BREAKING NEWS | RAGAM | OLAHRAGA | KRIMINAL | NASIONAL | INTERNASIONAL | ADVERTORIAL

RAGAM

Selasa, 18 April 2017 10:41
BREAKING NEWS
Gubernur Sidak Tambang di Desa Mulawarman, Ini Kata Bupati Rita Widyasari
Rita Widyasari

PROKAL.CO, SAMARINDA- Selasa (18/4) pagi, Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak melakukan kunjungan ke Desa Mulawarman, Tenggarong Seberang. Desa Mulawarman adalah desa yang terkepung tambang. Di desa itu, usaha pertanian terganggu usaha pertambangan.

Apa tanggapan Bupati Kutai Kartanegara (Kukar) atas kunjungan gubernur itu? Kepada www.prokal.co Rita menganggap sidak gubernur itu adalah hal biasa. “Biasa saja,” katanya tadi pagi. Apalagi tambah dia, kepala desa memang sudah berkirim surat kepada Pemkab Kukar, Pemprov dan Pemerintah Pusat untuk meminta relokasi.

“Desa Mulawarman ini memang unik. Ternyata tahun 2012 lalu mereka sudah meminta relokasi, tapi tidak disetujui,” tambah Rita. Pada waktu itu, warga sudah mendapatkan ganti rugi. Namun untuk relokasi memang diakuinya tak mudah. Karena memerlukan biaya yang tak sedikit. “Karena harus membuat fasilitas umum, infrastruktur dan lainnya,” tutur Ketua Golkar Kaltim ini.

Lebih jauh, Rita menjelaskan, ada 3 alternatif lokasi yang diminta masyarakat. Pertama di dalam hutan tanaman Sumalindo, kedua pindah ke Embalut dan ketiga pindah kea ream pasca tambang milik PT JMB.

“Semua alternatif yang ditawarkan prosesnya panjang,Menurut bagian hukum sesuai Undang-Undang nomor  1 tahun 2011, ada persyaratan relokasi yang harus dipenuhi antara lain karena bencana alam dan tidak sesuai dengan tata ruang,” jelasnya.

Jadi lanjut dia, jika memang mau pindah harus memenuhi persyaratan tersebut. “Lalu kalau pindah untuk keuangan saat ini belum ada pendanaannya, provinsi juga lagi defisitkan,” katanya.

Sebelumnya diberitakan  Selasa ini (18/4), Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak meninjau Desa Mulawarman, Kecamatan Tenggarong Seberang, Kutai Kartanegara. Di desa itu, usaha pertanian tampak terganggu usaha pertambangan. Menurut gubernur, banyak kegiatan usaha pertambangan batu bara di provinsi tersebut yang dinilai tidak memperhatikan kelestarian lingkungan.

"Tanggal 18 April (besok) kita sama-sama turun ke lapangan sidak ke lahan tambang batu bara. Selain instansi terkait, TNI dan Polri serta teman-teman media maupun LSM harus ikut. Sama-sama lihat kondisi di lapangan," kata  Awang Faroek Ishak saat coffee morning dengan pimpinan redaksi media cetak dan elektronik di Ruang Serbaguna Ruhui Rahayu Kantor Gubernur, Senin (10/4) lalu.

Khusus kasus tumpang tindih lahan warga Desa Mulawarman, ujar Awang, hampir 90 persen kawasan izin usaha pertambangan mengambil alih lahan pertanian masyarakat. Padahal, lanjutnya, desa tersebut awalnya merupakan kawasan transmigrasi untuk kegiatan pertanian tanaman pangan dan perkebunan serta peternakan. Ironi dan sangat memprihatinkan jelasnya, di mana pemerintah berupaya mewujudkan swasembada pangan tetapi ada saja lahan-lahan produktif beralih fungsi.

“Saya kasihan sama warga desa tersebut. Mereka kehilangan sawah, lahan pertanian, perkebunan dan peternakan hanya gara-gara pertambangan," ungkap Awang Faroek.  Karenanya, sejak kewenangan perizinan usaha pertambangan dilimpahkan ke provinsi maka Pemprov Kaltim segera melakukan langkah-langkah konkret untuk penertiban. Sekaligus memberikan rasa aman dan nyaman bagi warga yang selama ini bermukim di desa tersebut dari ancaman bencana akibat pengelolaan lingkungan yang tidak lestari.

Sebelumnya, Awang Faroek mengutus Kepala Satpol PP Kaltim Gede Yusa ke lokasi di desa Mulawarman untuk melihat secara langsung kondisi Desa Mulawarman yang terkepung pertambangan. Gede Yusa sempat berbincang dengan kepala desa, kepala dusun dan masyarakat desa Mulawarman. Mulyono  yang  dihubungi via telepon  mengatakan, dari 812 KK, 80% petani  saat ini hanya mengerjakan sekitar 80 ha yang tersisa. Lahan garapan mereka ini sangat menurun drastis dari jumlah yang dulunya 700 ha. “Punah sudah  Desa Mulawarman yang dulunya dikenal sebagai lumbung Padi, bahkan desa ini sudah tidak layak untuk dijadikan areal permukiman,” ujar Mulyono yang awalnya datang ke desa ini mengikuti kedua orangtuanya lewat program transmigrasi. (iza/pro/mar/inni/sul/ri/)


BACA JUGA

Minggu, 10 Desember 2017 01:02

“Menjual” Toleransi di Kinibalu

CATATAN Oleh Lukman Maulana   SETIDAKNYA ada beberapa kata yang cukup populer didengar atau dibaca…

Kamis, 30 November 2017 01:30

Kaltim, Ladang Emas yang ‘Miskin’ (2)

Catatan Oleh: Dirhan Kepala Biro Metro Samarinda SEJAK dimekarkan sebagai sebuah provinsi pada tahun…

Rabu, 29 November 2017 01:19

Bincang Etam Ala Metro Samarinda

Bincang Etam yang digelar Metro Samarinda di hotel Horison Samarinda berlangsung meriah, Selasa (28/11)…

Rabu, 29 November 2017 01:18

Pertahankan Kota Sehat Tertinggi

AKHIRNYA Kota Samarinda mampu mempertahankan penghargaan kota sehat predikat tertinggi dengan kembali…

Rabu, 29 November 2017 01:17

Lawan Bangkrut dengan Strategi Industrialisasi dan Hilirisasi

Bila tidak dikelola dengan baik, Kaltim bisa saja menemui kebangkrutan. Inilah salah satu bahasan dalam…

Selasa, 28 November 2017 00:57

Hari Ini Bincang Etam Garapan Metro Samarinda, Bahas Strategi Perekonomian Kaltim

SAMARINDA – Selasa (28/11) hari ini, Metro Samarinda menggelar talk show bertajuk Bincang Etam…

Selasa, 28 November 2017 00:55

Mengganti Logika Kemanusiaan (1)

CATATAN Oleh: Dirhan Kepala Biro Metro Samarinda Di penghujung tahun 2012 lalu, seorang lelaki yang…

Minggu, 26 November 2017 00:30

Metro Samarinda Gagas Bincang Etam

SAMARINDA – Terus merosotnya sumber pendapatan keuangan Pemerintah Kaltim, terutama yang bersumber…

Selasa, 14 November 2017 09:07

Ubah Paradigma Anak Muda pada Industri Kreatif Digital

BALIKPAPAN- Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) menggelar acara Bekraf Developer Day (BDD),  Sabtu (11/11).…

Selasa, 14 November 2017 01:34

Aji Dedi Alternatif KT-1

SAMARINDA – Nama Aji Dedi Mulawarman belakangan santer terdengar menjelang gelaran Pemilihan Gubernur…

“Menjual” Toleransi di Kinibalu
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .