BREAKING NEWS | RAGAM | OLAHRAGA | KRIMINAL | NASIONAL | INTERNASIONAL | ADVERTORIAL

BREAKING NEWS

Senin, 19 Juni 2017 04:19
Didoakan Sebelum Dikemas, Sempat Ditawar Malaysia

Perjalanan Usaha Minyak Gosok Cap Banteng

FOTO 1 – LUKMAN/METRO SAMARINDA BANYAK KHASIAT: Penampakan Minyak Gosok Cap Banteng kemasan 20 cc berikut petunjuk penggunaannya. FOTO 2 - DOK AMALIA AL-HASANI BUTUH DUKUNGAN: Laila (kiri) menunjukkan produk Minyak Gosok Cap Banteng kepada wartawan

PROKAL.CO, Khasiat berbagai rupa membuat nama Minyak Gosok Cap Banteng dikenal masyarakat Kota Tepian. Mulai dari mengatasi permasalahan tulang seperti encok dan pegal linu, mengeringkan luka, hingga sakit perut. Khasiat-khasiat inilah yang membuatnya dilirik hingga ke Negeri Jiran.

LUKMAN MAULANA, Samarinda

Perpaduan tanaman-tanaman obat dan rempah-rempah berkhasiat menjadi komposisi utama Minyak Gosok Cap Banteng. Laila Al-Qadri, sosok di balik dapur produksi menjelaskan, rempah-rempah yang menjadi sumber mujarabnya minyak gosok tradisional ini meliputi jahe, lengkuas, pala, cengkeh, dan bahan-bahan lainnya.

“Semua rempah-rempah dibersihkan terlebih dulu, lalu dicampur di wajan besar, dimasak dengan minyak kelapa sampai kering. Minyak yang digunakan untuk memasak juga tidak boleh sembarangan, harus higienis,” tutur Laila kepada Metro Samarinda (Kaltim Post Group).

Setelah kering, dicampur dengan minyak kayu putih dan minyak serai. Lantas disaring sebanyak tiga kali hingga benar-benar tanpa ampas. Nah, hasil saringan inilah yang kemudian dimasukkan ke dalam kemasan-kemasan botol berbagai ukuran. Mulai dari ukuran 20 cc, 60 cc, hingga 100 cc. Di awal-awal produksi, media yang digunakan yaitu botol beling. Namun karena pertimbangan biaya, botol yang digunakan berbahan plastik.

“Kalau pakai botol kaca harganya lebih mahal karena ukuran beratnya saat didatangkan dari Jawa. Selain itu kami juga merugi karena saat tiba di Samarinda, sebagian botolnya pecah. Jadi kami beralih ke bahan plastik yang lebih murah,” jelasnya.

Adapun bahan-bahan herba alami yang digunakan dalam produksi minyak, dulunya juga didatangkan dari Jawa. Pasalnya saat itu tanaman-tanaman tradisional yang menjadi komposisi minyak banyak yang belum tersedia di Samarinda. Namun seiring perjalanan waktu, bahan-bahan ini dapat dipasok dari dalam daerah sehingga biaya produksi dapat ditekan.

Menariknya, Laila menyebut ada “ritual” khusus yang dilakukan sebelum minyak dimasukkan ke dalam botol. Minyak didoakan secara bersama-sama agar berkah dan khasiatnya bisa dirasakan benar oleh pembeli. Doanya meliputi doa kesembuhan, memohonkan kebaikan bagi orang yang membeli dan menggunakan Minyak Gosok Cap Banteng.

“Pemberian doa ini sudah dilakukan sejak turun-menurun. Ini yang membedakan minyak produksi kami dengan produksi yang lainnya,” terang Laila yang dalam sekali produksi bisa menghasilkan 20 liter minyak.

Dalam memproduksi minyak, Laila menyebut Perusahaan Jamu (PJ) Cap Banteng tidak memiliki pegawai khusus kecuali yang melayani distribusi. Dengan skala industri rumah tangga, Laila biasanya merekrut kerabat dan tetangga sekitarnya untuk melakukan produksi saat ada pesanan dari toko-toko yang mengedarkan minyak ini. Waktu produksi juga tidak menentu, tergantung permintaan.

“Produksi bisa sekali dalam sepekan, bisa juga sekali dalam dua bulan. Sesuai permintaan dari toko-toko. Pesannya bervariasi, ada yang 100 lusin, 50 lusin, dan 30 lusin. Biasanya tidak sampai sebulan sudah pesan lagi. Jadi tidak rutin, kami tidak produksi untuk stok,” paparnya.

Memang dalam menjalankan usahanya, Laila dan keluarga hanya melayani pembelian secara partai atau besar. Tidak melayani penjualan secara eceran atau satuan. Kalaupun ada yang ingin membeli secara satuan, Laila akan mengarahkannya pada toko-toko yang menjual. Di Samarinda sendiri, kata Laila, minyak ini bisa didapatkan di toko-toko obat dan juga apotek.

“Minyak kami juga dijual sampai ke daerah Muara Muntai dan hulu Mahakam. Banyak digunakan di wilayah perkebunan sawit karena salah satu khasiatnya bisa mencegah gigitan nyamuk,” tutur perempuan kelahiran Samarinda, 56 tahun lalu ini.

Dari penjualan selama ini, Laila mengaku usahanya mendapatkan keuntungan hingga 20 persen. Dulunya keuntungan yang didapat bisa mencapai 50 persen. Namun seiring harga bahan-bahan produksi yang semakin naik, pendapatannya ikut menurun. Di satu sisi, Laila tidak bisa begitu saja menaikkan harga Minyak Gosok Cap Banteng.

“Harga yang kami berikan relatif lebih murah dibandingkan produk-produk sejenis. Dengan khasiatnya yang beragam tidak kalah dengan produk-produk yang ada di pasaran,” tambahnya.

Di antara khasiat Minyak Gosok Cap Banteng itu, urai Laila yaitu menyembuhkan sakit perut, sesak napas, masuk angin, sakit kepala, keseleo, linu, sengatan serangga, luka-luka, gatal, hingga kutu air. Minyak ini disebut baik sekali digunakan untuk anak-anak agar tidak masuk angin dan menghindari gigitan serangga karena mengandung minyak kayu putih dan minyak serai.

“Ada yang memberikan testimoni penyakit kencing manis sembuh setelah rutin minum minyak ini. Juga buat sakit gigi, luka koreng dan borok. Minyak ini juga banyak dipakai tukang pijat karena memang berkhasiat untuk pijat dan urut,” sambung Laila.

Satu lagi yang membedakan Minyak Gosok Cap Banteng dengan minyak sejenis lainnya yaitu minyak ini aman diminum untuk pengobatan. Karena dimasak dengan minyak kelapa. Berbeda dengan minyak lainnya yang diproduksi menggunakan white oil. Cara meminumnya yaitu mencampurkannya dengan air matang, teh, atau kopi manis.

“Biasanya diminum untuk mengobati sakit perut. Produk kami aman dan alami, dalam produksinya diawasi oleh pengawas makanan,” bebernya.

Laila mengatakan, selama ini produksi Minyak Gosok Cap Banteng dilakukan secara mandiri tanpa campur tangan atau bantuan dari pemerintah. Sejak dirintis oleh almarhum suaminya, Habib Rafiq Al-Hasani hingga kini diwariskan pada putra sulungnya, Abdullah. Keterbatasan modal membuat perkembangan usaha ini masih berkutat di wilayah Samarinda dan sekitarnya.

“Baru-baru ini saja booming dan mendapat perhatian dari Dinas Pariwisata Kaltim. Kini produk kami disebut sebagai aset daerah, bukan hanya Samarinda tapi juga Kaltim,” sebut nenek sembilan cucu ini.

Sebagai aset daerah, tentunya Laila berharap Minyak Gosok Cap Banteng ini bisa diangkat oleh pemerintah. Tidak harus dengan bantuan modal, dia hanya berharap pemerintah mau membantu dalam hal promosi atau pemasaran produk. Karena menurutnya, bila pemasaran berjalan lancar, maka secara tidak langsung modal juga bertambah.

“Minyak Gosok Cap Banteng dan Minyak Pahlawan sudah dikenal khasiatnya di Kaltim, bahkan sampai ke Malaysia. Malahan pernah waktu itu pihak Malaysia sempat menawar, mau membeli produk minyak kami. Jangan sampai setelah diklaim Malaysia baru kelabakan,” ungkapnya.

Laila sendiri di usia senjanya mengaku akan tetap memproduksi Minyak Gosok Cap Banteng. Dengan bertempat di kediamannya, Jalan Daeng Mangkona Gang Citra 3 Nomor 103 RT 18 Kelurahan Baqa, Samarinda Seberang. Produksi akan tetap dilakukan selama permintaan terhadap minyak ini masih tetap ada.

Faktanya, meski sudah tujuh dekade lebih usaha warisan leluhur ini berjalan, permintaannya masih tetap ada. Bukan sekadar produksi, Laila beserta keluarganya juga terus memperbaiki kualitas produk yang dihasilkan. Di antaranya dengan perbaikan resep serta pengawasan terhadap produk yang dijual di toko.

“Sekarang ini persaingan minyak gosok semakin banyak. Strategi kami di antaranya dengan rajin-rajin kontrol ke toko-toko yang menjual. Bila ada produk yang rusak, kami ganti dengan yang baru. Jangan sampai pembeli mendapatkan produk yang rusak,” tegas Laila.

Sementara itu Amalia Al-Hasani, anak kedua Laila mengatakan, keberadaan Minyak Gosok Cap Banteng punya segi historis bagi masyarakat Samarinda. Hal ini tampak saat dia ikut mempromosikan minyak ini melalui jejaring sosial facebook. Ternyata banyak yang “rindu” dan mencari-cari keberadaan minyak yang konon dulu banyak dipakai masyarakat Samarinda.

“Banyak yang respon dan menanyakan di mana bisa mendapatkan minyak ini. Ada yang bilang dulu waktu kecil sering pakai minyak ini, hanya lupa nama minyaknya,” kata Amalia.

Ibu tiga anak yang akrab dipanggil Lia ini menceritakan, kerap membawa Minyak Gosok Cap Banteng saat bepergian keluar daerah. Ternyata teman-temannya banyak yang tertarik dengan minyak ini. Bahkan kerap dibandingkan dengan salah satu merek minyak gosok populer. Melihat potensi ini, keluarganya punya rencana memperluas pemasaran dengan menggandeng toko-toko suvenir.

“Setelah Idulfitri nanti kami ada rencana bergerak melakukan kerja sama dengan toko-toko suvenir di Samarinda. Apalagi Minyak Gosok Cap Banteng ini bisa dibilang sudah menjadi oleh-oleh dari Samarinda,” tandasnya. (***)


BACA JUGA

Selasa, 18 Juli 2017 20:45

AYO SUDAH..!! Sabtu Ini, Gowes dan Jalan Sehat HUT Bhayangkara di Lapangan Merdeka

BALIKPAPAN- Beragam hadiah disiapkan Polda Kaltim dalam rangka memperingati Hari Jadi Bhayangkara ke-71.…

Minggu, 16 Juli 2017 13:53

Belasan Kios di Pasar Sepinggan Ludes Terbakar

BALIKPAPAN- Sebanyak 16 kios yang berada di lantai 2 Pasar Sepinggan, Jalan Sepinggan Baru, Kelurahan…

Jumat, 14 Juli 2017 20:36

Pembunuhan Pasutri Terungkap, Pelaku Kabur ke Lampung

SAMARINDA - Tuntas sudah kerja aparat penegak hukum dalam mengungkap siapa dalang di balik tewasnya…

Jumat, 14 Juli 2017 20:29

Disandera, Pengusaha di Berau Langsung Lunasi Utang Pajak Rp 2,8 M

JAKARTA- Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kalimantan Timur dan Utara bekerja sama dengan…

Kamis, 13 Juli 2017 21:53
BREAKING NEWS

Ibu Kota Pindah ke Kaltim? Ini Kata Jokowi

  BALIKPAPAN - "Tadi sudah disampaikan Gubernur Kalimantan Timur mengenai pemindahan ibukota. Saya…

Kamis, 13 Juli 2017 21:36

KLIIR..!! Ribut Penggunaan Gedung DOME, Wali Kota Balikpapan Minta Maaf

BALIKPAPAN- Berita soal penggunaan gedung Dome yang ramai dibicarakan di medsos membuat Wali Kota Balikpapan…

Kamis, 13 Juli 2017 21:09
BREAKING NEWS

Ditanya Soal Reshuffle, Ini Jawaban Jokowi

BALIKPAPAN - Presiden Joko Widodo (Jokowi) diiisukan bakal melakukan reshuffle alias perombakan kabinet.…

Kamis, 13 Juli 2017 21:06

Gubernur Sampaikan Balikpapan Siap Jadi Ibu Kota, Begini Tanggapan Presiden Jokowi

BALIKPAPAN- Presiden Joko Widodo menekankan bahwa wacana pemindahan ibu kota Negara Indonesia sampai…

Kamis, 13 Juli 2017 20:47

Ribut di Medsos Soal Pemakaian Gedung Dome, Ini Penjelasan Wali Kota Balikpapan..

BALIKPAPAN- Berita kurang sedap menghampiri Wali Kota Balikpapan Rizal Effendi saat menjamu Presiden…

Kamis, 13 Juli 2017 15:06

Menteri BUMN Kecewa Rumah Murah Jokowi Belum Semua Difasilitasi Air Bersih

BALIKPAPAN - Menteri BUMN, Rini Sumarno menyatakan kekecewaannya saat meninjau lokasi Perumahan Pesona…

AYO SUDAH..!! Sabtu Ini, Gowes dan Jalan Sehat HUT Bhayangkara di Lapangan Merdeka

Asyik Nyanyi di Lampu Merah, Dua Pengamen Ini Tak Berkutik Dijaring Satpol PP

WUIH RAME..Ribuan Warga Penuhi Gowes dan Jalan Sehat HUT Bhayangkara dan Kodam VI/Mulawarman

Belasan Kios di Pasar Sepinggan Ludes Terbakar

Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .