BREAKING NEWS | RAGAM | OLAHRAGA | KRIMINAL | NASIONAL | INTERNASIONAL | ADVERTORIAL

RAGAM

Sabtu, 17 Juni 2017 01:07
Yusran-Rizal Tinggalkan Banteng
Divisi Kreatif Bontang Post

PROKAL.CO, SAMARINDA - Berstatus sebagai salah satu partai besar dengan modal sepuluh kursi, tak membuat Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) diminati sepenuhnya. Dua figur bakal calon gubernur (cagub) yang sebelum mengambil formulir, ternyata urung melamar banteng.

Kedua figur yang dimaksud adalah Bupati Penajam Paser Utara (PPU) yang juga ketua DPD Gerindra Kaltim, Yusran Aspar, serta Wali Kota Balikpapan HM Rizal Effendi. Hingga batas akhir penutupan penjaringan dan penyaringan bakal cagub-cawagub garapan PDIP tanggal 15 Juni lalu, keduanya tidak menampakkan batan hidungnya.

Pembatalan Yusran melamar PDIP juga disertai surat resmi dari Gerindra Kaltim. Surat pembatalan pendaftaran bakal cagub bernomor KM/06-003/B/DPD-GERINDRA/2017 itu diteken langsung oleh Yusran dan sekretaris Gerindra Kaltim, Suterisno Toha. Dalam surat tersebut tersirat, batalnya Yusran melamar PDIP setelah hasil rapat internal.

Yusran yang dihubungi Metro Samarinda (Kaltim Post Group) membenarkannya. Dia mengaku jika sudah menyerahkan seluruh nasibnya kepada Allah SWT. “Semua sudah saya serahkan kepada Allah. Rezeki, langkah, dan maut itu urusannya Allah. Tidak ada masalah. Saya tidak ambisius. Sekali lagi ini jodoh,” katanya.

Kalaupun dia mendapat jalan untuk maju sebagai cagub, tetap akan menjalani. Kendati demikian, dia menepis jika akan maju lewat independen seperti sikap Gerindra pada Pemilihan Gubernur (Pilgub) Kaltim 2013 lalu, kala mengusung Imdaad Hamid-Ipong Muchlissoni.

“Kalau memang ada langkah saya ke sana (gubernur), saya jalani. Tidak ada ancang-ancang maju independen. Saya menjalani kehidupan ini santai saja. Untuk suksesi, jalan terus. Buktinya, baliho saya ada di mana-mana,” kelakarnya.

Senada dikatakan Suterisno. Ketua Fraksi Gerindra DPRD Kaltim itu mengatakan, batalnya Yusran melamar PDIP bukanlah suatu masalah. “Tidak ada apa-apa. Hanya berbagi wilayah saja. Di PDIP, hampir semua jago (figur, Red.) turun. Artinya, profesional saja. Kami berbagi wilayah kerja. Wilayah perjuangan kan sama saja. Yang penting kan ada yang usung,” katanya.

Tidak menutup kemungkinan, kata dia, koalisi pusat antara Gerindra-PKS-PAN terjadi di Banua Etam. “Antara Gerindra-PKS-PAN, bisa iya atau tidak. Untuk sementara, di Gerindra kerja dulu semuanya. Tentang koalisi dengan siapa, itu nanti,” ujarnya.

Menurut Suterisno, partai berlambang kepala Garuda itu tengah menunggu hasil survei. Pasalnya, kata dia, survei sudah menjadi barometer keputusan partai politik (parpol) untuk mengusung figurnya.

“Kalau hasil survei bagus, pasti banyak yang merapat. Semua sudah profesional. Sudah berpatokan dengan survei. Pasti nanti hasil survei yang dipakai,” katanya.

Lalu, apakah Gerindra menutup peluang berkoalisi dengan PDIP? “Kalau dari kami tidak membatasi dengan siapapun. Bagi PDIP yang punya perahu, lebih punya kewenangan. Makanya, kami mundur pun bersurat. Secara etika kami lakukan. Batalnya Pak Yusran murni dari kebijakan partai, hasil keputusan di internal,” tambah Suterisno.

Bicara koalisi, sambung dia, Gerindra memperlakukan semua parpol sama. Bahkan, komunikasi terus dilakukan dengan parpol lain.

“Rencana koalisi, sudah komunikasi dengan hampir semua partai. Dengan PKB, PAN, PPP, Hanura, dan lainnya. Artinya, rata-rata dari kami (anggota dewan, Red.) ada di Karang Paci (sebutan untuk kantor DPRD Kaltim, Red.), komunikasi lebih nyaman. Duduk bareng, ngobrol, sambil ngopi, lebih santai,” candanya.

Dari Balikpapan, Rizal belum memberikan keterangan resmi terkait tidak mendaftarnya dia ke partai besutan Megawati Soekarno Putri itu. Dikonfirmasi Balikpapan Pos (Kaltim Post Group), wali kota dua periode itu mengaku masih ada kegiatan.

“Saya masih dalam perjalanan,” kata Rizal. Kemudian saat dihubungi lagi siang kemarin, yang bersangkutan mengaku masih ada kegiatan. “Masih kegiatan di Jakarta,” sambungnya.

Wakil ketua Bidang Informasi, Komunikasi, Agitasi, dan Propaganda Publik DPD PDIP Kaltim, Agus Salim membenarkan soal tidak mendaftarnya Yusran-Rizal. Begitu juga Ismael Thomas yang batal. Hingga hari terakhir pendaftaran, tercatat hanya sembilan bakal cagub-cawagub yang mengembalikan formulir.

“Ada sembilan yang resmi mendaftar. Ada empat kader dan lima nonkader. Mereka adalah H Syaharie Jaang, Rita Widyasari, Isran Noor, Rusmadi, dan Suriansyah untuk nonkader. Sedang dari kader internal kami, ada nama Izendrik Emir Moeis, Awang Ferdian Hidayat, Zuhdi Yahya, dan Siswadi,” katanya.

Selanjutnya, kata dia, hari ini rencananya akan digelar rapat internal untuk menindaklanjuti hasil pendaftaran dan penjaringan, 1-15 Juni. “Rencananya, tanggal 17 Juni kami rapat. Apakah pendaftaran diperpanjang atau tidak, tergantung dari hasil rapat internal,” tutupnya. (gun)

Pelamar PDIP

Nama                           Keterangan                               Status               Posisi

Izendrik Emir Moeis      Kader Senior PDIP                   Kader               Bakal Cagub

Awang Ferdian H          Anggota DPR RI                      Kader               Bakal Cagub

Zuhdi Yahya                 Ketua KONI Kaltim                  Kader               Bakal Cagub/Cawagub

Siswadi                         Ketua DPC PDIP Samarinda     Kader               Bakal Cawagub

                                    Wakil Ketua DPRD Samarinda

H Syaharie Jaang          Wali Kota Samarinda                 Nonkader          Bakal Cagub

                                    Ketua DPD Demokrat Kaltim

Rita Widyasari              Bupati Kutai Kartanegara          Nonkader          Bakal Cagub

                                    Ketua DPD I Golkar Kaltim

Rusmadi                       Sekretaris Provinsi Kaltim          Nonkader          Bakal Cagub

                                    Ketua Ikapakarti Kaltim

Isran Noor                    Mantan Bupati Kutai Timur        Nonkader          Bakal Cagub

Suriansyah                    Tokoh Masyarakat                    Nonkader          Bakal Cagub


BACA JUGA

Sabtu, 08 Juli 2017 01:05

Kisah Achmad Fauza Noor Jadi Pekerja Sosial; Betah Mengabdi di Panti, Dampingi Anak-anak Bermasalah

Ketertarikan Achmad Fauza Noor terhadap permasalahan sosial telah ada sejak remaja. Selama satu dekade…

Sabtu, 08 Juli 2017 01:04

Cerita Rusliansyah Bangun Usaha Burjo Aldes; Terinspirasi Sang Bunda untuk Bangkit dari Kegagalan

Semangat berwiraswasta seakan mengalir dalam darah Rusliansyah. Beberapa kali gagal berbisnis, tidak…

Kamis, 06 Juli 2017 00:14

Sugeng Jabat Sekkot Samarinda

SAMARINDA - Akhirnya, terhitung sejak Rabu (5/7) kemarin, Pemkot Samarinda memiliki sekretaris kota…

Kamis, 06 Juli 2017 00:14

Dari TMMD ke-99 Tahun 2017, Sinergi TNI-Kemenkes

Wali Kota Samarinda, H Syaharie Jaang bertindak selaku inspektur upacara sekaligus membuka secara resmi…

Rabu, 05 Juli 2017 00:42

H Syaharie Jaang, Bantu Korban Kebakaran Palaran

SAMARINDA – Wali Kota Samarinda, H Syaharie Jaang memberikan respon cepat bagi para korban kebakaran…

Rabu, 05 Juli 2017 00:41

Kalah Pilkada 2018, Bisa Maju Caleg

JAKARTA - Kabar baik bagi para politikus. Mereka bisa mulai memikirkan untuk bermain dua kaki di dua…

Rabu, 05 Juli 2017 00:39

Pejabat Jangan Berhenti Awasi Staf

SAMARINDA - Sekprov Kaltim Dr H Rusmadi mengingatkan agar para pejabat eselon II, III dan IV di lingkungan…

Selasa, 04 Juli 2017 00:42

Pegawai Pemprov yang Bolos Kena Sanksi

SAMARINDA - Guna memastikan kedisiplinan pegawai pada hari pertama masuk kerja usai libur Lebaran, Sekprov…

Selasa, 04 Juli 2017 00:41

Wali Kota Geruduk Kantor Pelayanan

SAMARINDA - Hari pertama masuk kerja setelah melewati libur panjang  Lebaran dimanfaatkan Wali…

Selasa, 04 Juli 2017 00:38

Didominasi Pengurus Lama, Donna Cs Dilantik 17 Juli

SAMARINDA - Pengurus Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kaltim telah terbentuk. Dinahkodai Dayang Donna…

Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .