BREAKING NEWS | RAGAM | OLAHRAGA | KRIMINAL | NASIONAL | INTERNASIONAL | ADVERTORIAL

OLAHRAGA

Kamis, 15 Juni 2017 12:51
Ducati Benar-Benar Hebat atau Cuma Beruntung?
Andrea Dovizioso

PROKAL.CO, BARCELONA – Ducati lagi on fire. Ya, kemenangan spektakuler dua seri beruntun bikin semua orang geleng-geleng. Padahal diakui mereka sama sekali tidak pernah terpikirkan tim Ducati MotoGP.  Sirkuit Montemelo, Barcelona adalah trek yang biasanya membuat tim pabrikan Italia itu frustasi.

Dengan tampil kompetitif dan bahkan menang di Barcelona, Ducati kemungkinan besar akan berbahaya di balapan manapun. Circuit de Catalunya adalah rujukan bagi tim-tim balap, baik itu MotoGP atau Formula 1. Karena itu pula, sirkuit ini selalu dijadikan tempat untuk melakukan uji coba di setiap musim balapan. Karakter trek yang technical dengan karakter tikungan lengkap adalah alasannya.

Tahun lalu, dengan lay out sirkuit yang sama dengan musim ini, Andrea Dovizioso, juara GP Barcelona Minggu lalu (11/6) hanya finis di posisi tujuh. Jaraknya, 41,464 detik di belakang Valentino Rossi sang juara.

Tidak ada yang berani memprediksi kemenangan itu beberapa bulan sebelum balapan akhir pekan lalu berlangsung. Bahkan Dovizioso sekalipun. ''Aneh memang rasanya, aku menang tanpa harus menggeber motorku habis-habisan. Dan aku tidak pernah aku alami sebelumnya. Aku tidak tahu mengapa aku bisa menang di dua balapan terakhir,'' ungkap Dovi dilansir Motorsport Magazine. Ketika ada seorang pembalap mengatakan hal seperti itu, berarti sesuatu yang aneh memang sedang terjadi.

Tapi apakah Ducati sudah benar-benar kompetitif? Dovi sendiri mengaku jika dua kemenangan yang diraihnya sama sekali bukan ukuran. Menurutnya, masih ada yang hilang belum dimiliki Desmosedici GP 17 dibandingkan para rivalnya. Yaitu lemahnya akselerasi di mid corner.

Nah, di Barcelona akhir pekan lalu kondisi trek memang aneh. Suhu trek tembus 50 derajat celsius saat balapan. Sirkuit Barcelona yang biasanya asik untuk ditunggangi berubah menjadi mengerikan. Cengkeraman ban menjadi sangat buruk, bahkan lebih buruk dari Phillip Island, Australia menurut Michelin. Karena di tikungan yang licin itu tidak bisa dilewati dengan kecepatan maksimal, maka ketangguhan power mesin Ducati di trek lurus mengompensasi kelemahan itu. Sementara itu, tidak mesin di grid MotoGP yang mampu menandingi power Ducati di trek lurus.

Keunggulan ini pula yang dirasakan Jorge Lorenzo pada balapan itu. Di awal lomba dia langsung memimpin selama lima lap. Namun setelah itu kehilangan ritme balapnya hingga merosot ke posisi 8. Meski pada akhirnya juara dunia MotoGP tiga kali itu memulihkan posisinya dan finis di tempat keempat dengan selisih 9,608 detik di belakang Dovizioso. ''Ini adalah kali pertama aku finis kurang dari 10 detik dari pembalap terdepan,'' katanya.

Di sisi lain, Rossi yang juara tahun lalu di Barcelona sangat kesulitan menjaga konsumsi ban belakang. Suhu tinggi pada permukaan trek memperparah performanya. Understeer yang terus-terusan terjadi menggerogoti ban belakangnya.

''Masalahnya menjadi semakin parah karena mustahil bisa keluar tikungan dengan cepat, khususnya tikungan ke kanan. Mungkin rider-rider di Tech 3 bisa melaju lebih baik, karena motor lama (YZR-M1 2016 yang digunakan Rossi tahun lalu) memang bisa berbelok lebih mudah dan tidak menekan ban belakang lebih keras, jadi di Jerez dan di sini mereka lebih cepat dari kami,'' ulasnya. Tak heran jika berkali-kali Rossi meminta Yamaha mengijinkannya kembali ke chassis lama.

Pada uji coba resmi dua setelah GP Barcelona, Yamaha membawa dua frame sekaligus untuk dijajal. Hasilnya, Rossi gembira. Motornya bisa melibas tikungan lebih cepat dibandingkan saat balapan. Menurutnya, frame tersebut adalah modal bagus sebelum seri berikutnya di GP Assen, Belanda.

Bagi Ducati, Assen adalah ujian berikutnya apakah mereka benar-benar kompetitif atau hanya beruntung terbantu kondisi abnormal trek. Kini, Dovizioso yang hanya terpisah 7 poin dari Vinales di klasemen pembalap menjadi satu-satunya rider yang bisa menggeser posisinya di Assen. Dan tiga kemenangan beruntun adalah ajaib. (cak)


BACA JUGA

Senin, 01 Oktober 2018 17:55

59 Atlet Kaltim Masih Tertahan di Bandara Palu

Samarinda, Sebanyak 59 orang  atlet Kaltim masih tertahan di Bandara Mutiara SIS Al Jufrie Palu,…

Sabtu, 18 Agustus 2018 11:09

Ribuan Orang Saksikan Pawai Pembangunan

Samarinda, Sejak pukul 08.00 Wita, masyarakat sudah memadati jalan-jalan protocol untuk menyaksikan…

Selasa, 27 Februari 2018 11:58

“Beruang Madu” Ubah Pemain Sebelum Liga 2

PEMBATASAN umur di Liga 2 akan menjadi masalah bagi Persiba Balikpapan. Sejumlah pemain “Beruang…

Selasa, 12 Desember 2017 16:44

FIX..!! Wanderley Jadi Pelatih Persiba Balikpapan

BALIKPAPAN- Kursi kepelatihan Persiba Balikpapan terjawab sudah. Wanderley Machado da Silva akan…

Rabu, 22 November 2017 23:09

Perpanjang Kontrak, Bayu Pradana Tetap Berjersey Mitra Kukar

TENGGARONG - Mitra Kukar bergerak cepat di bursa transfer. Sebagai langkah awal, manajemen Naga Mekes…

Minggu, 29 Oktober 2017 20:27

Persiba Degradasi, Caption di IG Marlon Da Silva Ini Banjir Komentar

BALIKPAPAN- Tim sepakbola kebanggaan warga Balikpapan, Persiba, dipastikan terdegradasi ke Liga 2. Persiba…

Rabu, 20 September 2017 00:47

Poltekkes Gelar Turnamen Futsal

SAMARINDA – Banyak cara yang bisa dilakukan untuk mengembangkan bakat dan minat mahasiswa. Salah…

Jumat, 08 September 2017 00:09

Woow, Tiga Manajer Nobar Timnas U-19 vs Filipina

TENGGARONG - Tak bisa mendampingi timnas U-19 di Myanmar bukan halangan bagi manajer timnas U-19 Roni…

Rabu, 05 Juli 2017 00:39

MEMANG JAGO KANDANG

Rekor 100 persen kemenangan kandang berhasil diteruskan Borneo FC pada pekan ke-12 di Stadion Segiri,…

Selasa, 04 Juli 2017 00:40

Jelang Borneo FC vs Madura United, Menanti Korban Kelima

Garansi Segiri sebagai pendulang tiga poin bagi Borneo FC kembali diuji. Sore ini, skuad berjuluk Pesut…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .