BREAKING NEWS | RAGAM | OLAHRAGA | KRIMINAL | NASIONAL | INTERNASIONAL | ADVERTORIAL

RAGAM

Minggu, 14 Mei 2017 12:32
Sales Executive Hotel Ini Pernah Dilempar Marmer hingga Terluka, Untung Enggak Apa-Apa Ya...!

PROKAL.CO, Menjadi pekerja hotel mesti memiliki ketahanan mental yang baik. Itulah yang dipahami Desty Intan Syafaria Indah dalam satu dekade lebih bergelut di dunia perhotelan. Pengalaman menghadapi berbagai karakter tamu menjadikannya semakin tangguh dalam mengabdi di hotel tempatnya bekerja.

Cita-cita Desty muda ingin bekerja di bank. Apalagi keluarganya banyak yang menjadi pegawai bank. Karenanya dia kuliah di Pusat Pendidikan Sekretaris Indonesia (Akademi Sekretaris Indonesia) Samarinda. Namun alih-alih bekerja di bank, setelah lulus kuliah Desty malah bekerja sebagai resepsionis di salah satu hotel berbintang tiga di Kota Tepian.

“Tahun 2004 saya mulai bekerja di hotel sebagai resepsionis. Waktu itu awalnya coba-coba. Setelah dijalani ternyata menyenangkan,” kenang Desty saat ditemui Metro Samarinda (Kaltim Post Group) Sabtu (13/5).

Secara perlahan, Desty mulai mempelajari seluk-beluk dunia perhotelan. Melalui praktik langsung dan bimbingan dari manajemen hotel, dia mulai memahami irama kerja di hotel. Namun begitu semangat muda ternyata membuat bungsu dari tiga bersaudara ini masih ingin mencari pengalaman-pengalaman lain. Ingin menjajal profesi lain, Desty lantas berhenti dari pekerjaannya di hotel dan bekerja di industri penerbangan.

“Posisi terakhir saya waktu itu section head di front office. Tahun 2006 saya keluar dari hotel, pindah bekerja di industri penerbangan. Saya jadi pegawai reservasi ticketing TTO (ticketing town office) salah satu maskapai penerbangan,” bebernya.

Dua tahun bekerja di TTO, Desty merindukan profesi lamanya di hotel. Pasalnya sebagai layanan reservasi tiket pesawat terbang, interaksi Desty dengan orang-orang menjadi terbatas. Yaitu sebatas dengan agen-agen perjalanan. Berbeda saat bekerja di hotel, Desty bisa bertemu para tamu dari berbagai daerah dengan beragam karakter.

“Saya memang orangnya suka berinteraksi dan bergaul dengan banyak orang. Sedangkan di bagian ticketing lebih banyak bekerja di depan komputer. Dari situ saya menyimpulkan kalau saya lebih cocok kerja di hotel,” jelas Desty.

Setelah dua tahun bekerja di TTO, Desty memutuskan berhenti. Salah satu alasannya karena waktu itu dia tengah dalam persiapan kelahiran putranya, Dirga Pasha. Selepas persalinan, Desty mendapat tawaran untuk kembali bekerja di hotel. Kebetulan saat itu Diamond Hotel membutuhkan tenaga front office supervisor.

“Saya dapat rekomendasi dari teman, yang menanyakan apa saya mau bekerja lagi di hotel. Tawaran ini saya terima dan saya langsung bekerja di Diamond. Padahal saat itu saya baru tiga bulan melahirkan,” kisahnya.

Tahun 2008 Desty mulai bekerja di Diamond Hotel sebagai front office supervisor. Tiga tahun kemudian di 2011, Desty dipercaya menjadi sales executive yang dijalaninya sampai sekarang. Bila sebelumnya hanya menangani para tamu di front office, tugasnya kini mengunjungi perusahaan-perusahaan untuk menawarkan kerja sama dalam hal corporate rate.

“Selain itu saya juga menangani penyelenggaraan event dan pertemuan di hotel,” tambah penggemar buku-buku sastra ini.

Dengan pekerjaan yang lebih banyak di lapangan, Desty merasa senang menjalani profesinya sebagai sales executive. Menurut Desty, posisinya saat ini membuatnya punya banyak waktu bagi keluarga ketimbang saat bekerja di front office. Walaupun sesekali dia mesti bekerja ekstra tatkala ada event atau kegiatan di hotel.

“Lebih nyaman menjadi sales executive. Bisa lebih membagi waktu untuk keluarga. Bekerja di lapangan juga tidak membosankan,” sebut Desty.

Berbagai suka dan duka telah dirasakan Desty selama berkiprah di dunia perhotelan. Salah satunya ketika dia mesti menghadapi tamu-tamu yang komplain atas pelayanan hotel. Khususnya para tamu yang tidak mau menerima penjelasan manajemen hotel terkait masalah yang dikeluhkan. Bahkan Desty pernah mengalami perlakuan tidak menyenangkan dari salah seorang tamu hotel.

“Sering saya dilempar barang dan uang oleh tamu. Malahan saya pernah dilempar papan nama berbahan marmer oleh tamu hotel. Kaki saya sampai terluka,” ceritanya.

Desty mengurai, peristiwa tersebut terjadi di awal-awal kariernya saat menjadi resepsionis. Seorang tamu yang diduga dalam keadaan mabuk, marah-marah kepadanya terkait deposit hotel yang minus. Padahal sudah menjadi kewajiban Desty untuk meminta deposit dari tamu tersebut. Hingga kemudian tamu itu melakukan kekerasan dengan melempar papan nama resepsionis yang terbuat dari marmer ke arahnya.

“Secara refleks saya menghindar, namun kena kaki saya. Sakit sekali, saya sampai menangis waktu itu,” tutur Desty.

Peristiwa tersebut lantas sampai ke manajemen hotel. Tidak terima, manajemen hotel lantas melaporkan si tamu ke pihak berwajib untuk memberikan efek jera. Sehingga harapannya tamu tidak bisa seenaknya bersikap kepada para pekerja hotel. “Bagi kami cacian atau omelan dari tamu itu sudah biasa. Tapi kalau sampai serangan secara fisik, itu tidak bisa ditoleransi,” paparnya.

Kejadian tersebut bagi Desty merupakan pengalaman berharga yang paling berkesan selama bekerja di hotel. Dia menjadikannya sebagai pelajaran agar bisa lebih menguatkan mental dalam melayani tamu. Dari perjalanan kariernya selama ini pula Desty bisa mengenal dan mengerti beragam jenis karakter tamu. Mulai dari tamu yang mengerti aturan hingga tamu yang tidak mengerti aturan.

“Bekerja di hotel itu mentalnya harus kuat. Apalagi kalau jadi resepsionis, pasti pernah merasakan pemotongan gaji karena mesti nombok deposit dari para tamu yang tidak membayar,” terang Desty.

Diakuinya, sebagai pekerja hotel memang dituntut untuk selalu senyum dan ramah kepada setiap tamu. Sementara, suasana hati Desty tak selalu menyenangkan. Dalam hal ini ketika menghadapi tamu yang sedang emosi, Desty harus bisa menahan diri untuk tidak terpancing emosi. Walaupun dia pernah terpancing sehingga ikut terbawa emosi.

“Kadang terpancing, ikutan marah. Tapi setelah itu saya menyesal. Karena memang tidak boleh seperti itu,” kata Desty yang berprinsip tidak ingin mengganggu urusan orang lain ini.

Namun begitu ibu satu anak ini merasa senang bisa bekerja di hotel, khususnya saat ini di Diamond Hotel. Suasana kekeluargaan dalam lingkungan kerja menjadi sebab dia betah menjadi bagian dari hotel berbintang dua ini. Kata Desty, dengan bekerja di hotel, dia bisa bertemu dan berkenalan dengan banyak orang dan memiliki banyak relasi.

“Saya orangnya tidak suka menunda-nunda pekerjaan. Pekerjaan hotel di hari ini misalnya, harus diselesaikan di hari ini juga. Sehingga besok sudah menghadapi pekerjaan yang baru,” pungkas perempuan kelahiran Samarinda, 35 tahun lalu ini. (***)

 

 

TENTANG DESTY

Nama: Desty Intan Syafaria Indah

Panggilan: Desty

TTL: Samarinda, 13 Desember 1982

Ortu: M Sjafruddin Gani, Siti Ansyariah

Anak: M Dirga Pasha

Pendidikan:

-          SDN 015 Samarinda

-          SMPN 2 Samarinda

-          SMAN 3 Samarinda

-          Diploma Sekretari Indonesia

Alamat: Sempaja Mutiara Indah Nomor 47 Samarinda

 

Penulis: Lukman Maulana

Editor: Guntur Marchista Sunan


BACA JUGA

Sabtu, 08 Juli 2017 01:05

Kisah Achmad Fauza Noor Jadi Pekerja Sosial; Betah Mengabdi di Panti, Dampingi Anak-anak Bermasalah

Ketertarikan Achmad Fauza Noor terhadap permasalahan sosial telah ada sejak remaja. Selama satu dekade…

Sabtu, 08 Juli 2017 01:04

Cerita Rusliansyah Bangun Usaha Burjo Aldes; Terinspirasi Sang Bunda untuk Bangkit dari Kegagalan

Semangat berwiraswasta seakan mengalir dalam darah Rusliansyah. Beberapa kali gagal berbisnis, tidak…

Kamis, 06 Juli 2017 00:14

Sugeng Jabat Sekkot Samarinda

SAMARINDA - Akhirnya, terhitung sejak Rabu (5/7) kemarin, Pemkot Samarinda memiliki sekretaris kota…

Kamis, 06 Juli 2017 00:14

Dari TMMD ke-99 Tahun 2017, Sinergi TNI-Kemenkes

Wali Kota Samarinda, H Syaharie Jaang bertindak selaku inspektur upacara sekaligus membuka secara resmi…

Rabu, 05 Juli 2017 00:42

H Syaharie Jaang, Bantu Korban Kebakaran Palaran

SAMARINDA – Wali Kota Samarinda, H Syaharie Jaang memberikan respon cepat bagi para korban kebakaran…

Rabu, 05 Juli 2017 00:41

Kalah Pilkada 2018, Bisa Maju Caleg

JAKARTA - Kabar baik bagi para politikus. Mereka bisa mulai memikirkan untuk bermain dua kaki di dua…

Rabu, 05 Juli 2017 00:39

Pejabat Jangan Berhenti Awasi Staf

SAMARINDA - Sekprov Kaltim Dr H Rusmadi mengingatkan agar para pejabat eselon II, III dan IV di lingkungan…

Selasa, 04 Juli 2017 00:42

Pegawai Pemprov yang Bolos Kena Sanksi

SAMARINDA - Guna memastikan kedisiplinan pegawai pada hari pertama masuk kerja usai libur Lebaran, Sekprov…

Selasa, 04 Juli 2017 00:41

Wali Kota Geruduk Kantor Pelayanan

SAMARINDA - Hari pertama masuk kerja setelah melewati libur panjang  Lebaran dimanfaatkan Wali…

Selasa, 04 Juli 2017 00:38

Didominasi Pengurus Lama, Donna Cs Dilantik 17 Juli

SAMARINDA - Pengurus Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kaltim telah terbentuk. Dinahkodai Dayang Donna…

Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .