BREAKING NEWS | RAGAM | OLAHRAGA | KRIMINAL | NASIONAL | INTERNASIONAL | ADVERTORIAL

NASIONAL

Jumat, 14 Juli 2017 20:43
Tahun 2022, DKI Jakarta Bakal ‘Kehabisan’ Guru PNS
(foto : ilustrasi/ net)

PROKAL.CO, JAKARTA--Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta Sopan Andrianto mengungkapkan bahwa pada provinsi DKI Jakarta akan mengalami kekurangan guru berstatus Pegawai Negeri Sipil (PNS) di tahun 2022. Pasalnya, banyak guru yang memasuki masa pensiun namun pemerintah pusat masih menghentikan pengangkatan guru PNS.

“Kalau masih tidak ada pengangkatan guru PNS, maka DKI Jakarta tidak akan memiliki guru PNS lagi di tahun 2022,” ungkap Sopan di Gedung PGRI, Tanah Abang, Jakarta, Kamis (13/7).

Sopan menjelaskan, hingga saat ini setiap tahunnya ada sebanyak lebih kurang 2 ribu guru PNS yang memasuki masa pensiun. Sehingga, berdasarkan perhitungan data yang dimiliki Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta, maka di tahun 2022 tidak akan ada lagi guru PNS yang mengajar di Jakarta.

“Kami berharap ada solusi terbaik dari pemerintah pusat khususnya kementerian terkait mengenai masalah ini,” keluh Sopan.

Disebutkan, saat ini DKI Jakarta memiliki guru PNS 104 ribu orang,  guru bantu 1.008 orang dan guru honorer sekitar 11 ribu guru.

Sementara itu, Ketua Umum PB PGRI, Unifah Rosyidi mengungkapkan bahwa kondisi yang dialami DKI Jakarta juga dirasakan oleh beberapa provinsi lainnya. Hanya saja, pemerintah pusat masih saja menganggap bahwa jumlah guru PNS yang tersebar di seluruh Indonesia masih berlebih jumlahnya.

“Kami sudah sering memberikan data bahwa kita akan kekurangan guru dengan jumlah yang cukup besar. Kami mendapatkan laporan dari bupati, walikota dan kepala dinas dari berbagai daerah terkait kekurangan tenaga kerja guru,” kata Unifah.

Sempat disebutkan bahwa Indonesia mengalami kekurangan sekitar 500 ribu guru di tingkat sekolah dasar (SD). Hal ini disebabkan pensiun besar-besaran guru SD yang diangkat tahun 1975.

Unifah menyarankan pemerintah sebaiknya mengangkat guru honor yang memenuhi syarat. Karena jika pemerintah hanya  mengandalkan pada guru honorer maka tidak akan bisa. Apalagi, guru honorer memperoleh gaji atau honor yang tidak layak namun beban kerja mereka sama dengan beban kerja guru PNS.

“Pemerintah pusat harus cari solusi, jangan sampai krisis tenaga kerja guru ini terus berkepanjangan. Harus ada penyelesaian,” katanya. (sar/pro)


BACA JUGA

Sabtu, 22 Juli 2017 21:59

UNY Tetap Pertahankan Kearifan Lokal

YOGYAKARTA-- Menristekdikti Mohamad Nasir resmikan ground breaking pembangunan gedung Universitas Negeri…

Sabtu, 22 Juli 2017 21:41

Bangun Gedung Baru, Unesa Diminta Bentuk Tim Teknis

SURABAYA--Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohammad Nasir secara khusus…

Sabtu, 22 Juli 2017 21:13

Kalah Dibanding Malaysia, Nasir Ingatkan Dosen Bikin Jurnal Internasional

SURABAYA--Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohammad Nasir kembali mengingatkan…

Sabtu, 22 Juli 2017 20:47

Proyek IDB 7 in 1, Unesa Dapat Rp 300 Miliar

SURABAYA--Universitas Negeri Surabaya (Unesa) mendapatkan bantuan dana sebesar lebih kurang Rp 300 miliar…

Kamis, 20 Juli 2017 21:08

Sundari Soekotjo Bangun Pendidikan Karakter Lewat Seni dan Budaya

SEBAGAI pekerja seni khususnya penyanyi keroncong selama 40 tahun, tentu banyak memberikan pengetahuan…

Kamis, 20 Juli 2017 20:45

Kemenkeu dan BPK Raih Predikat A

JAKARTA – Berdasarkan  hasil evaluasi reformasi birokrasi yang dilakukan terhadap 82 kementerian/lembaga…

Kamis, 20 Juli 2017 20:43

17 Gubernur Raih Pembina K3 Award

JAKARTA--Penganugerahan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) atau K3 Award kembai digelar. Pada penghargaan…

Rabu, 19 Juli 2017 20:21

Gandeng BUMDes, GE Siap Investasi Listrik di Pedesaan

JAKARTA--Masih minimnya pasokan listrik di beberapa daerah, pemerintah Indonesia menyambut baik pihak…

Rabu, 19 Juli 2017 04:54

Kemristekdikti Investigasi Kasus Bullying Mahasiswa Berkebutuhan Khusus

JAKARTA--Adanya kasus perundungan atau bullying yang dilakukan oleh beberapa mahasiswa terhadap salah…

Rabu, 19 Juli 2017 04:53

KPAI Minta Stop Penyebaran Video Bullying Siswi SMP

JAKARTA--Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI),  AsrorunNi'am Sholeh mengungkapkan bahwa…

Gandeng BUMDes, GE Siap Investasi Listrik di Pedesaan

Sundari Soekotjo Bangun Pendidikan Karakter Lewat Seni dan Budaya

KPAI Minta Stop Penyebaran Video Bullying Siswi SMP

Tak Terbukti Plagiasi, Rektor Universitas Halu Oleo Segera Dilantik

Kemristekdikti Investigasi Kasus Bullying Mahasiswa Berkebutuhan Khusus

Ini Kata Presiden Joko Widodo Soal Telegram

Kalah Dibanding Malaysia, Nasir Ingatkan Dosen Bikin Jurnal Internasional

Kemenkeu dan BPK Raih Predikat A

17 Gubernur Raih Pembina K3 Award

Galakkan Prukades, Antisipasi Serangan Tengkulak
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .