BREAKING NEWS | RAGAM | OLAHRAGA | KRIMINAL | NASIONAL | INTERNASIONAL | ADVERTORIAL

NASIONAL

Kamis, 01 Juni 2017 20:43
HARI LAHIR PANCASILA
MANTAP, Begini Cara Unika Atma Jaya Merawat Kebhinekaan
Diskusi tentang pancasila di Atma Jaya.

PROKAL.CO,  

 

JAKARTA - Hingar bingar politik, ancaman radikalisasi kelompok agama tertentu, ancaman radikalisasi pemuda, kegaduhan aksi unjuk kekuatan massa, ancaman demi ancaman serta aksi anarkis yang semakin tampak menentang keberagaman di negeri ini menjadi keprihatinan kita hari-hari ini. Indonesia kini seolah berubah. Indonesia kini seolah menyerah. Sebuah pertanyaan kemudian layak untuk dilontarkan, “Akankah situasi ini akan mewarnai Indonesia masa depan?”

Sebagai bagian integral dari bangsa yang berbhinneka ini, Unika Atma Jaya (UAJ) tak ingin larut dalam kebimbangan dan keruwetan yang tercipta hari-hari ini. Sebagai kampus yang didirikan 1 Juni 1960, tepat pada Hari Lahirnya Pancasila dengan semangat “untuk Tuhan dan Tanah Air”, dan memilih simbol Pancasila pada lambang universitas UAJ percaya bahwa keberagaman adalah keniscayaan yang patut dihidupi, diperjuangkan, dan pada akhirnya dirayakan.

Dalam semangat “tumbuh bersama Bangsa”, Unika Atma Jaya hendak memilih untuk tak diam atas upaya menegasikan kebhinekaan Indonesia. Sebagai institusi pendidikan, UAJ  percaya pendidikan haruslah menjadi medium sentral bagi upaya merawat kebhinekaan itu.

Bertepatan dengan momentum Dies Natalis Unika Atma Jaya ke-57 dan Hari Lahirnya Pancasila pada 1 Juni 2017, sekaligus dalam suasana Bulan Suci Ramadhan UAJ menyelenggarakan Sarasehan Kebangsaan dan Tirakatan Peringatan Hari Lahir Pancasila. 

Hadir sebagai pembicara Sarasehan Kebangsaan Inayah Wulandari Wahid (Gusdurian), Rm.JN Hariyanto SJ (Rohaniawan, Pendiri Indonesian Conference on Religion and Peace – ICRP) dan Ismail Hasani (Direktur Riset Setara Institut) dan moderator Andina Dwi Fatma sebagai moderator.

Rektor Unika Atma Jaya Dr. Agustinus Prasetyantoko dalam sambutanya menyatakan “peringatan berdirinya Atma Jaya yang bertepatan dengan Hari Kelahiran Pancasila bukanlah sebuah kebetulan belaka. Para pendiri dengan sadar menegaskan posisi Atma Jaya yang memiliki identitas Katolik ini sebagai kampus dengan semangat kebangsaan. Dengan demikian, upaya terus-menerus bergumul dengan persoalan bangsa harus terus dilakukan.

Seperti sekarang ini, kata dia, saat bangsa tengah menghadapi menguatnya radikalisme yang berbasis identitas, maka Kampus Unika Atma Jaya perlu secara nyata berpartisipasi aktif merekatkan kembali semangat Pancasila dan Kebhinekaan. Kampus sebagai tempat bergumulnya kaum muda dalam menemukan identitas, harus menjadi sarana yang sangat baik menumbuhkan semangat kebangsaan dengan prinsip kebhinekaan. 

Setelah sarasehan dan buka puasa bersama acara dilanjutkan dengan Tirakatan Hari Pancasila melalui parade lilin oleh para peserta dengan membentuk formasi NKRI, Deklarasi Komitmen kecintaan terhadap Pancasila yang dipimpin oleh para pimpinan universitas dan diakhiri dengan doa bersama lintas agama oleh enam pemuka agama yaitu Zuhairi Misrawi (Gus Mis) mewakili umat Muslim, Romo Bernardus Hardijantan Dermawan, Pr. mewakili umat Katolik, Pandita Liem Wira Wijaya mewakili umat Buddha, Ciao Sheng Susanto Kurniawan mewakili umat Khong Hu Chu dan Pdt DR.Mangapul Sagala mewakili umat Kristen.  Teman-teman dari Banser NU juga turut hadir dan membantu pelaksaanaan acara Tirakatan Pancasilaini.

Ketua panita acara sekaligus wakil rektor bidang tiga dr.Tommy N.Tahumihardja, Sp.An  menyampaikan kegiatan ini merupakan momentum bersejarah karena menemukan maknanya di tengah pergulatan bangsa Indonesia dewasa ini.

Dikatakan, di tengah semakin hilangnya batas-batas ruang dan waktu yang disebabkan kemajuan teknologi informasi, ternyata tidak serta merta membuat keterbukaan dan penerimaan terhadap orang yang berbeda satu sama lain. Perlu suatu usaha aktif untuk terus menyuarakan kesetaraan, keberagaman dan keterbukaan di negara ini.

Menurutnya, mahasiswa mempunyai peran yang sangat strategis di dalam menyuarakan hal-hal tersebut, karena memang lahir dan berkembang di abad digital ini.

“Kami berharap kegiatan peringatan hari lahir Pancasila ini bisa menjadi momentum bagi Unika Atma Jaya di dalam melanjutkan pembangunan manusia Indonesia yang setia pada Pancasila, NKRI, UUD 1945 dan Bhinneka Tunggal Ika, bersama-sama dengan elemen masyarakat lainnya.”

Melalui kegiatan yang berlokasi di kampus semanggi yang terletak di jantung ibukota Republik Indonesia UAJ  bergandeng tangan dengan sesama institusi pendidikan, generasi muda dan berbagi elemen masyarakat agar bersama-sama, saling mendukung dan menyokong berjuang merawat Kebhinekaan Indonesia. (rls/eff)


BACA JUGA

Jumat, 20 Juli 2018 12:16

Menkeu Tunjuk 3 Dirjen, Bantu Optimalisasi Anggaran Fungsi Pendidikan di Daerah

JAKARTA—Menteri Keuangan (Menkeu), Sri Mulyani mengungkapkan bahwa pihaknya telah menginstruksikan…

Jumat, 20 Juli 2018 12:15

Daerah Siap-siap Kena Sanksi, Jika Tak Komitmen Sisihkan Anggaran Pendidikan 20 Persen

  JAKARTA--Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) sebagai salah satu pengelola anggaran…

Jumat, 20 Juli 2018 12:10

Kemendikbud Gandeng BNN dan BNPT Kuatkan Karakter Siswa

    JAKARTA--Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) bersama Kementerian Agama…

Jumat, 20 Juli 2018 12:04

Kurban di Pedalaman, IBM Targetkan 2.300 Hewan Kurban

JAKARTA—Dalam rangka meningkatkan perekonomian masyarakat di kawasan terpencil dan perbatasan,…

Rabu, 11 Juli 2018 21:39

Hadi Gunawan, Patenkan Alat Shuttle Run Counter

Jakarta, Kepolisian Republik Indonesia berkomitmen untuk lebih terbuka pada penerimaan calon polisi…

Minggu, 08 Juli 2018 11:44

Kata Bos Sebuku Grup, Penghadang Yusril di Kalsel Mulutnya Bau Tuak

Aksi pengadangan Yusril Ihza Mahendra oleh puluhan massa di pintu masuk areal Bandara Gusti Syamsir…

Sabtu, 07 Juli 2018 18:10

Kereeen !!!! Pemain Muda Jebolan GSI Siap-siap Direkrut PSSI

  JAKARTA--Penyelenggaraan Gala Siswa Indonesia (GSI) tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang…

Sabtu, 07 Juli 2018 13:50

Mendes : Dana Desa Bisa untuk Atasi Stunting

  GIANYAR--Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT), Eko Putro…

Selasa, 26 Juni 2018 02:42

Pemda Diminta Kembangkan Sistem Online PPDB sesuai Kapasitas Jumlah Siswa

JAKARTA—Berdasarkan  evaluasi tahun 2017 lalu, beberapa titik kabupaten/kota/provinsi tertentu…

Selasa, 26 Juni 2018 02:34

Jangan Sampai Ada Praktik Jual Beli Kursi !

 JAKARTA—Pelaksanaan PPDB 2018 yang menerapkan sistem zonasi ini, rawan terjadi kecurangan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .