tidak lama. Pada 1520 masehi berdiri Kesultanan Banjar yang meluaskan wilayah hingga ke daerah tengah.

Tahun 1600-an masehi, Belanda (VOC) mulai masuk Kalimantan melalui wilayah barat, disusul Inggris. Kalimantan kembali terbagi menjadi banyak kerajaan. Itu terus berlangsung hingga menjadi belasan wilayah kerajaan pada tahun 1700-an masehi. Terlihat ada wilayah Paser, Bulungan, Tidung, Sintang, Landak dan Kotawaringin.

Perubahan terjadi lagi saat Hindia Belanda menguasai Nusantara, termasuk Kalimantan, berbagi wilayah kekuasaan dengan Inggris di utara. Pada 1942, kekuasaan diambil alih Jepang yang masuk dan menguasai seluruh wilayah Kalimantan. Ini hanya berlangsung beberapa tahun sebelum kemerdekaan Indonesia pada 1945. 

Video animasi yang dipublikasikan pada 21 Juli 2017 ini mendapat apresiasi dari berbagai kalangan, termasuk netizen dari negeri jiran Malaysia. "Salam dari satu pulau. I'm Sarawak. Ibu Indonesia ayah Malaysia," tulis Ira Fariza di kolom komentar.

Video yang sudah ditonton 20 ribu kali itu hingga Senin siang 24 Juli 2017 sudah mendapatkan 267 komentar.

Muhammad Lazuardi membuat animasi ini berdasarkan sejumlah referensi, yang ditulisnya dalam credit title di akhir video. Ia menulis sumber sejarah antara lain  A History of Modern Indonesia Since c. 1200, Atlas Sejarah Indonesia dan Dunia, Babad Sangkala, Batu Tarsilah Brunei, berbagai blog dan situs pecinta sejarah, blog kesultanan dan kerajaan di Indonesia, De Bandjarmasinsche Krijg van 1859-1863, Early Kingdoms of the Indonesian Archipelago and the Malay Peninsula, Hikayat Banjar, Hikayat Datu Banua Lima, Induk Lontar Kerajaan Landak, Kronik Sejarah Dinasti-dinasti Cina, Melayu Online, Monumen Relief Sejarah Kalimantan Barat, Nagarakretagama, Notes on the Malay Archipelago and Malacca, Salasiah Kutai, Salasilah Raja-Raja Brunei, sejumlah buku-buku sejarah, Taiping Huanyu Ji, Urang Banjar dalam Sejarah, Wadian Nan Sarunai Usak Jawa, juga Wikipedia.

Lazuardi membuat klip menggunakan tiga software, yakni CorelDRAW X4, Adobe Premiere Pro CS5 dan Windows Movie Maker. Klip diiringi musik sape Dayak Kenyah berjudul Leleng Utan Along, dan musik kecapi Kalteng berjudul Central Borneo dari Bellacoustic.

Sebelum klip sejarah Kalimantan ini, Lazardi sudah membuat 2 video serupa, yakni Sejarah Sumatera (75.000 SM - 2017 M) dan Sejarah Jawa (10.000 SM - 2017 M). (edn/pro)

 

Penasaran bagaimana Pulau Kalimantan (Borneo) sejak era 45.000 sebelum masehi hingga saat ini? Lihat video animasinya di sini:


loading...

BACA JUGA

Jumat, 21 Juni 2019 17:03

Deklarasi Tolak Kerusuhan, Puluhan Ribu Warga dan Tokoh Masyarakat Siap Gabung

 BALIKPAPAN- Antusiasme kegiatan HUT Bhayangkara juga dirasakan masyarakat Kaltim, khususnya…

Kamis, 20 Juni 2019 16:31

Bikin Gebrakan di Bidang Media, Kaltim Post Raih Marketing Champion 2019

BALIKPAPAN- Acara Indonesia Marketeers Festival (IMF) menobatkan Direktur Kaltim Post…

Minggu, 16 Juni 2019 10:14

Wartawan Balikpapan Serahkan Bantuan untuk Korban Banjir

BALIKPAPAN- Musibah banjir yang terjadi di Samarinda menyentuh simpati semua…

Sabtu, 15 Juni 2019 18:24

Pengacara Perempuan Kondang di Indonesia Ini Tunjukkan Bakat Memasaknya di Balikpapan

BALIKPAPAN- Pengacara perempuan ternama di Indonesia, Elza Syarief, tampil beda.…

Jumat, 14 Juni 2019 19:10

Tahun Ini, Bandara SAMS Sepinggan Kehilangan 100 Ribu Penumpang

BALIKPAPAN- Bandara Sultan Aji Muhammad Muhammad Sulaiman (SAMS) Sepinggan, Balikpapan,…

Jumat, 14 Juni 2019 11:05

Posko Terpadu di Bandara SAMS Sepinggan Ditutup, Begini Kondisi dan Situasinya selama Lebaran

BALIKPAPAN – Posko Terpadu Angkutan Lebaran 2019 di Bandara Sultan…

Jumat, 14 Juni 2019 08:09

Ini Prakiraan Cuaca dari BMKG yang Akan Terjadi di Balikpapan selama Beberapa Hari ke Depan

BALIKPAPAN – Hujan dengan intesitas sedang diprakirakan masih akan mengguyur…

Kamis, 13 Juni 2019 08:25

Banjir dan Kita

                   …

Selasa, 11 Juni 2019 16:10

CEK..! Jadwal Penerimaan Peserta Didik Baru Tahun Ajaran 2019..

BALIKPAPAN – Tidak lama lagi, Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB)…

Senin, 10 Juni 2019 14:55

Ayo Hadir..! KAMABA Gelar Halalbihalal

BALIKPAPAN- Keluarga Alumni Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Mujahidin Balikpapan (Kamaba) tengah…

Putri Bos Hotel di Balikpapan Tewas Jatuh dari Bangunan Lantai 8

PT Etam Bersama Lestari Raih Proper Biru

Deklarasi Menolak Kerusuhan di Kaltim, Kapolda Tak Ingin Kejadian di Jakarta Terulang

KOMPAK..! Mengenakan Ikat Kepala, Warga Kaltim Deklarasi Menolak Kerusuhan

BANGKIT PERSIBA BALIKPAPAN! Takluk atas PSIM Yogyakarta, Bangkit Hadapi Laga Selanjutnya

Pemkab Paser Jalin Kerja Sama di Bidang Pertanahan dan Pertanian

Deklarasi Tolak Kerusuhan, Puluhan Ribu Warga dan Tokoh Masyarakat Siap Gabung

Laris Manis, Persiba Balikpapan Kedatangan Dua Sponsor Lagi

BRAAAKK..Kejadian Lagi! Truk Nabrak Motor di Turunan Rapak

Gubernur Ajak Ubah Mindset Pengelolaan Lingkungan
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*