BREAKING NEWS | RAGAM | OLAHRAGA | KRIMINAL | NASIONAL | INTERNASIONAL | ADVERTORIAL

NASIONAL

Minggu, 16 April 2017 20:56
Perguruan Tinggi Analisa Sistem Perekonomian Indonesia
(foto : ilustrasi/ net)

PROKAL.CO, JAKARTA--Sistem ekonomi yang diimplementasikan oleh pemerintah dirasakan masih belum berpihak pada masyarakat menengah ke bawah. Pasalnya, masih banyak daerah yang harus merasakan harga komoditas kebutuhan pokok yang sangat maha apabila dibandingkan dengan daerah atau provinsi lainnya.

Karenanya, Forum Rektor Indonesia (FRI) saat ini berencana untuk membentuk kelompok kerja (pokja) untuk ikut menganalisa sistem perekonomian di Indonesia. Wakil Ketua Forum Rektor Indonesia, Asep Syaifuddin mengatakan, bagaimanapun masyarakat harus bisa memahami sebuah sistem ekonomi di negara Indonesia yang berkeadilan dan mampu memanfaatkan potensi di masyarakat.

"Tahun ini dibentuk Pokja Sistem Ekonomi Pancasila oleh Forum Rektor Indonesia Pokja ini akan menjabarkan dan mengoreksi beberapa hal yang kurang dari sistem ekonomi saat ini. Semua dianalisis kembali," ungkap Asep saat ditemui Kaltim Post di JCC Senayan, Jakarta, Jumat (14/4).

Menurutnya, adanya perubahan teknologi dan zaman sekarang ini tidak bisa dibendung. Tapi hal-hal yang berkaitan dengan kesejahteraan harus menjadi pondasi. Maka dari itu, peran perguruan tinggi harus bisa menerangkan kepada masyarakat mengenai sistem ekonomi harus berkedilan.

"Ini yang masih kurang sekarang ini. Pemeeataan harga khususnya di bagian timur Indonesia harus sama dengan daerah yang lainnya," jelasnya.

Pria yang juga menjabat sebagai Rektor Universitas Trilogi ini memaparkan, pembahasan mengenai sistem ekonomi ini bisa dijadikan suatu ilmu yang juga bisa dimasukkan ke dalam sistem pendidikan di Indonesia. Terkait hal ini, pihaknya juga menerbutkan sebuah buku yang disusun oleh tim khusus yang dapat dijadikan sebagai buku pegangan mahasiswa dalam proses pembelajaran di kampus.

"Kalau hanya mempelajari textbook manajemen asing seakan-akan kita tidak punya textbook asli buatan Indonesia. Makanya, kita buat textbook  yang  berjudul Sistem Ekonomi Pancasila.  Textbook ini kalau dinilai baru setengah karena baru sampe reformasi saja. Nanti akan ada jiid keduanya,  yang mencakup  masalah sistem strategi dan ketentuan-ketentuan peranan negara," papar Asep.

Lebih jauh Asep menambahkan, Indonesia saat ini masih lemah dan sangat minim dalam hal textbook. Setelah zaman Reformasi diakui tidak ada sama sekali. "Harapannya, teori yang didalami adalah hasil pemikirn asli orang Indonesia. Bukan lagi berdasarkan hasil pemikiran pihak asing. Dalam forum rektor juga disampaikan bahwa imu di dalam buku ini agar diimplementasikan kepada seluruh perguruan tinggi dan mahasiswa," pungkasnya.  (sar/pro)

 


BACA JUGA

Sabtu, 22 April 2017 19:47

Revitalisasi Program Vokasi, 117 Perusahaan Gandeng 393 SMK se-Jawa Tengah

SEMARANG--Untuk meningkatkan peran Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI) dalam mendorong pengembangan…

Sabtu, 22 April 2017 19:46

Mendikbud Minta PPK Dimasukkan dalam Pelatihan Kurikulum 2013

SEMARANG--Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy mendorong Lembaga Penjaminan…

Sabtu, 22 April 2017 19:45

Tercatat 102 Perusahaan Tak Patuhi Aturan Jaminan Sosial Ketenagakerjaan

JAKARTA-Untuk meningkatkan perluasan kepersertaan dan kepatuhan dalam penyelenggaraan jaminan sosial…

Sabtu, 22 April 2017 19:44

Puluhan Pesepakbola Asing Belum Kantongi Izin

JAKARTA–Kementerian Ketenagakerjaan bersama Kementerian Hukum dan HAM melakukan rapat terbatas…

Sabtu, 22 April 2017 19:40

Marak Demo Buruh, Mediator HI Harusnya Prihatin

YOGYAKARTA--Maraknya aksi demoo atau unjuk rasa yang dilakukan oleh pekerja seharusnya menjadi perhatian…

Kamis, 20 April 2017 02:45

Menag Minta Ruang Gerak BPKH Jangan Terlalu Dibatasi

JAKARTA--Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) sebagai pihak yang mengelola investasi dana haji dengan…

Kamis, 20 April 2017 02:26

Kata Menag, BPKH Masih Tunggu Keppres

JAKARTA--Menteri Agama (Menag) Lukman Hakim Saifuddin mengungkapkan, Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH)…

Kamis, 20 April 2017 01:50

Jelang May Day, Menaker Bertemu Serikat Pekerja

JAKARTA-- Menteri Ketenagakerjaan M Hanif Dhakiri mengajak Serikat Buruh/Serikat Pekerja (SB/SP) bertemu…

Kamis, 20 April 2017 01:42

Lindungi Petani, BUMDes Diminta Bantu Kendalikan Stok Pangan

KARAWANG--Menjelang bulan Ramadan dan hari raya Idul Fitri, Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal…

Selasa, 18 April 2017 18:07

Kalimantan Jangan Terus Bergantung pada Tambang

JAKARTA--Anggota DPR RI Dapil Kaltim/Kaltara Hetifah Sjaifudian kembali mengingatkan kepala daerah di…

Marak Demo Buruh, Mediator HI Harusnya Prihatin

Revitalisasi Program Vokasi, 117 Perusahaan Gandeng 393 SMK se-Jawa Tengah

Mendikbud Minta PPK Dimasukkan dalam Pelatihan Kurikulum 2013

Puluhan Pesepakbola Asing Belum Kantongi Izin

Tercatat 102 Perusahaan Tak Patuhi Aturan Jaminan Sosial Ketenagakerjaan
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .