BREAKING NEWS | RAGAM | OLAHRAGA | KRIMINAL | NASIONAL | INTERNASIONAL | ADVERTORIAL

RAGAM

Senin, 15 Mei 2017 17:45
Menyimak Perjalanan Karier Adi Darma, Dari Wartawan, Wali Kota, hingga Gammi Bawis
Adi Darma

PROKAL.CO, Ajang Pemilihan Gubernur (Pilgub) Kaltim 2018 mencuatkan kembali nama Adi Darma. Mantan Wali Kota Bontang ini menjadi salah satu kandidat bakal calon wakil gubernur mendampingi Bupati Kutai Kartanegara (Kukar) Rita Widyasari.

Lahir di Tenggarong 56 tahun lalu, Adi Darma kecil tidak punya cita-cita pasti. Kala itu dia hanya ingin menjadi orang yang berguna bagi keluarga, bangsa dan negara. Sebagaimana prinsipnya menjalani hidup mengalir seperti air, perjalanan hidup Adi Darma serba tak terduga. Prestasi sebagai atlet tenis lapangan saat remaja membawanya berkenalan dengan pimpinan salah satu surat kabar mingguan di Samarinda.

“Saya masih kuliah ketika diajak bergabung menjadi wartawan di mingguan Meranti. Awalnya karena prestasi saya sebagai atlet. Saat menjadi mahasiswa saya memang suka menulis. Makanya saya menerima tawaran tersebut. Saya lupa tahun pastinya, antara 1983 atau 1984,” kenang Adi Darma.

Dari situ Adi mulai belajar tentang jurnalistik. Sebagai wartawan, spesialisasinya meliput berita-berita dan kegiatan-kegiatan olahraga. Namun sesekali dia juga meliput berita-berita umum. Kala itu dia memiliki kartu identitas Persatuan Wartawan Indonesia (PWI). Selain berburu berita, Adi juga aktif mengikuti pekan olahraga wartawan nasional (Porwanas).

Keahlian mengayun raket membawa Adi beberapa kali mencatat prestasi dalam keikutsertaannya di ajang Porwanas. Ikut serta dalam Porwanas merupakan bagian paling berkesan selama menjadi wartawan. Karena kala itu sebagai mahasiswa, dia bisa bepergian ke berbagai tempat di Indonesia.

“Saya beberapa kali ikut event nasional. Di antaranya di Jakarta, Surabaya, Sumatra. Prestasi terbaik saya waktu itu masuk tiga besar,” jelasnya.

Kiprah sebagai wartawan dan atlet membuat Adi dilirik menjadi pegawai negeri sipil (PNS). Dia mendapat tawaran bergabung di Kanwil Kementerian Penerangan. Instansi ini sebelumnya kerap bekerja sama dengan Adi dalam hal pemberitaan. Karena saat itu masih kuliah dan berijazah SMA, Adi sempat minder. Namun tawaran bergabung di pemerintahan akhirnya diterimanya juga.

“Waktu itu prosedur menjadi PNS belum seperti saat ini. Saya masuk ke kanwil Penerangan sebagai staf humas. Karena masih berhubungan dengan pemberitaan, jadi saya terima. Padahal waktu itu, antara tahun 1985 atau 1986, saya masih belum lulus kuliah,” kisah Adi.

Di tahun 1993, berbekal ijazah S1 yang diperolehnya selepas kuliah, Adi mengikuti tes Departemen Dalam Negeri (Depdagri). Dia diterima dan ditempatkan di Kantor Biro Lingkungan di Badan Pengendalian Dampak Lingkungan (Bapedalda) Kaltim yang kala itu dipimpin Awang Faroek Ishak. Di sini dia sempat menjadi pelaksana harian kasi laboratorium Bapedalda Kaltim, hingga kemudian dipindah ke Tenggarong sebagai Kasi P20 Dispenda Kukar di 1999.

Saat bekerja di Tenggarong itulah Adi mulai mengenal Kota Bontang. Pasalnya, kala itu jajaran pemerintahan Bontang meminta bantuannya dalam meningkatkan pendapatan daerah dengan menggali potensi-potensi yang ada. Dalam hal ini, dia ikut melobi pemerintah pusat melalui kementerian-kementerian terkait untuk menambah dana perimbangan yang diterima Bontang.

“Misalnya ada dua rig di Malahing yang pendapatannya masuk ke Kukar. Padahal wilayahnya berada di Bontang. Setelah diurus ke Bontang, akhirnya pajak-pajak dana perimbangannya berpindah ke Bontang,” urainya.

Tahun 2001, Adi dipindahkan ke Bontang sebagai kabag umum merangkap pelaksana tugas kepala Dinas Pendapatan Bontang. Hingga kemudian dia dipercaya sebagai kepala Dinas Pendapatan Bontang di penghujung tahun tersebut. Dalam perannya di Dinas Pendapatan itulah, Adi banyak memberi sumbangsih dalam meningkatkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Bontang.

“Di Dinas Pendapatan saya mencari dan menggali potensi-potensi daerah yang bisa menambah pendapatan daerah. Dari yang awalnya Rp 75 miliar perlahan bertambah menjadi Rp 150 miliar, lalu menjadi Rp 350 miliar. Memasuki tahun anggaran 2003, nilainya sudah sekitar Rp 900-an miliar, hampir mencapai Rp 1 triliun,” ungkap Adi.

Dengan prestasi tersebut, oleh wali kota Bontang kala itu yaitu Sofyan Hasdam, Adi dipercaya menjadi asisten 3 yang membidangi masalah keuangan, pendapatan, kepegawaian, dan inspektorat. Tahun 2005, dia merangkap posisi pelaksana tugas sekretaris daerah (Sekda) yang kala itu tengah kosong. Lantas di tahun 2006, dia menjadi pejabat Sekda Bontang hingga tahun 2009.

Ketika kepemimpinan Sofyan Hasdam akan berakhir, banyak elemen masyarakat yang meminta Adi Darma meneruskan kepemimpinan Bapak Pembangunan Bontang tersebut. Mengingat kala itu Adi berada dalam posisi birokrat tertinggi di Kota Taman. Adi pun maju dalam pemilihan kepala daerah (Pilkada) Bontang tahun 2011 sebagai calon wali kota berpasangan dengan Isro Umarghani.

“Dalam pilkada saya dipercaya masyarakat Bontang menjadi wali kota meneruskan pemerintahan Pak Sofyan. Bagi saya jabatan ini amanah, sehingga mesti saya jalankan dengan sebaik-baiknya,” sebut dia.

Sebagai wali kota Bontang, program-program prioritas dalam pembangunan Bontang mulai dijalankannya. Di antaranya program pemenuhan kebutuhan listrik melalui pembangunan PLTMG dan pemenuhan air bersih melalui pembangunan water treatment plant (WTP). Termasuk program prioritas yaitu program partisipasi masyarakat Rp 50 juta per RT (Prolita) yang menyasar bidang fisik, sosial, dan infrastruktur.

“Yang paling berkesan bagi saya saat menjabat wali kota ketika saya bisa mengabulkan keinginan masyarakat. Dukanya, ketika saya kerap mendapat kritik dari banyak pihak. Tapi bagi saya hal itu sudah menjadi bagian dari menjadi seorang pemimpin,” ujar Adi.

Ketika Pilkada Bontang 2016, Adi kembali maju bersama Isro Umarghani. Namun dia gagal meneruskan kepemimpinannya setelah Neni Moerniaeni terpilih menjadi wali Kota Bontang periode 2016-2021. Adi menerima kekalahannya sebagai suratan takdir. Bahwa dia memang sudah digariskan untuk tidak lagi menjabat wali kota Bontang.

“Diambil hikmahnya saja, rezeki dan jodoh sudah ditentukan Allah. Hikmahnya sekarang saya bisa menikmati hidup, menjalani usia tua bersama keluarga. Menemani kegiatan usaha istri sembari melakukan kegiatan-kegiatan sosial,” terangnya.

Setelah tak lagi menjabat wali kota, Adi memang lebih banyak menjalankan usaha. Bersama sang istri, Najirah, dia merintis usaha kuliner di beberapa kota di Kaltim meliputi Kukar, Samarinda, dan Balikpapan. Lewat rumah makan yang dikelolanya, Adi ingin memperkenalkan kuliner Bontang yaitu Gammi Bawis secara lebih luas.

Bukan hanya berwiraswasta, pria kelahiran Tenggarong 56 tahun lalu ini juga masih terlibat dalam kegiatan-kegiatan sosial. Dia dipercaya menjadi ketua Syarikat Islam di Samarinda. Salah satu program kerjanya yaitu menjalin kerja sama dengan Kementerian Koperasi dan UKM dalam rangka membantu menggerakkan perkembangan koperasi di daerah.

“Di luar usaha dan kegiatan sosial, saya juga punya kebun di Samarinda yang ditanami macam-macam tumbuhan. Seperti rambutan dan kelapa. Ya di hari tua ini salah satunya diisi jalan-jalan lihat kebun sambil menimang cucu,” pungkas Ketua Musyawarah Kekeluargaan Gotong Royong (MKGR) Kaltim ini. (***)

 

TENTANG ADI

Nama: Ir H Adi Darma M Si

TTL: Tenggarong, 29 April 1960

Istri: Hj Najirah SE

Anak:

-          Ferza Agustia

-          Dina Novita Sari

Riwayat Pendidikan

-          SDN 005 Tenggarong (lulus 1974)

-          SMPN 1 Tenggarong (lulus 1977)

-          SMAN 1 Tenggarong Jurusan IPA (lulus 1981)

-          S1 Universitas Mulawarman Samarinda (lulus 1988)

-          S2 Universitas Dr. Sutomo Surabaya (lulus 2002)

Alamat: Jalan Juanda 4 Nomor 99 Samarinda

 

Penulis: Lukman Maulana

Editor: Guntur Marchista Sunan


BACA JUGA

Sabtu, 08 Juli 2017 01:05

Kisah Achmad Fauza Noor Jadi Pekerja Sosial; Betah Mengabdi di Panti, Dampingi Anak-anak Bermasalah

Ketertarikan Achmad Fauza Noor terhadap permasalahan sosial telah ada sejak remaja. Selama satu dekade…

Sabtu, 08 Juli 2017 01:04

Cerita Rusliansyah Bangun Usaha Burjo Aldes; Terinspirasi Sang Bunda untuk Bangkit dari Kegagalan

Semangat berwiraswasta seakan mengalir dalam darah Rusliansyah. Beberapa kali gagal berbisnis, tidak…

Kamis, 06 Juli 2017 00:14

Sugeng Jabat Sekkot Samarinda

SAMARINDA - Akhirnya, terhitung sejak Rabu (5/7) kemarin, Pemkot Samarinda memiliki sekretaris kota…

Kamis, 06 Juli 2017 00:14

Dari TMMD ke-99 Tahun 2017, Sinergi TNI-Kemenkes

Wali Kota Samarinda, H Syaharie Jaang bertindak selaku inspektur upacara sekaligus membuka secara resmi…

Rabu, 05 Juli 2017 00:42

H Syaharie Jaang, Bantu Korban Kebakaran Palaran

SAMARINDA – Wali Kota Samarinda, H Syaharie Jaang memberikan respon cepat bagi para korban kebakaran…

Rabu, 05 Juli 2017 00:41

Kalah Pilkada 2018, Bisa Maju Caleg

JAKARTA - Kabar baik bagi para politikus. Mereka bisa mulai memikirkan untuk bermain dua kaki di dua…

Rabu, 05 Juli 2017 00:39

Pejabat Jangan Berhenti Awasi Staf

SAMARINDA - Sekprov Kaltim Dr H Rusmadi mengingatkan agar para pejabat eselon II, III dan IV di lingkungan…

Selasa, 04 Juli 2017 00:42

Pegawai Pemprov yang Bolos Kena Sanksi

SAMARINDA - Guna memastikan kedisiplinan pegawai pada hari pertama masuk kerja usai libur Lebaran, Sekprov…

Selasa, 04 Juli 2017 00:41

Wali Kota Geruduk Kantor Pelayanan

SAMARINDA - Hari pertama masuk kerja setelah melewati libur panjang  Lebaran dimanfaatkan Wali…

Selasa, 04 Juli 2017 00:38

Didominasi Pengurus Lama, Donna Cs Dilantik 17 Juli

SAMARINDA - Pengurus Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kaltim telah terbentuk. Dinahkodai Dayang Donna…

Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .