BREAKING NEWS | RAGAM | OLAHRAGA | KRIMINAL | NASIONAL | INTERNASIONAL | ADVERTORIAL

NASIONAL

Selasa, 16 Mei 2017 14:22
Ini Alasan Habib Rizieq Tolak Panggilan Polda Metro Jaya
Tim kuasa hukum Habib Rizieq dalam konferensi pers.

PROKAL.CO, JAKARTA- Habib Rizieq Shihab menolak tegas panggilan penyidik Dirkrimsus Polda Metro Jaya sebagai saksi kasus chat mesum. Ada alasan mengapa ketua FPI ini menolak hadir. Menurut kuasa hukum Habib Rizieq, Kapitra Ampera dalam konferensi pers bersama tim hukum GNPF MUI di AQL Center, Tebet Utara, Jakarta Selatan, Selasa (16/5), ada 9 alasan mengapa kliennya menola dipanggil.

Kapitra juga mengungkap posisi Habib Rizieq saat ini berada di Saudi Arabia. Dia pun memaparkan sembilan pesan dari Imam Besar FPI yang menjadi alasan perlawanannya terhadap panggilan penyidik Polda Metro Jaya. Pertama, Habib Rizieq diseret dalam kasus chat mesum lantaran pengaruhnya dalam aksi Bela Islam.

"Beliau tokoh sentral Aksi Bela Islam," ujar Kapitra saat konferensi pers bersama tim hukum GNPF-MUI. Kedua, Habib Rizieq turut andil dalam kekalahan Basuki T Purnama (Ahok) di Pilkada DKI Jakarta. Ketiga, Rizieq ikut mengawal proses hukum di pengadilan dalam memutus Ahok bersalah menodai agama Islam.

Keempat, kliennya sangat fokus menyuarakan ketidakadilan. Kelima, Rizieq orang yang sangat istikamah dan melawan kriminalisasi ulama. Keenam, dia berada di pihak rakyat miskin.

Ketujuh, Rizieq setia pada NKRI dan Pancasila dan menolak penjajahan asing dan aseng. Kedelapan, Habib mengungkap indikasi kebangkitan dan melawan PKI. "Kesembilan, beliau menyatukan umat Islam dan mwnyerukan umat Islam bersatu. Inilah menurut beliau kenapa dia menjadi target dari perkara ini," ujar Kapitra. (fat/jpnn)

 

1 2  Next


BACA JUGA

Senin, 11 Juni 2018 15:52

Banyak Kekurangan, Pemerintah Didesak Evaluasi Bandara Jabar Kertajati

JAKARTA- Digadang-gadang menjadi bandara terbesar kedua di Indonesia, Bandara Internasional Jawa Barat…

Rabu, 06 Juni 2018 20:50

Berhasil Raih Opini WTP, Mendes : Jangan Ada Celah untuk "Orang Nakal"

  JAKARTA--Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) baru-baru ini memberikan opini wajar tanpa pengecualian…

Rabu, 06 Juni 2018 16:42

Teten : Harus Ada Sinergitas Pengelolaan Dana Desa

  JAKARTA--Koordinator Staff Khusus Presiden, Teten Masduki menyarankan agar alokasi dana desa…

Rabu, 06 Juni 2018 16:36

Dana Desa Ciptakan Sumber Ekonomi Baru

  JAKARTA--Dana desa yang disalurkan oleh pemerintah merupakan ujung tombak pertumbuhan ekonomi…

Senin, 04 Juni 2018 15:44
HIKMAH RAMADAN

Ternyata Pancasila Sesuai Piagam Madinah. Benarkah?

JAKARTA – Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) RI menggelar peringatan Nuzulul Quran, di ruang…

Senin, 04 Juni 2018 15:24
HIKMAH RAMADAN

Guru-Guru SQI Indonesia Diajarkan Mesra. Untuk Apa Ya?

JAKARTA – Tak hanya harus pandai mendidik dan membimbing murid-muridnya, para guru dan staf serta…

Sabtu, 02 Juni 2018 00:49

Cegah Radikalisme, Implementasi PPK Harus Sistematis

 JAKARTA—Munculnya paham radikalisme dan terorisme yang tersebar di tengah-tengah masyarakat…

Kamis, 31 Mei 2018 23:26

GSI SMP 2018, Tim Kaltim Masuk di Group A

JAKARTA—Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) menggelar kompetisi sepakbola jenjang…

Kamis, 31 Mei 2018 06:59

Mendikbud : Ketentuan Zonasi PPDB Harus Diperhatikan

JAKARTA—Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir  menegaskan bahwa Pemerintah…

Kamis, 31 Mei 2018 06:48

Soal PPDB, Pemda Diminta Makin Akuntabel dan Nondiskriminatif

JAKARTA--Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) menerbitkan Peraturan Menteri Pendidikan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .