BREAKING NEWS | RAGAM | OLAHRAGA | KRIMINAL | NASIONAL | INTERNASIONAL | ADVERTORIAL

NASIONAL

Rabu, 14 Juni 2017 19:43
Soal Pendidikan Agama, MUI Pertanyakan Status Guru

PROKAL.CO, JAKARTA—Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Ma’ruf Amin menerangkan bahwa Mendikbud Muhadjir Effendy sudah memberikan penjelasan lengkap mengenai pendidikan agama di sekolah. Ma’ruf mengatakan, pendidikan agama  nantinya juga akan diterapkan  di luar sekolah dengan memanfaatkan pusat-pusat sumber berlajar.

“Misalnya, seperti madrasah diniyah. Cuma kita nanti mau mempertanyakan bagimana statusnya, gurunya, pemberdayaan dari madrasah diniyah  yang selama ini kurang diberdayakan, bagaimana koordinasinya?,” terang Ma’ruf di Kantor MUI Jakarta, Rabu (14/7).

Selain itu, Ma’ruf juga mempertanyakan bagaimana mengenai sumber belajar agama tersebut terintegrasi dengan sekolah. Menurutnya, program pemerintah khususnya Kemdikbud ini sangat bagus sekali. Hanya saja, belum ada kejelasan mengenai arah dan payung hukum di daerah agar  kedudukannya menjadi kuat di daerah agar betul-betul terintegrasi pendidikan umum.

“Karena selama ini pendidikan yang sudah ada kerap dikeluhkan terlalu sedikit pelajaran agama. Tapi kalau melalui penguatan karakter ini maka siswa bukan hanya akan mendpaat pelajaran tetapi peroleh penguatan di tempat sumber belajar di luar sekolah dan terintegrasi,”paparnya.

Sementara itu kata Mendikbud, Muhadjir Effendy, secara umum program ini adalah bersifat kokurikuler dan ekstra kulikuler. Sehingga dijadikan penunjang dan pelengkap penyempurnaan dari intrakurikuler.

“Oleh karena itu, harus  dengan sefleksubel mungkin dalam memanfaatkan sumber belajar di lingkungan sekolah baik di dalam dan lingkungan sekolah,”katanya.

Mengenai usulan optional yang disampaikan Ma’ruf Amin, Muhadjir menjelaskan bahwa maksudnya adalah kalau memang di daerah itu sangat menonjol ciri khas kegiatan-kegiatan madrasah diniyahnya, maka nanti pengutana karakternya ditekankan sesuai ciri khas daerah tersebut. “Jadi itu yang disebut optional. Jadi bukan sesuatu keharusan. Ada beberapa pilihan yang harus dilakukan. Kemudian rentang waktu  yang  dimanfaatkan ialah delapan jam belajar,”tuturnya.

Dalam hal ini, Muhadjir juga menekankan bahwa masyarakay jangan membayangkannya seperti layaknya  full day di mana anak di dalam kelas. “Bukan itu. Jadi terserah nanti akan kita liat bagaimana misi keadaan lingkungan itu akan dimanfaatkan secara  optimal untuk sumber belajar tadi itu,”pungkasnya. (sar/pro)


BACA JUGA

Senin, 18 September 2017 22:56

Pil PCC Beredar, Pelajar di Perbatasan Paling Berisiko

JAKARTA--Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy mengajak seluruh masyarakat…

Senin, 18 September 2017 19:17

WAJIB! Nyanyikan Indonesia Raya 3 Stanza

JAKARTA--Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) kini mewajibkan…

Senin, 18 September 2017 18:47

Belum Terbitkan Permendikbud PPK, Mendikbud Masih Fokus Sosialisasi

JAKARTA--Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy mengungkapkan bahwa hingga saat…

Minggu, 17 September 2017 20:10

KPAI : Film Penghianatan G30 S/PKI Tidak Layak Ditonton Anak-anak

JAKARTA--Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Bidang Pendidikan, Retno Listyarti menegaskan…

Minggu, 17 September 2017 20:01

Harus Ada Penguatan Mata Kuliah Pendidikan Pancasila

SURABAYA--Dalam upaya meningkatkan rasa persatuan dan kesatuan serta menjaga keutuhan Negara Kesatuan…

Minggu, 17 September 2017 19:51

Menristekdikti Soroti Soal Mutu Dosen dan Perguruan Tinggi

SURABAYA--Asosisasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (APTISI) Wilayah VII Jawa Timur sebagai lembaga…

Selasa, 12 September 2017 23:06

Tes CPNS, Menteri Asman Jamin Tak Ada Celah Kecurangan

JAKARTA--Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB), Asman Abnur menjamin…

Jumat, 25 Agustus 2017 14:19

Negara ASEAN Sepakat Genjot Perdagangan di Sektor Konstruksi dan Bangunan

JAKARTA—Dalam rangka meningkatkan perdagangan di kawasan ASEAN, negara-negara anggota ASEAN kali…

Jumat, 25 Agustus 2017 13:22

Gandeng Australia, Dongkrak Percepatan Pembangunan Desa

JAKARTA—Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) menggelar…

Jumat, 25 Agustus 2017 12:43

Kolaborasi Antardesa Dorong Pembangunan Ekonomi Pedesaaan

JAKARTA—Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) mengajak…

KPAI : Film Penghianatan G30 S/PKI Tidak Layak Ditonton Anak-anak

Menristekdikti Soroti Soal Mutu Dosen dan Perguruan Tinggi

WAJIB! Nyanyikan Indonesia Raya 3 Stanza

Belum Terbitkan Permendikbud PPK, Mendikbud Masih Fokus Sosialisasi

Harus Ada Penguatan Mata Kuliah Pendidikan Pancasila

Pil PCC Beredar, Pelajar di Perbatasan Paling Berisiko
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .