BREAKING NEWS | RAGAM | OLAHRAGA | KRIMINAL | NASIONAL | INTERNASIONAL | ADVERTORIAL

KRIMINAL

Jumat, 19 Mei 2017 00:49
Izin Dicabut Tahun Lalu, Penyalur TKI Ilegal Digrebeg
PT Bidar Timur Dirut Mustofa, salah satu PPTKIS yang digrebeg polisi karena masih melakukan penyaluran TKI ke Arab Saudi meski izinnya sudah dicabut sejak tahun 2016 lalu. (foto : dok/kemnaker)

PROKAL.CO, JAKARTA--Direktur Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Luar Negeri (PPTKLN) Kementerian Ketenagakerjaan RI, R Soes Hindharno  mengungkapkan ada dua perusahaan Pelaksana Penempatan Tenaga Kerja Indonesia Swasta (PPTKIS) yang digerebek Mabes Polri karena menyalurkan Tenaga Kerja Indonesia (TKI) secara illegal. Yakni, PPTKIS yang sudah dicabut izinnya berdasarkan Kepmenaker Nomor 650 tanggal 30 Desember 2016.

“Kedua PPTKIS tersebut, yakni PT Bidar Timur Dirut Mustofa dan PT Mushofahah Maju Jaya telah dicabut izinnya oleh Menaker Desember 2016 karena terlibat pengiriman TKI Ilegal ke Saudi Arabia. Keduanya memang memiliki rekam jejak yang buruk,” kata Soes di Jakarta, Kamis (18/5).

Berdasarkan data yang dirilis Kemnaker, PT Bidar Timur beralamat di  Jalan Budi No 20 Cawang Dewi Sartika, Jakarta Timur. Sedangkan PT Mushofahah Maju Jaya beralamat di  Jalan Kampung Cikunir Bulak RT 04, RW 12 No 61 Bekasi Selatan, Kota Bekasi.

Pada 23 Juni 2016, Kemnaker menjatuhkan skorsing melalui surat nomor: Kep.1017/PPTKPKK/VI/2016 kepada PT Bidar Timur. Sanki tersebut terkait dengan hasil kerja Tim Satuan Tugas Kemnaker yang seminggu sebelumnya menggagalkan pengiriman 140 calon TKI dari penampungan perusahaan tersebut yang akan diterbangkan ke Arab Saudi. 

Ternyata, tak lama berselang dari sanksi skorsing, Kementerian Ketenagakerjaan menerima surat dai Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Jeddah bernomor: R-00246/JEDDAH/161030 tentang Penempatan 1000 TKI unprocedural di Arab Saudi yang melibatkan  PT Bidar Timur dan PT Mushofahah Maju Jaya. Atas surat tersebut, Kemnaker mencabut izin operasi kedua perusahaan itu pada Desember 2016 bersama 44 PPTKIS lainnya.

Jadi, lanjut Soes, alasan pencabutan izin operasi kedua PPTKIS tersebut karena melakukan penempatan TKI pada pengguna perseorangan (pembantu rumah tangga) ke Arab Saudi yang sudah dilarang pemerintah sejak 2015, serta menyalurkan TKI secara illegal tanpa memiliki dokumen penempatan ke Saudi Arabia.

Atas tindakan Mabes Polri yang melakukan penggerebekan kepada pihak yang menyalurkan TKI secara illegal, Kemnaker sangat mendukung dan terus akan berkoordinasi. Koordinasi serupa juga dilakukan kepada Kementerian Agama (Kemenag) dan Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) terkait modus pemberangkatan TKI illegal ke Timur Tengah dengan modus umroh dan ziarah.

Berdasarkan UU Nomor 39 Tahun 2004 tentang Perlindungan dan Penempatan TKI, pelaku pengiriman TKI illegal diancam hukuman 1-5 tahun penjara atau denda Rp 1 miliar hingga Rp5 miliar. (*/sar/pro)

 


BACA JUGA

Senin, 15 Mei 2017 18:02

Ditugaskan Kirim Solar ke Kutim, Ternyata....

SAMARINDA - Jajaran Unit Reskrim Polsek Sangatta Utara di-backup Unit Reskrim Polres Kutim yang dipimpin…

Minggu, 14 Mei 2017 12:46

Nah Ikam! Gara-gara Membobol Mobil, Warga Loa Janan Ilir Ini Betisnya Bolong

Timah panas anggota Unit Reskrim Polsek Loa Kulu berhasil memensiunkan Norhasim dari dunia hitam. Penjahat…

Rabu, 12 April 2017 23:36

5 Guru Diperiksa Terkait Kasus Pelanggaran USBN

JAKARTA--Inspektur Jenderal (Irjen) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud), Daryanto mengungkapkan…

Kamis, 30 Maret 2017 10:54
BREAKING NEWS

Ini 22 Motor Curian yang Belum Kembali ke Pemiliknya, Cek Nomor Mesinnya, Siapa Tahu Milik Anda

 SANGATTA – Sebanyak 34 unit sepeda motor barang bukti hasil pencurian kendaraan bermotor…

Kamis, 30 Maret 2017 10:50
BREAKING NEWS

Ini Dia Maling Motor yang Jaringannya Diduga Tersebar di Penjuru Kaltim

SANGATTA – Sebanyak 34 unit sepeda motor barang bukti hasil pencurian kendaraan bermotor (curanmor)…

Selasa, 21 Maret 2017 13:44
BREAKING NEWS

Pakai Seragam Dinas, Petugas BPBD Samarinda Kepergok Nyabu

SAMARINDA-Warga di Jalan Pulau Irian tepatnya di depan Mal Samarinda Central Plaza (SCP) mendadak ramai.…

Kamis, 09 Maret 2017 23:30

Lima Pelaku Bom Jalani Rekonstruksi

SAMARINDA-Jajaran kepolisian dari Mabes Polri dan Polda Kaltim menggelar rekonstruksi di Masjid Al Ishlah…

Kamis, 23 Februari 2017 12:41

Hasil Otopsi Kematian Juragan Angkot, Ternyata Polisi Temukan...

Balikpapan - Proses pengungkapan tewasnya juragan Angkot dan anaknya di RT 31 Gang Merpati, Kelurahan…

Selasa, 21 Februari 2017 11:10

DPO Polda Sulselbar Sembunyi di Balikpapan

BALIKPAPAN- Seorang pria yang masuk daftar pencarian orang (DPO) Polda Sulawesi Selatan dan Barat (Sulselbar)…

Rabu, 01 Februari 2017 12:08
BREAKING NEWS

Kasus Tewasnya Noviandi, Versi Keluarga, Sudah 36 Hari Tanpa Kejelasan

SAMARINDA- Nafsau La Ode Endigo, ayah dari La Ode Noviandi sedih. Kasus anaknya seolah menggantung.…

Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .